Danau Zamrud, dari Siak untuk Dunia

By Trip Riau  |  11 Agustus 2014 17:57:50 WIB  |  Wisata Riau

20150913193826_1421124494DSC_8310-3.jpg

Siak, tripriau.com - Matahari tepat berada di atas ubun-ubun saat bus yang membawa Trip Riau dan rombongan berhenti di depan sebuah homestay di kawasan Danau Zamrud, Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau.

Begitu menginjakkan kaki, tujuan pertama langsung mengarah ke sebuah kedai nasi dengan bangunan kayu yang terletak sekira 40 meter dari homestay yang direncanakan menjadi tempat kami menginap. Sambal Ikan Toman, sambal lado terasi ditambah sayur japan kuah bening langsung saja terhidang. Menggugah selera. Ini menu khas di kawasan Danau Zamrud bila kita bertandang ke sini.

Seporsinya cukup Rp 13 ribu. Siap bersantap dan melakukan berbagai aktivitas di homestay, saatnya berkeliling menyaksikan dari dekat keindahan dan kelengkapan ekosistem danau yang terkenal hingga mancanegara ini. Rasa tidak sabar akhirnya segera terbayar.

Perjalanan diawali dengan menuju hutan penyangga yang berjarak sekira 2 kilometer dari homestay. Bus pun kembali bergerak membawa Trip Riau dan rombongan. Sepanjang jalan pengunjung disuguhi banyak pemandangan menarik. Mulai dari berbagai jenis tumbuhan yang masih alami, ekosistem gambut, dan kalau beruntung kita bisa menemukan hewan-hewan liar yang ada di kawasan ini, Macan Dahan misalnya. Puas menyambangi hutan penyangga, rombongan kembali pulang ke homestay milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau.

Suasana senja yang tenang memberikan kesan tersendiri saat bertandang ke Danau Zamrud. Suasana malam di sini pun memberikan kesan yang tak terlupakan. Tenang, namun ramai kala ditingkahi hewan-hewan malam. Sesekali mobil patroli perusahaan yang melintas ikut memecahkan keheningan malam. Tiap 1 jam sekali mobil dengan bak terbuka ini melintas di depan homestay tempat kami menginap.

Di pagi yang sejuk dengan udara yang begitu segar, tibalah saatnya untuk menyusuri danau di kawasan ini yang terkenal eksotis. Sebuah pompong kayu milik nelayan setempat dengan mesin diesel sudah siap di tepian danau untuk membawa rombongan berkeliling.

Satu pompong ini bisa memuat 15 orang. Sekali trip berkeliling danau pengunjung harus membayar Rp 400 ribu. Saat berkeliling danau kita akan disuguhi lanskap yang memukau yang hanya bisa ditemui di Danau Zamrud ini. Hutan-hutannya masih asri dengan air yang hitam kebiruan karena mendapat pantulan dari langit yang biru terang ketika itu. Warna hitam perairan danau yang sangat khas dengan daerah gambut ini yang dijuluki “The Black Water”.

Sesekali kita bisa menyaksikan burung-burung pemangsa ikan yang memang banyak terdapat di kawasan ini. Sebelum memasuki danau kita terlebih dahulu melintasi anak sungai yang disekelilingnya terdapat tumbuhan pandan. Perahu kemudian berjalan pelan menyisir tepian danau. Tampak pula tumbuhan pandan dan hutan rawa gambut yang masih asri. Perlahan perahu bergerak menuju 3 buah pulau yang yang terdapat di Danau Zamrud.

Ketika menuju pulau kita akan disajikan pemandangan ribuan kelelawar yang terbang berhamburan. Mungkin kaget mendengar suara mesin pompong yang menderu. Beberapa kali perahu juga berhenti di daratan untuk melihat berbagai ekosistem yang ada di kawasan ini. Tiga jam lamanya Trip Riau dan rombongan mengitari Danau Zamrud untuk kemudian kembali ke homestay. Keunikan Danau Zamrud Danau Zamrud yang terletak di Kecamatan Siak Sri Indrapura merupakan salah satu ekosistem terunik di Dunia.

Pulau Besar Danau Zamrud. Foto: A. Ronny/tripriau.com

Di kawasan ini terdapat salah satu tanaman langka yang tidak dapat dumbuh di daerah lain yaitu Pinang Merah. Danau Zamrud berjarak sekira 180 kilometer dari Kota Pekanbaru. Dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan mobil selama lebih kurang 3 jam. Danau Zamrud sebelumnya merupakan area konsensi Caltex Pacific Indonesia (CPI) yang kemudian dikelola oleh Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu. Di Danau Zamrud terdapat dua danau unik yakni Danau Pulau Besar (2.416 ha) dan Danau Bawah (360 ha). Di kawasan ini juga bisa ditemukan Burung Serindit (Loriculus galgulus), yang menjadi ikon Provinsi Riau juga dapat ditemukan di kawasan ini. Uniknya lagi, pada saat sore hari ketika matahari mulai terbenam para penghuni kawasan Zamrud seperti burung elang, kera, dan harimau mulai menampakkan diri satu persatu.

Tak hanya itu, kawasan yang juga didominasi oleh tumbuhan rawa seperti bengku, rengas dan pisang-pisang itu juga menyimpan keanekaragaman satwa yang tinggi. Menurut data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ada 38 jenis burung yang 12 diantaranya dilindungi seperti Bangau Putih, Enggang Palung, Enggang Benguk, Enggang Dua Warna, dan Enggang Ekor Hitam. Terdapat pula empat jenis primata dan sembilan jenis mamalia. Jenis primata yang dilindungi hanya satu yaitu Siamang sedangkan jenis mamalia yang dilindungi ada tiga yaitu Harimau Loreng Sumatera, Beruang Madu, dan Kucing Hutan.

Di dalam danau ada 14 jenis ikan, delapan di antaranya memiliki nilai ekonomi penting yaitu Sipimping, Selais, Kayangan, Tapah, Baung, Tomang, Balido, dan Gelang. Danau Pulau Besar dinamai sesuai dengan lokasinya karena di danau tersebut terdapat empat pulau yang terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan. Empat pulau tersebut merupakan pulau hanyut karena dapat berpindah tempat, terdiri atas Pulau Besar (sekitar 10 ha), Pulau Tengah (satu hektare), Pulau Bungsu (satu hektare) dan Pulau Beruk (dua hektare) karena banyak terdapat Beruk (kera tidak berekor) di dalamnya.

Di sekeliling danau terdapat vegetasi langka jenis pinang merah (berbeda dengan tanaman hias pinang merah yang ada, karena warnanya lebih cerah) tumbuhan khas tepian danau itu yang tidak dapat tumbuh di daerah lain. Aneka ragam vegetasi alami yang ada di sekeliling danau serta sungai dan dalam kawasan hutan rawa gambut itu dapat dijumpai dalam kondisi utuh. (ronny)



Tags:  -