Melihat Keindahan Tersembunyi PLTA Koto Panjang

By Trip Riau  |  14 Januari 2015 18:55:23 WIB  |  Wisata Riau

PLTA Koto Panjang yang berada di Kabupaten Kampar. Foto: Yayang Bolang Winata for tripriau.com

Kampar, tripriau.com - Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau menggelar kegiatan perdana berupa kunjungan perjalanan ke salah satu destinasi ekowisata di Riau. Atas kesepakatan bersama dipilihlah Danau PLTA Kota Panjang di Kabupaten Kampar sebagai tempat tujuan wisata. Menurut informasi, Danau PLTA Koto Panjang merupakan tujuan wisata alam yang menarik dan masih sangat alami.

Spot ini juga sepi dari hiruk-pikuk kota dengan hamparan pemandangan Bukit Barisan dan danau yang airnya berwarna hijau. Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari Kota Pekanbaru, rombongan sampai di Danau PLTA Koto Panjang yang memiliki lanskap menawan.

Sesampainya dilokasi, dengan menggunakan kapal kami menyeberang ke sebuah pulau yang biasa disebut dengan Pulau Tongah. Pulau Tongah ini dikelola oleh Pak Yunus.

Di pulau ini, kami yang berjumlah 30 orang bermalam, mendirikan tenda dan beristirahat untuk menikmati malam. Keesokan harinya sekitar pukul 08.00 pagi kami kembali bersiap untuk memulai petualangan di kawasan PLTA Koto Panjang ini. Destinasi selanjutnya yang akan dituju adalah air terjun yang memiliki ketinggian lebih kurang 30 meter.

Camping Ground Pulau Tongah. Foto: LPE for tripriau.com

Setelah melakukan briefing sekitar 10 menit dan berdoa sejenak kami pun memulai perjalanan dengan diantarkan oleh Pak Yunus, sang pemilik kapal. Perjalanan menuju spot air terjun ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan menyusuri danau. Air danau yang tenang berwarna hijau ditambah ranting-ranting pohon yang terdapat di permukaan danau memberikan keindahan tersendiri dalam perjalanan kami kali ini.

Setelah 1 jam perjalanan kami sampai di tepian bukit yang airnya sudah dangkal karena musim kemarau. Perjalanan menuju air terjun kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 40 menit. Selama berjalan kaki kami melewati aliran anak sungai dengan bebatuan yang sangat alami. Kami berjalan di antara bukit-bukit yang berdiri kokoh didampingi hijaunya pepohonan.

Sungguh, pemandangan yang luar biasa dan menakjubkan. Di antara hijaunya rumput-rumput juga terselip pohon-pohon kering yang indah dengan hiasan akar hitam yang terseret arus sungai saat air besar. Setelah hikking selama lebih 40 menit, diiringi dengan rasa penasaran yang tinggi, kami pun sampai di air terjun yang sudah kami tunggu-tunggu. Benar saja, ketinggian air terjun ini mencapai lebih kurang 30 meter. Sorak-sorai langsung pecah begitu deru air terjun mulai terdengar.

Rombongan Trip Jelajah Riau 1 Laskar Pegiat Ekowisata (LPE) Riau sedang berjalan menuju air terjun di kawasan PLTA Koto Panjang. Foto: LPE for tripriau.com

Tanpa pikir panjang rombongan yang terlihat lelah setelah menempuh perjalanan panjang langsung saja menikmati kesegaran air terjun dengan berendam dan berenang. Tidak sedikit pula yang mengabadikan momen indah ini dengan berfoto. Semua rasa lelah seakan sirna setelah menikmati deburan air terjun. Setelah makan siang sekitar pukul 13.00 WIB saya dan rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke kapal untuk menuju pulau tempat kami stay.

Sesampainya di pulau sudah sekitar pukul 15.40 WIB. Sebagian rombongan memutuskan untuk kembali ke Pekanbaru karena harus sudah ada yang bekerja. Sementara saya dan rombongan yang tinggal melanjutkan perjalanan menuju goa yang jaraknya sekitar 40 menit dari pulau.

Laskar Pegiat Ekowisata dan rombongan di air terjun kawasan PLTA Koto Panjang. Foto: LPE for tripriau.com

Kami pun menyusuri goa yang panjangnya sekitar 20 meter dengan postur goa yang masih sangat alami. Bahkan menurut Pak Yunus belum ada wisatawan yang datang sebelum kami. Ini dikarenakan keberadaan goa ini tidak diketahui oleh wisatawan manapun. Yang tahu keberadaan goa ini hanyalah warga sekitar Danau PLTA Koto Panjang yang kerap berburu mencari landak.

Goa ini cukup sempit bahkan kami harus merangkak untuk masuk ke dalamnya. Sesampainya di bagian dalam ada bagian yang cukup lebar dan tinggi untuk kita bisa berdiri dan melihat-lihat dinding-dinding goa yang masih alami ini. Suasana di goa ini sangat gelap. Kondisi ini biasanya sangat disukai oleh hewan-hewan seperti kalelawar, ular, landak dan lain sebagainya.

Menyusuri Gua Landak di kawasan PLTA Koto Panjang. Foto: LPE for tripriau.com

Setelah puas berada di dalam kami pun memutuskan untuk keluar dari lubang goa dan kembali ke kapal untuk membersihkan tubuh. Kami pun menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak menikmati senja yang damai bersama ranting-ranting pohon yang tegak berbaris, sekaligus menjadi saksi keindahan Danau PLTA Koto Panjang. (Yayang "Bolang" Winata Ketua Laskar Pegiat Ekowisata (LPE) Riau)



Tags:  -