Tren Musik Berubah, MansionPro Luncurkan Online Indie Label

By Trip Riau  |  14 Mei 2015 17:55:18 WIB  |  Business

20150514175906_Mansionpro.jpg

Pekanbaru, tripriau.com – Tren di dunia musik sangat cepat berubah dan bergerak begitu dinamis. Agar tetap eksis, pemain-pemain di industri ini dituntut untuk selalu kreatif, inovatif dan peka terhadap perkembangan teknologi.

Paling tidak itu yang telah dilakukan oleh MansionPro, yang sejak tahun 2011 bergerak di jasa rental band, studio rekaman dan kursus gitar.

Beberapa bulan lalu, studio rekaman yang berlamat di Jalan Nenas, Sukajadi, Pekanbaru ini menciptakan marketplace di media digital dengan meluncurkan Online Indie Label, yakni memasarkan band indie secara online.

Online Indie Label ini diluncurkan setelah melihat tren band mulai bangkit lagi setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengalami penurunan. ‘’Tren band mulai naik lagi. Ide dari kawan-kawan kita buat label indie. Kita ingin ada yang baru,’’ kata Owner MansionPro, Robby Cahyadi.

Kenapa online? Robby menuturkan, saat ini tren penjualan musik berbentuk fisik seperti VCD, CD atau DVD sudah mulai lesu. Bisnis ini sudah ‘’sunset’’ alias sudah memasuki masa senja.

‘’Penjualan online adalah salah satu solusi disaat tren fisik menurun dan persoalan pembajakan tidak menemukan solusi,’’ jelas Robby.

Robby saat itu melirik tren di kalangan pengguna iphone, yang memiliki iTune, yakni sebuah piranti lunak dari Apple yang bisa memutar, mengorganisasi dan membeli lagu. Idenya pun sedikit banyak terinspirasi dari sana.

Saat ini, pecinta musik bisa mengunjungi situs www.mansionpro.com. Laman digital ini menyediakan katalog yang berisi band indie. Tidak hanya dari Pekanbaru, tapi juga seluruh Indonesia.

‘’Kebanyakan memang band yang rekaman di MansionPro. Ada band dari Jakarta, Pekanbaru, Padang, Bali, Jogja dan Bandung. Karena kita memang targetkan walaupun secara fisik MansionPro tidak bisa menjangkau nasional tapi secara online bisa. Bahkan semua negara yang ada akses internet,’’ jelasnya kepada tripriau.com.

Berbagai fitur bisa kita temukan saat berkunjung ke mansionpro.com, seperti store, single terlaris, info, tips dan artikel mengenai musik. Bahkan, hanya untuk sekedar mendengarkan lagu-lagu yang ada di laman ini.

Aplikasi Online Indie Label ini juga sudah tersedia di playstore dan bisa diinstal secara gratis di gadget.

Online Indie Label ini diharapkan mampu menjangkau seluruh band yang ada di Indonesia. ‘’Walaupun tidak semua bisa rekaman di MansionPro, tapi Online Indie Label ini ingin menjadi channel distribusi bagi band-band yang ada di dalamnya,’’ kata Robby lagi.

Di situs ini band-band bisa mempromosikan dan menjual karyanya. Nantinya ketika orang melakukan pencarian di internet dan menemukan band dari kota yang mereka inginkan, mereka bisa kontak.

‘’Nah jadi kita bisa buat sales bagi bandnya. Mempromosikan band-bandnya yang sifatnya nasional,’’ terang Ketua Komunitas Tangan Diatas (TDA) Pekanbaru ini.

Secara bisnis, Robby mengatakan, penjualan lagu bukanlah hal utama. Karena hasil penjualan menjadi milik artis, bukan MansionPro. Yang ingin dibangun adalah jaringan komunitas indie.

‘’Target kita membangun komunitasnya dan jaringan online. Kita gak kepikiran cari biaya (pemasukan). (Kita) Murni membangun komunitas indie. Kita gak ada profit. Kita saling menguntungkan. Band mereka dikenal sementara web kita juga dikenal orang karena banyak yang mengunjungi,’’ tegasnya.

Robby Cahyadi, owner MansionPro. Tren musik yang terus berubah menuntutnya untuk melakukan berbagai inovasi. Salah satunya dengan meluncurkan Online Indie Label. Foto: Doc. tripriau.com

Bicara bisnis, paling tidak ada dua hal yang ditargetkan MansionPro dari hadirnya inovasi ini. Pertama, menjadi jaringan komunitas indie yang besar. Tujuannya, agar yang di daerah-daerah (target market) gairah bermusiknya tetap ada, bahkan naik.

‘’Kedua, adanya support (sebagai sponsor) dari vendor-vendor besar seperti alat musik, sound system dan sebagainya,’’ kata Robby lagi.

Robby juga terus mencari cara agar jaringan ini terus berkembang. Berkaca dari market leader seperti iTune, tren yang kini lagi booming adalah streaming. Jadi, tren saat ini orang online dan membuka situs lantas mereka susun playlist dan dengarkan di sana. Walaupun download gratis, saat ini orang sudah malas untuk download lagu.

‘’Nah, kita juga terpaksa geser, orang gak harus beli dan download. Orang cukup susun playlist dan nongkrong. Artinya apa, orang akan semakin lama nongkrong di website kita. Jadi dari segi webnya lebih bagus karena orang bertahan lebih lama. Untuk streaming (di mansionpro.com ) masih beberapa lagu. Semua sudah di update termasuk yang di playstore,’’ sebutnya.(rio)



Tags:  -