Indra Herlambang Beri Ilmu Jurnalistik di PCR

By Trip Riau  |  10 Mei 2015 17:09:11 WIB  |  News

20150510175048_IHSJW1.jpg

Pekanbaru, tripriau.com – Presenter yang juga penulis buku Indra Herlambang menjadi pembicara pada Inter High School Journalistic Workshop (IHSJW) 2015, yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STAR, Politeknik Caltex Riau, Ahad (10/5) di Kampus PCR, Rumbai.

Presenter kocak ini mendapat kesempatan mengisi materi pada sesi pertama, yakni tentang jurnalistik. Sementara sesi kedua yang mengupas fotografi disampaikan oleh Visual Communication Chevron, Pradonggo.

Pradonggo, Visual Communication Chevron, sedang membawakan materi fotografi di Kampus Politeknik Caltex Riau, Rumbai. Foto: A. Ronny/tripriau.com

Materi jurnalistik yang disampaikan Indra berlangsung cair. Dia juga mengajak para peserta untuk berinteraksi. Pria berkacamata ini memberikan kiat-kiat menulis, melakukan wawancara, menentukan sudut pandang sebuah berita, menentukan headline dan lain sebagainya.

Indra menyampaikan, menulis merupakan sebuah kegiatan yang mengasikkan. Apalagi ketika kita bisa menulis sebuah buku.

Dia pun menceritakan pengalamannya beberapa waktu silam. Saat itu, melalui surat elektronik, dia mendapatkan pujian dari seseorang di Jerman yang mengatakan buku yang ditulisnya sangat bagus sekali.

‘’Itu rasanya luar biasa sekali. Lebih dari kita mendapatkan uang atau harta. Lebih dari segala-galanya,’’ katanya.

Tak lupa dia juga memotivasi peserta untuk menulis. ‘’Nanti teman-teman bisa menjadi penulis. Kita tidak mengharapkan selepas dari sini teman-teman langsung jadi wartawan, jadi blogger. Tapi, kita ingin mencolek kawan-kawan untuk menulis. Karena menulis itu menyenangkan,’’tambahnya.

Inter High School Journalistic Workshop (IHSJW) 2015 di Kampus Politeknik Caltex Riau, Rumbai. Foto: A. Ronny/tripriau.com

Sementara, di sesi kedua Pradonggo memberikan pemahaman kepada peserta tentang Literasi Media, Jenis Fotografi dan Jurnalistik Fotografi.

Pradonggo menjelaskan, Literasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen, menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses.

Soal foto jurnalistik, pria yang biasa disapa Onggo ini menyampaikan, ‘’Apakah boleh background (dalam sebuah foto) dipotong? Bolehkah menggelapkan wajah? Bolehkah menghilangkan sesuatu yang tidak perlu?’’.

Dia mengatakan, bahwa semua itu tidak ada aturannya. ‘’Namun, kita punya panduan, jangan berbohong,’’ katanya. (rio)



Tags:  -