"Bono yang Paling Layak Jual"

By Trip Riau  |  20 Agustus 2014 21:48:56 WIB  |  Wisata Riau


Pekanbaru, Tripriau.com - Menjadi Putri Pariwisata Indonesia Riau membuat Nadia Liyana Ibel memiliki banyak kesempatan untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Bumi Lancang Kuning. Putri Photogenic pada ajang Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2013 ini menuturkan, wisata Ombak Bono di Teluk Meranti, Pelalawan, Riau sebagai destinasi wisata paling layak untuk dijual.

Berikut petikan wawancara gadis asal Dumai yang akrab disapa Ibel ini dengan reporter Trip Riau, Aginta Maisella di Pekanbaru beberapa waktu lalu: Hal apa yang didapat selama mewakili Riau untuk mengikuti ajang Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia? Yang pasti pengalamannya banyak banget.

Tapi yang terasa waktu kita uda karantina untuk mengikuti Putri Pariwisata-nya. Ketemu dengan seluruh putri-putri cantik di seluruh Indonesia. Mereka masing-masing mempromosikan pariwisata yang ada di daerah mereka. Jadi saling sharing dan cerita gitu. Kalau di daerah kamu apa wisatanya? Kalau di daerahku ini. Seperti itu. Terus ketemu dengan pembicara-pembi cara yang benar-benar inspiratif. Contohnya itu, Mbak Lula Kamal.

Dia menjelaskan bagaimana cara kita untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan saja. Jangan semuanya, tapi yang unggulan saja yang dibawa keluar. Apa yang kamu ceritakan tentang Riau ketika itu? Kalau dari Riau yang benar-benar unggulan itu sendiri ombak Bono. Bono itu fenomena alam yang sering terjadi diakhir tahun. Bono itu ombak nomor 3 terbesar di dunia. Putri Pariwisata Indonesia tahun lalu dia juga mempromosikan Bono.

Jadi, dia mempromosikan Riau walaupun dia membawa nama Indonesia. Bono itu fenomena alam yang ombaknya gede banget. Apa respon mereka soal Bono? Mereka kaget. Emang berapa sih tinggi Bono itu? 4-6 meter. Oh, itu tinggi bangetkan. Ombaknya itu bedanya dia gak di laut tapi di sungai. Itu sih yang buat fenomenal. Merekanya kaget ingin melihat. Ada seremnya juga, sih. Tapi di sana uda ada venue-venuenya buat ngelihat (0mbak Bono). Tapi hotel (fasilitas) memang belum ada. Menurut kamu, Bono itu sendiri promosinya uda cukup belum? Menurut Ibel sih belum. Karena Ibel lihat masih dibantu dengan pihak dari pusat.

Tapi untuk di Riau sendiri kayaknya belum terlalu dipromosikan. Makanya, lebih ke fasilitas dulu baru promosi. Karena yang pertama kali mempromosikan aja kan orang luar, bukan orang kita. Sebagai Putri Pariwisata, apa sih menurut kamu destinasi wisata di Riau yang layak untuk dijual? Kebetulan kemarin Ibel mewakili Riau, kita diminta untuk mempresentasikan destinasi wisata unggulan yang ada di Riau. Dan kita dikasih waktu 1 menit untuk mempromosikan dengan slide yang seadanya. Nah, waktu itu Ibel bingung milihnya apa yah. Sampai dapatnya itu Bono.

Bono ini benar-benar berpotensi banget untuk dipromosiin. Jadi, Ibel bawanya Bono. Dan Renita Arlin (Putri Pariwisata Indonesia) aja mereka kaget. Dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mereka nanyain, ‘’yang dari Riau mana? Saya mau ketemu yang dari Riau’’. Dan mereka nanya, di Riau ada apa? Itu yang ombak gede itu, Bono. Jadi Bono itu uda terkenal di luar. Tapi di Riau nya sendiri masih segelintir orang aja yang tahu. Jadi Bono, sih, yang lebih Ibel bawa ke Jakarta kemarin untuk dipromosiin.

Sejauh pengamatan kamu, kondisi dunia pariwisata Riau saat ini gimana, sih? Kalau menurut Ibel sih belum maksimal. Tapi sedang menuju ke proses maksimal. Karena walaupun destinasi di Riau itu tidak terlalu banyak kayak seperti yang ada di Pulau Jawa dan Sumbar, tapi tetap aja Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan Riau Tourism Board juga tetap berusaha untuk mempromosikan itu.

Menurut Ibel, sih, sudah lumayan bagus tapi harus lebih dipromosikan karena destinasinya juga banyak yang bisa dipromosikan. Apa sebenarnya yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat supaya sektor pariwisata di Riau bisa berbicara banyak dan berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata Nasional? Ibel sih nyaraninnya fasilitas di tempat wisata itu. Kita kan ada Sapta Pesona. Dan Sapta Pesona itu poin ketujuhnya adalah kenangan. Jadi kalau kita berwisata, kita pasti ingat, kemarin aku kesini, loh. Nah, mereka pasti cerita, kemarin aku ke sini. Jadi, kita menciptakan kenangan untuk orang yang berkunjung.



Tags:  -