Chapter of Pekanbaru (CoP)

Mendaki Gunung Menggapai Mimpi

By Trip Riau  |  14 Agustus 2014 09:14:57 WIB  |  Community


Pekanbaru, Tripriau.com - Bagi komunitas United Indonesia Chapter Pekanbaru (CoP) aktivitas mendaki gunung diibaratkan sebagai seorang pemimpi yang haus untuk menggapai mimpi-mimpinya. Saat mimpinya terwujud, ada rasa bahagia dan kepuasan yang begitu besar yang tak dapat diungkapkan dengan apapun.

Beberapa waktu lalu, komunitas penggemar klub asal Inggris Manchester United ini melaksanakan kegiatan mendaki gunung, yakni Gunung Marapi di Sumatera Barat. Aktivitas pendakian ini merupakan agenda baru di komunitas bola terbesar di Pekanbaru ini.

Ketua CoP Bayu mengatakan, dari kegiatan pendakian ini banyak pelajaran yang bisa diambil. Selain kekompakan, kerjasama, tenggang rasa juga bisa menambah erat tali persaudaraan. ‘’Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau dia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Indonesia itu indah, saying kalau tidak menikmatinya,’’ katanya.

Bayu menuturkan, menuju puncak gunung itu memerlukan proses yang panjang, susah dan melelahkan. Namun, dibalik semuanya itu tersimpan hikmah yang dapat diambil untuk lebih mengenal hakikat kehidupan. ‘’Gunung yang tinggi menjulang mengajarkan kita selayaknya pikiran kita tetap harus harus tetap mengarah ke atas, ke puncak mimpi-mimpi kita dan bagaimana cara kita menggapainya.

Tetapi, jangan sampai lupakan untuk kembali menengok ke bawah, ke jalan yang kita lalui, karena semua cerita dan kenangan yang dahulu mampu memberi kita pelajaran bagaimana kita dapat melalui jalan yang kita arungi saat ini,’’ kata Bayu berfilosofis.

Bagi CoP, gunung adalah tempat belajar yang baik untuk mengasah pribadi dan menemukan hakekat diri. ‘’Orang-orang yang memiliki tujuan seperti inilah yang mampu berguru pada alam. Mereka mendaki gunung untuk menyendiri dan merenung guna mendapatkan kedamaian dan pencerahan dari Tuhan dengan mengakrabi alam,’’ ungkapnya. Melalui aktivitas pendakian ini pula, masing-masing anggota, mampu mengenali pribadi teman yang sebenarnya.

Sebab, ketika mendaki gunung karakter seseorang akan yang sebenarnya akan nampak karena situasi yang dihadapi. ‘’Misalnya, kelelahan, kedinginan, kehabisan bekal makanan atau minuman, terjebak badai, tersesat, mengalami musibah kecelakaan, ada teman yang sakit, atau bahkan karena gagal sampai ke puncak. Ada yang jujur dan tidak jujur, ada yang egois dan tidak egois, ada yang setia kawan dan ada yang tidak, ada yang teliti juga ceroboh, ada yang sombong dan rendah diri. Itu bisa kita lihat ketika mendaki gunung. Intinya, lebih bisa mengenal karakter kawan,’’ tutupnya.



Tags:  -