Dessi Wulandari, Owner Putri Keraton Spa

By Trip Riau  |  14 Agustus 2014 21:33:36 WIB  |  Business,City Guide


Pekanbaru, Tripriau.com ‘’Saya ingin para Terapis Spa memahami potensi mereka dan bangga menjadi seorang Terapis Spa karena skill mereka setara dengan dokter dan perawat’’. Pernyataan itu meluncur dari mulut seorang wanita cantik, Dessie Wulandari CMC, CH, CHt yang sejak tahun 2010 silam telah merintis usaha Home Spa yang cukup terkenal di Pekanbaru, Aura Putri Keraton Spa.

Kata-kata itu tidak keluar begitu saja dari bibir ibu satu anak ini. Wulan, demikian dia biasa disapa, beralasan, bekerja sebagai terapis spa adalah profesi yang menjanjikan. ‘’Jika keterampilan dan kemampuan kamu dinilai memuaskan, kamu bisa naik menjadi manajer bahkan pemegang franchise,’’ tuturnya. Bahkan, Wulan mengatakan tidak sedikit yang memulai karirnya sebagai terapis dikirim ke luar negeri untuk mengembangkan usaha spa. ‘’Jadi, jangan dikira untuk menjadi terapis spa hanya membutuhkan kekuatan fisik saja,’’ terangnya.

Namun, lebih dari pada itu, Wulan menjelaskan seorang terapis spa butuh keterampilan khusus untuk memuaskan pelanggan. Mulai dari pelayanan, attitude, skills, product knowledge dan kebersihan. Wulan bercerita, di luar negeri terapis spa itu setara hebatnya dengan seorang dokter dan perawat. Mereka dianggap tenaga terampil. Terapis di luar negeri tidak dipandang sebelah mata. Mereka benar-benar spesialisasinya dibidang pemijatan dan relaksasi. ‘’Indonesia ini ladangnya teknik pemijatan dan rempah-rempah. Tapi malah gak dimanfaatkan SDM (Sumber Daya Manusia) nya.

Lucu aja orang Indonesia belajar sama bule. Padahal, si bule dapat ilmunya dari Indonesia. Hebatnya, mereka mampu menghebatkan profesi mereka,’’ tutur ibu dari M Abbas Mannaf Akhlan (3) ini. Di Aura Putri Keraton Spa yang didirikannya inilah ia ingin mewujudkan segala keinginannnya itu.

Aura Putri Keraton Spa merupakan salah satu spa terdepan dan terpercaya yang menyajikan spa bergaransi sejak 2010. Spa ini hanya menyajikan perawatan yang belum pernah diberikan oleh spa lain di Pekanbaru. Aura Putri Keraton menjadi pelopor Eksklusif Home Spa, perawatan pasca melahirkan selama 40 hari, terapi totok langsing, Mind Spa Program, private spa #1dan Bamboo Body Massage. Untuk memuluskan langkahnya, perempuan yang hobi membaca ini sudah menyiapkan materi pelatihan untuk terapis spa.

Bukan hanya untuk mereka yang bekerjasama dengan dia tapi juga untuk mereka yang ingin independen. ‘’Sekarang sedang pengurusan ijin ke Depdikbud,’’ katanya. Fasilitas yang bisa didapatkan peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah, sertifikat dari IBH, sertifikat dari Aura Putri Keraton Spa, modul mind spa program, kartu member mind spa program, CD Sugesti (original dari owner Putri Keraton Spa).

‘’Selain itu peserta dapat menjalankan program ini tanpa harus memiliki spa. Karena dapat dilakukan dengan sistem door to door (home spa) sehingga setelah selesai pelatihan, peserta langsung dapat bekerja secara mandiri. Supaya menambah terapis professional di Indonesia,’’ terangnya. Berawal dari Kerja di Bank Dalam perbincangan santai dengan Trip Riau di lokasi usahanya yang terletak di Jalan Jenderal, Labuh Baru, perempuan kelahiran Air Molek, Inhu ini mengaku, mulai merintis usahanya pada tahun 2010 yang lalu. ‘’Saya waktu itu jadi pegawai di salah satu bank swasta selama 2 tahun, tahun 2008 sampai 2010. Tahun 2007 sebenarnya uda belajar pijat dan terapi di salah satu spa di Pekanbaru,’’ katanya. Singkat cerita, pada awal-awal pernikahan sampai akhir tahun 2009, dia merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan sang suami. ‘’Karena saya pulang uda jam 8 malam.

Saya kebayang, ini kalau saya punya anak mau gimana lagi,’’ katanya. Dia menyambung, akhirnya ketika itu dia memutuskan untuk berhenti saja dari pekerjaannya. Padahal pada tahun 2010 dirinya sudah mau diangkat jadi pegawai. ‘’Keluarga ketika itu khawatir, kok berhenti, sih. Padahal uda dapat tempat dan tahun 2010 uda mau diangkat jadi pegawai. Justru saya takut diangkat jadi pegawai,’’ tuturnya. Wulan saat itu berkeyakinan, kendati berhenti bekerja dirinya bisa mencapai keinginan menghasilkan uang, namun tetap di rumah mengurus keluarga. ‘’Tapi waktu itu masih mikir. Apa ini. Ngayal doang. Kok bisa menghasilkan uang hanya di rumah.

Tapi saya yakin waktu itu Allah akan bantu saya. Karena niatnya untuk anak nantinya. Ingin ngurus keluarga di rumah, tapi tetap menghasilkan uang,’’ sebutnya. Penyuka warna gold ini berprinsip, manusia diberi anugrah otak dan otot. ‘’Jadi, kalau saya malas gunakan otot, paling tidak saya gunakan otak saya. Dengan idea tau apa,’’ sebutnya lagi. Pada tahun 2010 mulailah dia mendapat ide, yakni Homespa. Idenya dari diri sendiri. Waktu pulang kerja Wulan biasanya merasakan badannya capek-capek ingin dipijat. ‘’Kalau dipijat pergi ke spa biasanya malas karena uda kecapekan. Kalau panggil orang paling yang datang ibu-ibu, bibi-bibi gitu.

Maksudnya kurang rapi dalam artian tidak dikelola secara professional,’’ katanya. Dia juga melihat di Pekanbaru belum ada spa rumahan saat itu. Tempat-tempat spa juga belum menjamur. Dia pun berpikiran untuk membuka usaha spa yang penampilan karyawannya seperti pegawai bank, yang cantik, rapi dan pakai baju seragam. ‘’Pokoknya datang ke rumah itu tertata, pelayanannya, segala macam. Persislah kayak pegawai bank yang datang ke rumah orang. Bayangan saya seperti itu. Sampai saya bilang, yaudah, saya coba bikin iklan buat cari pegawai. Tapi saya maunya yang belum berpengalaman karena kalau uda berpengalaman pasti gak mau, orang saya belum punya tempat,’’ katanya.



Tags:  -