Mesjid di Kampar Ini Dibangun Tanpa Menggunakan Paku

By Trip Riau  |  20 April 2015 20:00:48 WIB  |  Wisata Riau

20150420201722_1421132571IMG_0120.jpg

Kampar, tripriau.com – Hai Tripers, di Kabupaten Kampar, Riau tepatnya di Pasar Usang, Desa Tanjung Berulak, Air Tiris terdapat sebuah mesjid unik yang telah berusia lebih dari 1 abad. Mesjid Jami’ namanya, dibangun pada tahun 1901 masehi. 

Masjid Jami’ masih berdiri kokoh sampai sekarang dan menjadi simbol kehidupan masyarakat ‘’Serambi Mekah’’ yang religius.

Suasana teduh dan sejuk begitu terasa saat menginjakkan kaki di masjid yang memiliki konstruksi unik ini. Masjid Jami’ berada di tengah perkampungan warga. Kampung ini sangat tenang. Sawah dan ladang terhampar sebagai tempat untuk mencari nafkah bagi masyarakat di Desa Tanjung Barulak.

Arsitektur Mesjid Jami'. Foto: Wan Akhwan A

Dibangun Tanpa Menggunakan Paku

Ada keunikan Mesjid Jami’ yang tak dimiliki oleh bangunan lainnya, yakni dibangun tanpa menggunakan paku. Seluruh bagian masjid terbuat dari kayu tanpa menggunakan besi dan paku, melainkan hanya mengandalkan pasak kayu. 

Meski begitu, mesjid ini masih terlihat kokoh, walau usianya sudah lebih dari 1 abad. Sementara arsitektur Masjid Jami’ menunjukkan adanya perpaduan gaya arsitektur Melayu dan China, dengan atap berbentuk limas. 

Bangunan mesjid dengan konstruksi utama berbahan kayu ini, terdiri dari bangunan induk yang ukuran aslinya 30 X 40 meter, mihrab 7 X 5 meter, dan menara. Tinggi bangunan mencapai 24 meter, dilengkapi dengan 2 buah mimbar dan 2 buah bak untuk mengambil wudhu.

Mesjid ini dibangun dengan konstruksi bertulang kayu. Menurut cerita, kayunya diambil dari hutan dengan ukuran 3 kali pemelukan orang dewasa. Ini karena kayu besar memiliki batang yang tinggi dan dapat dibuat sepanjang ukuran yang diperlukan, sehingga tidak terjadi sambungan.

Apabila kita melihat Mesjid Jami’ dari depan, bangunan ini berbentuk Limas (kerucut, piramida) dan terlihat ada tiga bangunan, yang satu berlenggek tiga, yang disebut mihrab, yang satu berlenggek empat atau induk mesjid dan di belakang ada menara tempat azan.

Batu Kepala Kerbau yang Dipercaya Dapat Menyembuhkan Penyakit

Keunikan lain dari mesjid ini adalah keberadaan batu kepala kerbau. Disebut batu kepala kerbau karena bentuknya yang memang menyerupai kepala kerbau. 

Batu Kepala Kerbau, dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Foto: Wan Akhwan A

Menurut cerita yang berkembang, batu ini bisa berpindah dengan sendirinya, sehingga disakralkan oleh masyarakat sekitar.

Saat ini, batu kepala kerbau diletakkan di sebuah bak dibelakang mesjid yang airnya sering digunakan untuk berwudhu. Konon, batu ini dipercaya masyarakat bermanfaat untuk pengobatan dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Banyak orang yang datang hanya untuk sekedar membasuh tubuhnya dengan air dari bak yang berisi batu ini.

Berdasar cerita para tetua kampung, peristiwa batu kepala kerbau berawal pada saat mesjid hendak dibangun. Ketika itu masyarakat mencari batu alam untuk dijadikan pondasi mesjid.

Namun, sebuah keajaiban terjadi. Sebongkah batu alam yang hendak dijadikan pondasi selalu ‘’lari’’ dari posisinya. Berkali-kali dicoba batu ini tetap lari. Batu inilah yang selanjutnya dikenal dengan batu kepala kerbau.

Sejarah Berdirinya Mesjid Jami’

Menurut sejarah, Mesjid Jami’ dibangun atas prakarsa Engku Mudo Sangkal. Beliau adalah seorang ulama, guru, mubaligh, dan pemimpin yang sangat berjasa dalam pendidikan dan pengembangan agama di daerah ini. Beliau lahir di Air Tiris pada tahun 1862 dan wafat di Tanjung Barulak, Kampar pada tahun 1927. 

Pada tahun 1881 pasar kenegerian, yang sekarang dikenal dengan kecamatan didirikan. Ketika itu, Engku Mudo Sangkal melihat tidak ada tempat peribadatan di daerah ini. Yang ada cuma ‘’Nosa’’ yakni bangunan serupa pendopo yang hanya memiliki lantai dan atap. Kemudian dipanggillah para pemuka masyarakat, alim ulama untuk bermufakat mendirikan sebuah masjid. Akhirnya disepakatilah untuk melibatkan 24 kampung di sekitar daerah ini dalam pembangunan masjid.(ronny)

 



Tags:  -