Membaca Peluang di Momen Wisuda

By Trip Riau  |  11 Agustus 2014 17:52:45 WIB  |  Business


Pekanbaru, Tripriau.com - Usaha yang kini digeluti Ai, demikian perempuan kelahiran Pekanbaru 24 tahun silam ini biasa disapa, berawal dari sebuah peristiwa tidak sengaja di tahun 2012. Ketika itu, menjelang hari wisudanya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.

Dia merasa bingung, masa sih, tidak ada sebuah pernak-pernik atau asesoris untuk wisuda- nya nanti. Pekanbaru (Tripriau.com) - Berawal dari keinginan untuk mencari asesoris wisuda yang unik di hari wisudanya, Sitti Aisyah Muharni justru menemukan peluang usaha baru yang digelutinya hingga kini. Usaha yang kini digeluti Ai, demikian perempuan kelahiran Pekanbaru 24 tahun silam ini biasa disapa, berawal dari sebuah peristiwa tidak sengaja di tahun 2012. Ketika itu, menjelang hari wisudanya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.

Dia merasa bingung, masa sih, tidak ada sebuah pernak-pernik atau asesoris untuk wisuda- nya nanti. ‘’Biasanya kan bunga. Uda standar, kan bunga. Trus, bia- sanya ada kartu. Kita pengen cari sesuatu yang baru lagi. Mau bikin apa gitu. Cari sama temen berdua. Apa yah. Akhirnya, dapat ide, oh ya Teddy Bear. Kan lucu. Trus, kita cari-cari di internet,’’ ceritanya.

Ai terus mencari ide agar boneka Teddy-nya tampak menarik. Akhirnya dia berkreasi dengan menambahkan slayer, toga, bordir nama, pin logo universitas, pita-pita, flannel ijazah dan packa- ging pada boneka Teddy-nya. Boneka Teddy-nya ia pesan langsung dari Jakarta, sementara segala asesorisnya ia bikin sendiri di rumah.

Berkat kreasinya, jadilah sebuah boneka wisuda yang unik, lucu dan tentunya sangat cocok untuk dijadikan asesoris wisuda. Alhasil, pada momen wisudanya ia juga berjualan boneka setelah dapat order terlebih dahulu. Ketika itu, ia mendapatkan pesanan boneka wisuda sebanyak 30 buah. ‘’Itu orderan yang pertama,’’ imbuhnya. Ternyata, sambutan untuk boneka wisudanya lumayan baik.

Bahkan, tak hanya dari Pekanbaru, salah satu universitas di Kota Padang juga memesan bonekanya ketika itu. Bahkan sekarang, boneka wisudanya sudah melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Jambi, Jakarta, Jogja, Bandung dan Jatim. Tahun 2012, bermodalkan uang Rp 5 Juta hasil dari merogoh uang tabungan dan pinjaman orang tua, perempuan kelahiran 23 Juli 1990 ini pun mantap untuk menjalani usaha ini secara serius. Dana yang ada kemudian dialokasikannya untuk membeli boneka Teddy, perlengkapannya, alat-alat dan kotaknya.

Ia pun memberi nama pada boneka wisudanya ini dengan nama Peluche Graduation. Peluche sendiri berasal dari Bahasa Perancis untuk menyebut boneka Teddy Bear. Brand Peluche Graduation inilah yang bertahan hingga hari ini. Peluche Graduation sendiri merupakan bisnis home made untuk asesoris wisuda, tapi konsennya ke Teddy Bear wisuda.

Ukuran Teddy ini macam-macam. Mulai dari 15 cm, 20 cm, 25 cm, hingga 30 cm. Untuk warnanya juga macam-macam. ‘’Itu tergantung permintaan costumer. Misalnya ada permintaan dari salah satu universitas sesuai warna. Misalnya, saya suka warna biru. Bisa gak? Costum sih. sesuai request,’’ terang Ai. Harganya juga dijual beragam, tergantung ukuran dan permintaan dari pelanggan. Misalnya ada yang minta menggunakan nama, tapi ada juga yang tidak. Untuk ukuran 25 cm, kalau tidak menggunakan nama dibanderol dengan harga Rp 80 ribu.

Sementara yang pakai nama dibanderol dengan harga Rp 100 ribu untuk ukuran 25 cm. Sementara yang ukuran 15 cm dijual dengan harga Rp 50 ribu dan ukuran 30 cm Rp 150 - 200 ribu. Ukuran 15 cm diberinya nama small bear, 25 cm medium bear dan 30 cm ke atas big bear. Ai bercerita, pada awal-awal menjalani bisnis ini, orderan berkisar diangka 30 pcs. ‘’Kemudian naik jadi 50, trus 100. Sekarang tiap order minimal 100 pcs,’’ katanya senang. Untuk menunjang efektivitas pemasaran, kedepannya anak ke-2 dari 3 bersaudara ini ingin fokus di sosial media.

Tapi dia masih mencari orang yang benar-benar bisa mengelola sosial medianya. ‘’Soalnya, saya minatnya gak terlalu kuat di sosial media. Jadi benar-benar butuh orang yang khusus menangani itu,’’ katanya lagi. Saat berbincang, Ai pun mengutarakan keyakinannya bahwa usaha yang kini dirintisnya bakal punya prospek cerah di masa mendatang. Dia beralasan, tiap tahun ada universitas yang wisuda. Kemudian pasarnya juga luas, karena bisa se Indonesia. ‘’Setahun itu bisa 4 kali wisuda satu universitas. Jadi, ya, yakin usaha ini bisa gede.

Tinggal kita memaksimalkan pemasaran digital dan sosialisasi di kampus-kampus,’’ ujarnya yakin. Ke depan, dia ingin usahanya bisa lebih berkembang. Dia pun sudah siap dengan berbagai inovasi dan kreativitas agar usahanya bisa bertahan dan diminati pasar.

Salah satu yang ingin diwujudkan anak ke-2 dari tiga bersaudara ini adalah membuat Teddy Profesi, seperti dokter, polisi, perawat dan banyak profesi lainnya. Selain itu dia ingin sekali bisa membuat kotak packaging sendiri dengan bahan recycle atau daur ulang.



Tags:  -