Ronald, Owner Re Caffe Platinum

Membangun Hubungan Emosional dengan Pelanggan

By Trip Riau  |  14 Agustus 2014 21:38:56 WIB  |  News


Pekanbaru, Tripriau.com - Menjalin ikatan emosional dengan customer, merupakan salah satu kunci sukses Ronald dengan Re Caffe Platinum-nya. Suasana Homey dibangun agar pelanggan merasa nyaman. Sempat mengalami masa-masa sulit ketika bisnisnya diterpa isu miring, Ronald mampu bangkit.

Kini, siapa pecinta kopi di Kota Pekanbaru yang tak tahu Re Caffe Platinum yang berada di Jalan Mustika No.4. Meski baru setahun berdiri, bisnis yang dirintisnya ini mampu berkembang menjadi sebuah brand besar dan diperhitungkan.

Latar belakang Ronald (41) dalam usaha kuliner, khususnya minuman adalah saat dia mempopulerkan minuman Capucino Cincau pada tahun 2011 yang lalu. Minuman ini sangat booming di Pekanbaru. Menjadi best seller. Bahkan, ditiru orang dari seluruh Indonesia. Sampai-sampai, kalau kita berjalan ke Jakarta, Jogja atau Padang, banyak ditemukan orang yang menjual Capucino Cincau ini. Usaha Capucino Cincau-nya berjalan mulus. Bahkan, mampu membuka 5 cabang ketika itu. Omsetnya pun tak tanggung-tanggung, ratusan juta perbulan.

Sampai pada suatu hari usahanya diterpa isu miring.Capucino Cincau-nya difitnah orang tak dikenal dan dituduh menggunakan bahan berbahaya seperti Borak dan formalin. Fitnahan ini menyebar melalui Brodcast Message. Gampang ditebak, omsetnya langsung turun. ‘’Dari peristiwa itu kita berfikir lagi. Karena nama kita Re Caffe yang dalam bahasa Italia berarti Raja Kopi, kita mikirnya yang berhubungan dengan kopi, dong.

Makanya, back to basic sebenarnya kita. Dasar segala minuman seperti capucino dan latte itu kan kopi hitam. Maka, kita coba untuk mengangkat kopi hitam,’’ kata suami dari Herlinda ini bercerita. Kebetulan pula, bapak tiga anak ini mempunyai hubungan baik dengan orang-orang di Bali dan Papua. ‘’Jadi, kita bisa dapatkan kopi-kopi terbaik mereka,’’ kata Ronald yang pernah menetap di Bali ini. Dari situlah timbul kepercayaan dirinya karena memiliki bahan baku kopi yang kualitasnya bagus. Kopi di Re Caffe Platinum memang banyak disukai orang. Alasannya, kopinya segar.

Selain itu kualitasnya juga bagus. Ini karena Ronald mengorder kopinya tidak dalam bentuk powder (bubuk), tapi dalam bentuk roasting (sangrai). ‘’Saya order terus di rusting baru dikirim. Disangrai menjadi coklet kehitaman. Dikirim, sampai di sini, baru digiling, digerinding. Kita bikin kopinya juga pakai mesin kopi tradisional,’’ ujar lelaki yang hijrah ke Pekanbaru pada tahun 2011 ini. Salah satu kunci keberhasilan Ronald dalam membangun bisnisnya adalah membangun ikatan emosional dengan pelanggan. Ini pula yang membuat hubungan Ronald dengan para pelanggan dekat. ‘’Saya kenal mereka. Saya bergaul dengan mereka.

Jadi, saya pengen di sini tuh mereka bukan di tempat makan atau minum. Di sini tempat mereka. Jadi senyaman mungkin itulah yang kita bangun. Hubungan emosional yang paling penting,’’ katanya membuka rahasia suksesnya. Usung Konsep Bali Di Re Caffe Platinum, Ronald ingin menerapkan konsep yang berbeda. Dan Capucino Cincau yang sempat populer tidak akan bisa ditemui di sini. ‘’Dan disini Capucino Cincau gak ada, karena kita ingin bikin suatu yang berbeda lagi,’’ jelasnya.

