Owner Er-Corner ini Raup Rp 50 Juta Perbulan dari Produk Vintage

By Trip Riau  |  24 April 2015 19:45:55 WIB  |  Business

20150424195916__DSC0074.jpg

Pekanbaru, tripriau.com – Hai Tripers, istilah vintage tentunya sudah tidak asing lagi bagi Anda, khususnya para fashionista di berbagai penjuru dunia. Vintage yang banyak digandrungi di era 60an, kini eksis kembali dengan kreasi mix and match yang disesuaikan.

Salah satu butik di Pekanbaru yang khusus menawarkan produk-produk vintage adalah Er-Corner Boutique, yang berlokasi di Jalan Balam, Panam, Pekanbaru. Produk-produk Er-Corner sangat digandrungi perempuan muda yang melek fashion.

Riska Yuliani, sang owner, mengawali bisnis fashion ini dari online shop di tahun 2010. Setahun kemudian barulah dia membuka toko offline untuk memasarkan produknya. Sejak awal berdiri, butik ini memang telah mengusung tema vintage.

Berkat produk vintage-nya ini, di hari normal, Riska mampu meraih omset dari Rp 30 hingga 50 juta perbulan. Tapi di bulan khusus seperti Ramadhan dan saat mengikuti bazar omsetnya bisa mencapai dua kali lipat.

“Ini karena didukung momen hari besar, selain itu kita juga rutin mengadakan kuis (program promosi) untuk mengikat pelanggan,” tutur Riska kepada tripriau.com.

Tidak hanya menawarkan produk-produk baru, Er-Corner juga memanjakan pelanggannya dengan second stuff yang tidak kalah ''kece''.

Barang-barang vintage di sini tidak melulu baju atau celana, tapi ada juga tas unik, sepatu kulit, dan aksesoris hingga makeup yang bisa mendukung gaya vintage kamu.

Aneka produknya dibandrol dengan harga paling murah Rp 20.000 hingga tertinggi Rp 400.000.

Vintage yang sangat identik dengan motif floral, polkadot, animal print, stripe dan zig zag serta warna gold dan ''ngejreng'' ini memang memiliki keunggulan dari tren fashion lain yang selalu berubah setiap tahun. Sementara vintage, unik dan tidak harus mahal.

Er-Corner Boutique, Jl. Balam, Panam, Pekanbaru. Foto: tripriau.com

''Keunggulan lainnya produk vintage ini adalah everlasting style (tak pernah mati),'' jelas Riska.

Jika dibayangan Anda selama ini tampil trendi dan fashionable itu berhubungan dengan barang bermerek dan harga selangit, maka tidak demikian dengan style ala vintage. Konsistensi inilah salah satu yang menjadikan Er-Corner tetap eksis di mata costumer-nya.

Hal ini terbukti dengan penjualan yang tidak hanya di Pekanbaru, namun merambah Aceh hingga Papua. Meskipun produk hasil desain sendiri masih berjalan 30 persen, namun ke depannya Er -Corner berharap bisa memproduksi brand sendiri yang akan dipasarkan di seluruh kota di Indonesia.(uci)



Tags:  -