Robbby Cahyadi, Owner Mansion Pro

Kursus Gitar Pertama di Sumatera

By Trip Riau  |  14 Agustus 2014 21:13:32 WIB  |  Business,City Guide


Pekanbaru, Tripriau.com - Untuk memberikan diferensiasi pada bisnisnya, Robi Cahyadi, mengkhususkan sekolah musiknya pada alat musik gitar. Lahirlah, Mansionpro Guitar Academy. Kursus gitar pertama di Sumatera. Ini dilakukannya untuk bisa bersaing dengan brand-brand sejenis yang sudah mapan dan telah lama eksis di Pekanbaru.

Maklum saja, kompetitornya merupakan sekolah-sekolah musik ternama yang sudah menasional. Core bisnis yang dipilih Robby ini tak terlepas dari hobinya bermusik. Hobinya ini membawa Robby pada berbagai usaha yang tak jauh-jauh dari musik.

Sebelum akhirnya pada Januari 2011 mendirikan MansionPro Guitar Academy, Robby pernah membuka studio rental dan studio rekaman. ‘’Ketika itu kita buka studio rekaman biar ada pembedanya. Pada akhirnya studio rentalnya kita tutup karena kurang kondusif bagi studio rekaman. Sementara mereka yang rekaman ini kan butuhnya suasana yang rileks dan santai,’’ jelasnya. Pada tahun kedua memulai usaha itu, ditutuplah studio rentalnya.

Tawaran untuk membuka kursus musik kemudian datang dari seorang temannya yang juga guru musik. ‘’Dari pada studio yang satunya nganggur akhirnya kita buka kursus musik. Waktu itu kita buka drum, keyboard dan gitar karena alatnya kita punya semua.

Ketika itu kita buka dua (usaha), recording dan kursus,’’ ucapnya. Ditahun ketiga, murid kursus musiknya sudah lumayan bertambah, sementara recordingnya justru mentok. Robby mengaku kewalahan memenej waktu antara kursus dan recording. ‘’Dalam artian, recording ini kan terbatas waktunya. Rekaman satu lagu bisa sampai seharian. Kalaupun dipisah jamnya bisa berhari-hari waktu yang digunakan. Kita kewalahan memenej waktu,’’ katanya.

Akhirnya, pada 2013 Robby menutup studio rekamannya dan fokus pada sekolah musik. Terlintas dipikirannya, Mansionpro harus punya brand yang kuat. Dia tidak mau kehadiran MansionPro sama seperti sekolah musik lain. Keinginannya, MansionPro punya pembeda dengan sekolah musik yang sudah ada. Akhirnya dipilihlah gitar sebagai penguat identitas dari MansionPro.

Namanya pun berubah menjadi MansionPro Guitar Academy. Alat musik Gitar dipilih oleh Robby karena beberapa alasan. Pertama, disebabkan egonya yang juga merupakan seorang gitaris. Kedua, memang belum ada sekolah khusus gitar di Sumatera waktu itu. ‘’Dan aku lihat gitar ini peminatnya cenderung lebih banyak dibanding alat musik lainnya. Pertama, karena harganya relatif terjangkau, anak-anak sekolah bisa beli. Kedua, bisa dimainkan di mana saja,’’ ujarnya. Robby pun lantas mengumpulkan teman-temannya yang berprofesi sebagai guru gitar untuk meminta saran.

‘’Jadi, aku bangun ini gak sendirilah. Ada kawan-kawan yang bantu. Yang berpengalaman mengajar gitar. Terus sharing, mereka kendalanya apa selama ini mengajar gitar, gitu kan. Dari situ kita punya gambaran seharusnya kita bikinnya seperti apa,’’ ucapnya. Akhirnya, di Mansion Pro Guitar Academy dia membuat kurikulum sendiri yang cocok dan sesuai dengan suasana bermusik anak muda Pekanbaru. Dia mengamati kemana arah bermusik anak-anak Pekanbaru.

Dengan cara ini, MansionPro Guitar Academy ingin tampil dengan ciri khas anak muda Pekanbaru. ‘’Kalau misalnya sekolah-sekolah musik lain mereka kan bikin materi sendiri yang sudah mengglobal. Saingan kita, kan sekolah-sekolah musik dengan brand-brand besar dan nasional. Kita pengen tampil dengan ciri khas anak muda Pekanbaru.

