Permainan Rakyat, (Kini) Antara Kenangan dan Ingatan

By Trip Riau  |  01 Mei 2015 21:16:20 WIB  |  News

20150501213042_Permainan Rakyat Riau Heritage.jpg

Pekanbaru, tripriau.com – Perkembangan teknologi, perlahan tapi pasti telah menggerus eksistensi beragam permainan tradisional atau permainan rakyat yang dulu kita kenal.

Aneka permainan yang dulu kerap dimainkan dan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kini berhasil digantikan oleh aplikasi game berbasis teknologi.

Sekarang, sangat sulit menemukan anak-anak bermain ‘’congklak’’ di rumah. Ataupun menyaksikan sekumpulan anak-anak sedang memainkan ‘’gobak sodor’’ di pekarangan sekolah.

Begitu pun jenis permainan lain yang dulu begitu lekat dengan keseharian. Sebut saja patok lele, layang-layang, kelereng, gasing, engklek dan banyak lagi, kini menjadi pemandangan langka.

Digitalisasi zaman seiring perkembangan teknologi yang kian massif, mesti diakui, telah berhasil menggeser dan mengeleminasi keberadaan permainan rakyat di tengah-tengah masyarakat.

Yayasan Riau Heritage menampilkan aneka permainan melalui gelaran Bulan Pusaka 2015. Foto: A. Ronny/tripriau.com

Untuk mengembalikan ingatan akan permainan tradisional inilah, Yayasan Riau Heritage menampilkan aneka permainan melalui gelaran Bulan Pusaka 2015, bertempat di Lantai 2 Gedung Gramedia Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Setiap pekan, tepatnya Rabu, pengunjung bisa datang untuk menikmati kembali permainan ini.

Pekan pertama, panitia menyuguhkan permainan ‘’congklak’’. Sementara di pekan kedua, pengunjung diajak bernostalgia melalui permainan ‘’engklek’’.

Di pekan selanjutnya, pengunjung yang datang ke Gramedia bisa ikut bermain ‘’tali merdeka’’ dan ‘’gasing’’.

Tak hanya permainan rakyat, Bulan Pusaka 2015 yang digelar sebulan penuh dari tanggal 18 April hingga 18 Mei 2015 juga menampilkan beragam kegiatan seru lainnya.

Ada pertunjukan seni tradisi, pameran kegiatan pusaka, bedah buku, give away blog contest, dan heritage photo contest.

Relawan Riau Heritage, Febi Indria N di lokasi acara mengatakan, aneka permainan rakyat ini ditampilkan untuk mengingatkan kembali masyarakat akan permainan yang dulu pernah menjadi idola.

‘’Kita mencoba mengingatkan kembali berbagai permainan tradisional yang dulu sering kita mainkan. Apalagi sekarang orang sukanya main game dari gadget,’’ katanya.

Febi menjelaskan, permainan rakyat mengandung banyak nilai-nilai positif. ‘’Ada interaksi dan sosialiasi di dalamnya. Maknanya juga dalam. Ada nilai-nilai kebersamaan dan kekompakan yang bisa kita ambil,’’ sebutnya.

Ditampilkannya aneka permainan rakyat pada kegiatan Bulan Pusaka 2015 ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat.

Salah satu pengunjung, Ragilia Rachmayuni (26) menyebut, permainan rakyat ini dapat membawa kembali kenangan masa kecil bagi pengunjung.

‘’Selain itu juga dapat memperkenalkan kepada anak-anak (generasi sekarang) yang mungkin saja tidak mengetahui permainan rakyat tersebut. Para orang tua yang datang ke Gramedia bersama anaknya dapat langsung memperkenalkan, bahkan bermain langsung dengan anak-anaknya,’’ katanya.

Apalagi, katanya melanjutkan, zaman sekarang anak-anak lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain game di gadget. ‘’Dari pada bermain permainan tradisional atau permainan rakyat,’’ kata perempuan berjilbab ini.

Dia juga berharap, kegiatan-kegiatan seperti Bulan Pusaka semakin banyak digelar.

‘’Mungkin kalau bisa diadakan ‘’kejuaraan permainan rakyat’’. Mungkin di bulan Agustus (Hari Kemerdekaan), sehingga bisa dilestarikan oleh generasi sekarang,’’ katanya memberi ide.(rio)

 



Tags:  -