Melihat Aktivitas Gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas

By Trip Riau  |  12 Januari 2015 10:17:42 WIB  |  Wisata Riau

20150422220353_DSC_3428.jpg

Pekanbaru, tripriau.com - Bagi Anda yang memiliki hobby travelling dengan konsep wisata edukasi, salah satu pilihan yang tepat adalah berkunjung ke Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas. Tepatnya berada di Minas, Kabupaten Siak.

Pusat Pelatihan Gajah ini berlokasi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasim yang berada di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau.

Aktivitas rutin memandikan gajah di PLG Minas. Foto: A. Ronny/tripriau

Perjalanan menuju kawasan ini tidaklah sulit dan akses jalan mudah dijangkau, hanya sekitar kurang lebih 1 jam 30 menit dari Pusat Kota Pekanbaru.

Perjalanan dimulai dari Rumbai hingga berakhir di Minas, setelah itu di sebelah kiri sisi jalan akan terlihat plang nama yang bertulisan Pelatihan Gajah ( Elephant Conservation).

Dari plang tersebut terus saja masuk kedalam mengikuti pentunjuk arah jalan, nah, di situ Anda akan menemumukan Pusat Pelatihan Gajah ( PLG) Minas.

Sesampainnya di Pusat Pelatihan Gajah (PLG), kita akan disambut oleh 27 ekor gajah yang terdiri dari 15 ekor gajah jantan dan 12 ekor gajah betina, dari tertua hingga gajah terkecil. Gajah tertua diberi nama Sengharun berumur 42 tahun, merupakan gajah jantan dengan bobot kurang lebih 3,3 ton.

Sengharun adalah gajah yang bertugas untuk berpatroli. Adapun gajah terkecil bernama Diego yang berumur 3 tahun, sementara ibunya bernama Verawati. Diego adalah gajah yang lahir di tempat Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas ini. Apa saja yang bisa kita lakukan di tempat ini? Tentunya ini merupakan pilihan travelling yang edukatif.

Hampir semua gajah memiliki kepandaian dan sudah terlatih. Di sini kita bisa melihat aktivitas gajah sehari-hari mulai dari gajah bangun tidur sampai gajah kembali tidur, semuanya sangat menarik perhatian kita.

Pada pukul 8.00 Pagi, gajah akan bersiap-siap untuk dimandikan dan diiringi oleh mahot gajah (pelatih gajah) untuk pergi kesungai, selesai mandi gajah akan di lepas di hutan untuk makan, main serta di latih. Tentunya tidak dilepaskan begitu saja. Kaki gajah akan di rantai dengan rantai yang panjangnya mencapai 30 meter.

View PLG Minas. Foto: A. Ronny

Hal ini bertujuan agar gajah tidak berkeliaran ke mana-mana. ‘’Pada pukul 15.30 gajah yang dilepaskan di hutan akan kembali dijemput, setelah itu gajah akan mandi sore,’’ sebut Mukti Harahap (33), Humas di PLG Minas ini. Gajah disini sangat terjaga dan terawat, karena setiap hari petugas selalu membersihkan tempat gajah, agar gajah selalu terjaga kebersihannya.

Selain itu untuk kesehatannya, selalu ada pemeriksaan rutin yang dilakukan mulai dari cek darah, pemberian vitamin dan obat cacing , sehingga gajah terhindar dari serangan penyakit.

Selain bisa melihat aktivitas gajah, pengunjung bisa menaiki punggung gajah untuk berkeliling hutan (jungle trekking), baik menelusuri sungai ataupun hanya sekedar berfoto-foto dengan gajah, yang bisa menjadi momen yang tak terlupakan bagi pengunjung.(sinta)



Tags:  -