Kalau anak Pekanbaru gak mau belajar (musik) klasik, ya, jangan dikasih klasik. Kalau anak-anak ini mau belajar rock, ya, kita kasih rock. Jadi kita melihat pasar. Konsumen kita mau apa kita kasih. Jadi gak ribet-ribet lagi. Oh, musik itu harus gini. Itu, gak. Itu yang mau kita rubah,’’ terangnya. Secara tidak langsung, Robby ingin memberi kebebasan pada anak-anak yang ingin belajar musik di MansionPro Guitar Academy. ‘’Kita kan ada kurikulumnya dari klasik, rock, blues, jazz.

Yang klasik ini sampai sekarang masih kita benahi, karena klasik ini dia cenderung baku yah,’’ katanya. Berbagai pengembangan terus dilakukan. Materi belajar di Mansionpro juga didesain sedemikian rupa agar materi ini benar-benar cocok untuk anak-anak Pekanbaru. ‘’Bukan materi yang disuapin. Harus gini, misalnya. Kita bisa pilih mau aliran apa termasuk waktu dan gurunya. Kita sediakan ini gurunya emang expert di rock. Ini dia mahirnya di jazz atau blues.

Kita desain agar anak-anak yang kursus di sini nyaman. Karena, kan, bisnis pendidikan atau jasa sebenarnya harus nyaman,’’ timpalnya lagi. Terkait nama academy yang disandangnya, Robby menuturkan, suatu saat dirinya memang memimpikan agar gitar bisa menjadi sebuah bidang ilmu yang bisa dipelajari lebih jauh. ‘’Jadi, kenapa academy, karena gitar ini, kan, memang merupakan sebuah bidang ilmu yang bisa didalami. Artinya, kalau kita belajar di luar negeri bisa sampai S2 (Strata 2). Masa sih, di sini mereka gak bisa sampai S1 (Strata 1) saja,’’ cetusnya. Untuk itu dirinya mengaku terus belajar dan melakukan konsultasi kurikulum dengan sekolah gitar di Jakarta. ‘’Kita gak mau muluk-muluk, bilang ini yang terbaik. Harus bisa dipertanggungjawabkan.

Tapi, kalau ini dibilang sekolah gitar pertama di Sumatera, ya, gak ada yang bisa bantah,’’ katanya. Terkait nama Mansion Pro Guitar Academy, Robby mengaku kawan-kawannya sempat gamang ketika itu. Mereka beralasan, ini kan tempat les atau kursus. Namun, Robby memberikan beberapa argumentasi. ‘’Pertama, nama itu kan doa. Kedua, kita punya kok program setahun. Memang, untuk menjangkau, taroklah kita membuka sekolah tinggi gitar itu masih jauh. Karena jumlah murid kita juga masih jauh. Masih dalam tahap pertumbuhan bisnis.

Dibandingkan kursus lain tentu masih jauh,’’ ungkapnya. Dibalik itu, Robby yakin Mansion Pro Guitar Academy akan mampu berkibar. Dia menilai, ini hanya masalah proses saja, karena ini bicara brand lokal dan brand impor. ‘’Ini masalah branding saja. Ya, gak masalah. Kita terus berjuang,’’ katanya. Di Mansion Pro Guitar Academy pembagian kurikulum didasarkan atas 80 persen praktek dan 20 persen teori. Materinya original karena dibikin sendiri.

Walaupun materi yang diberikan ada yang secara umum,.tapi tetap dibedakan pada teknik permainan. Ada juga yang namanya level atau grade. Seluruh siswa diberikan basic terlebih dahulu. Kemudian baru naik ke grade 1, 2 dan 3. Terus, ada bagian Style. Bisa ke pop, rock dan segala macamnya. Untuk kelas Style ini, siswa harus katam dulu basic dan grade 1. ‘’Itu syaratnya. Misalnya kalau mau main blues, ya, harus lulus dulu grade 1 karena basicnya disitu. Terus, ada kelas hobi, ini beda lagi dengan kelas style. Anak-anak milih sendiri apa lagu-lagu yang akan mereka pelajari, atau musik apa yang akan mereka pelajari. Beda dengan kelas style, kita punya sendiri kurikulumnya. Kita juga ada kelas Gitar for Kids, untuk anak-anak mulai umur 5 tahun,’’ terangnya.



Tags:  -