Re Caffe Platinum memiliki basic kopi hitam. Ini bertujuan untuk menumbuhkan image sebagai warung kopi atau Coffe House. Dibelakang namanya pun ditambahkan kata ‘’Platinum’’ supaya orang tahu ini memiliki konsep yang berbeda dengan Re Caffe yang lama. Secara umum, Re Caffe mengusung konsep Bali. Karena memang kopi andalan di sini adalah kopi Bali. ‘’Tapi karena kesempatan ke Bali belum ada, pernak-pernik Bali nya belum. Nanti akan kental nuansa Bali nya di sini. Bali yang homey. Makanya saya enggak mau tempel-tempel iklan. Kalau iklan cukup di LCD dan audio visual. Jadi bener-bener kayak di rumah,’’ kata pria yang sempat mengenyam pendidikan Teknik Sipil di Universitas Andalas, Padang ini. Re Caffe Platinum memiliki pelanggan dengan latar belakang yang beragam.

Kebanyakan pelanggan dari pagi sampai sore adalah profesional. Sementara pada malam hari didominasi anak-anak muda dan mahasiswa. Re Caffe Platinum sendiri beroperasi dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam. Pengunjung juga bisa menikmati live music dengan iringan piano atau biola. Untuk Kapasitas bisa menampung sekira 130an orang. Ada outdoor, indoor dan VIP room yang bisa menampung 16 orang lengkap dengan sofa dan LCD. Untuk jumlah kunjungan sendiri, Ronald mengaku bila hari biasa jumlah rata-rata pengunjung berkisar diantara angka 250-300 orang. Jumat malam sekitar 400 orang dan malam minggu rata-rata mencapai angka 600an pengunjung.

Soal harga Ronald juga mengaku masih midle. ‘’Masih terjangkaulah di kalangan mahasiswa. Ini kata pelanggan. Yang menarik kata pelanggan, kopi berkualitas tapi harga masih terjangkau,’’ sebutnya anak dari pasangan (Alm) Sahirman dan Nazifah ini. Anggap Positif Pertumbuhan Coffe House di Pekanbaru Banyaknya tumbuh coffe house hampir di setiap sudut Kota Pekanbaru ditanggapi positif oleh Ronald. Menurutnya, akan lebih bagus seandainya Pekanbaru sudah terjangkit virus kopi.

Dalam artian, penggemar kopi akan bertambah. Ini dimungkinkan karena banyaknya tempat ngopi baru membuat orang jadi ingin tahu dan penasaran. ‘’Itu malah bagus, seandainya Pekanbaru sudah terjangkit virus kopi. Dalam artian, orang yang tidak tahu dan tidak suka kopi jadi pengen tahu tentang kopi karena udah dilihat banyaknya coffe house dan menimbulkan penasaran apa sih kopi. Nah, jadi biasanya costumer kalau sudah coba di suatu tempat dan dia sudah coba minum kopi dia pengen lagi,’’ kata pria yang pernah berjualan jus di kawasan Kampus Universitas Riau ini. Menurutnya, munculnya banyak Coffe House di Pekanbaru justru akan menjadi bahan pembicaraan di tengah-tengah masyarakat. ‘’Kayak makanlah. Oh, di situ enak. Jadi bahan pembicaraan.

Dengan muculnya banyak coffe house di Pekanbaru akan menjadi bahan pembicaraan. Mereka akan mencari tempat-tempat lain yang dia belum datangi. Nah, itu nilai positif kalau seandainya banyak coffe house,’’ bebernya. Yang penting katanya, dalam berbisnis harus terus berusaha. Baik dalam menjaga kualitas maupun pelayanan. ‘’Akhirnya costumer akan menemukan tempat di mana dia menemukan kopi yang sesuai dengan lidah mereka dan paling nyaman buat mereka. Gitu. Ini juga jadi promosi bagi kopi. Kita bersaing secara bagus dan tidak saling menjelekkan,’’ kata lelaki kelahiran Padang, 17 Februari 1973 ini.



Tags:  -