Ajak Anak Muda Berbisnis Kopi

By Trip Riau  |  14 Agustus 2014 21:09:39 WIB  |  News

Jack Malau, owner Brand Kopi Riau. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Brand Kopi Riau yang dibangun pada tahun 2009 lalu ini telah mampu menancapkan ‘’kukunya’’, terutama untuk distributor kopi. Selain di Pekanbaru, Kopi Riau juga menjadi suplier dibeberapa kota di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. Produk andalannya adalah Kopi Luwak hasil penangkaran sendiri.

Meski juga memiliki gerai kopi yang ditujukan bagi para penggemar minuman hitam pekat ini, Kopi Riau memang lebih fokus menggarap peluang sebagai penyuplai kopi. Ini karena Jack juga memiliki penangkaran kopi di kampung halamannya, Lampung. Terlahir sebagai anak dari orang tua yang berprofesi sebagai petani kopi, membuat Jack banyak tahu seluk-beluk kopi sejak kecil.

Alasan itulah yang membuatnya mantap terjun ke bisnis kopi sekitar 5 tahun yang lalu. Jack ketika itu melihat kebutuhan kopi di Riau cukup besar. Rata-rata kedai kopi selalu ramai. Tiap pagi hingga malam orang ngopi. Namun, di Riau tidak ada kebun kopi. ‘’Orang di Riau juga tidak tahu dari mana datangnya kopi yang mereka minum,’’ katanya beralasan.

Sejak itulah alumnus Fakultas Perikanan Universitas Riau ini mulai serius menggarap bisnis ini. Selain menyuplai ke berbagai daerah di Riau, dia juga menyuplai produk kopinya hingga ke Jakarta, Pontianak, Samarinda, Batam, bahkan ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Australia, Jerman. Selain itu dia juga menyuplai produk kopi miliknya ke beberapa café dan warung kopi yang ada disekitaran Pekanbaru.

Tiap bulannya, sekitar 2 ton dia memasok kopi untuk di Pekanbaru. Bicara keunggulan, Jack menjelaskan keaslian produknya sangat dijamin, higienis serta berasal dari kopi yang terpilih. ‘’Dan juga standar ekspor,’’ katanya. Kopi Luwak Sebagai Produk Andalan Saat ini, Gerai Kopi Riau memproduksi Kopi Luwak dengan merek kemasan ‘’Raja Luwak’’.

Gerai Kopi Riau memproduksi kopi luwak dari perkebunan sendiri dan perkebunan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani. Perkebunan ini khusus untuk memproduksi kopi yang hanya digunakan untuk makanan luwak. Adapun proses pengelolaan dan pemeliharaan perkebunan ini secara alami (natural processing ) tanpa bahan kimia, hanya menggunakan pupuk kandang dengan istilah kebun kopi organic.

Saat ini luas perkebunan Gerai Kopi Riau di atas 25 ha. Penangkaran luwak yang digunakan untuk menghasilkan kopi luwak Gerai Kopi Riau dengan merek kemasan “ Raja Luwak “ merupakan penangkaran sendiri dan kelompok usaha binaan Gerai Kopi Riau.

Saat ini Gerai Kopi Riau memiliki 5 (Lima ) lokasi penangkaran dengan jumlah luwak (hewan Penghasil kopi Luwak ) sekitar 150 ekor, dengan kemampuan produksi diatas 500kg/bulan. ‘’Dengan penangkaran sendiri ini kita menjamin 100% keaslian kopi luwak murni tanpa ada campuran atupun oplosan,’’ bebernya. Biji Kopi Luwak (Ciivet Coffee) pada dasarnya hanyalah biji Kopi Arabica atau Kopi Robusta biasa.

Semua biji kopi juga bisa jadi “Kopi Luwak”, asalkan Si binatang Luwak mau memakan biji kopi tersebut dan mau meluangkan sedikit waktunya untuk mengeluarkannya kembali saat pup. Luwak (Civet) atau dalam bahasa Latin disebut Paradoxorus Hermaproditus, binatang ini menyeleksi sendiri buah kopi yang akan dikonsumsinya.

Luwak hanya akan mengkonsumsi buah kopi dengan tingkat kematangan tertentu, rasa, dan aroma tertentu pula. Luwak akan memakan biji kopi setelah mengupas kulit luarnya dengan mulut, lalu menelan lendir sekaligus bijinya. ‘’Saat Luwak memakan biji kopi, biji kopi tersebut masih terbungkus oleh kerasnya kulit ari (Parchment) dan kulit ari tersebut tidak akan hancur dalam pencernaan luwak.

Hal ini karena sistem pencernaan luwak tidak mampu menghancurkan biji kopi tersebut, sehingga saat pup, biji kopi masih tetap utuh terbungkus kulit tanduk,’’ jelasnya. Biji kopi yang keluar bersama feses Luwak tersebut kemudian akan dicuci bersih lalu disangrai dan dijadikan minuman kopi nikmat.

Saat ini Kopi Luwak telah menjadi minuman paling mahal dan fenomenal didunia. Gerai Kopi Riau saat ini menjual kopi bubuk kemasan ‘’Raja Luwak’’ dengan harga paket harga, ukuran 1 sachet (untuk 1 gelas) Rp 30 ribu, ukuran 100 gram (untuk 15 gelas) Rp 300 ribu, ukuran 500 gram (untuk 75 gelas) Rp 1,5 juta, ukuran 1 kilogram (untuk 150 gelas) Rp 2,5 juta. Ajak Anak Muda Berbisnis Kopi Tanpa Modal Tak cukup sampai disitu, Jack juga mengajak anak-anak muda yang mempunyai interest untuk terjun ke bisnis kopi.

Baik sebagai reseller maupun distributor. ‘’Kita membuka peluang kepada siapa saja yang tertarik untuk berbisnis. Terutama anak muda, tentu prinsipnya karena keinginan bukan karena modal. Yang ingin berusaha tanpa modal silahkan datang ke Kopi Riau,’’ serunya. Selanjutnya, Jack, yang lahir di Lampung 43 tahun yang silam ini menuturkan, dirinya ingin mengembangkan produk tradisional, bukan pabrik.

‘’Ke depan kita akan menjadikan Riau sebagai sentra kopi. Pabrik dan mesin-mesin akan kita bawa ke sini. Tentunya ini juga membuka peluang kepada masyarakat,’’ katanya. Terkait Kopi Luwak sebagai produk andalannya, pria berkulit putih ini mengatakan bahwa Kopi Luwak Indonesia lebih bagus kualitasnya. Tapi, kebijakan pemerintah yang membiarkan Kopi Luwak dari luar negeri (kemasan) masuk ke Indonesia dengan harga yang murah menjadi masalah bagi petani kopi di Indonesia. ‘’Kebijakan pemerintah dalam bisnis kopi ini seharusnya lebih berpihak pada petani lokal,’’ cetusnya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -