Berkat Burger Ukuran Jumbo

By Trip Riau  |  19 Mei 2015 09:55:10 WIB  |  Business

20150519100200_Gaboh.jpg

Pekanbaru, tripriau.com - Meski memiliki karir oke sebagai Marketing Service Coordinator di salah satu perusahaan produsen minuman terkemuka, Iwan Setiawan Siregar (31) tetap ingin memiliki bisnis sendiri.

Bersama sang istri Eva Rosiana Dewi (26), di penghujung tahun 2011 berdirilah usaha kuliner yang diberi nama Gaboh, yang mengusung burger ukuran jumbo sebagai ciri khasnya.

Berdirinya Gaboh sedikit banyak dilatar belakangi oleh relasi dan pertemanan sang suami. Saat berdomisili di Pekanbaru pada 2011, kebanyakan teman Iwan adalah para pengusaha dengan berbagai latar belakang. Ini yang menginspirasinya untuk punya usaha. 

‘’Setelah dipikir-pikir dan dilihat-lihat, kita ini senang makan dan sudah tinggal di mana-mana. Mulai dari Kalimantan, Jawa hingga Sumatera. Jadi hampir semua makanan kita bisa nerima. Istilahnya suka kuliner. Jadi dipilihlah usaha kuliner,’’ kata sang istri.

Burger pun dipilih karena ingin mencari pilihan kuliner yang baru di Pekanbaru. Eva menilai, di Kota Bertuah sudah banyak kuliner seperti nasi. Burger sendiri sebenarnya sudah cukup mudah ditemukan saat itu. Tapi dia mencoba menawarkan burger yang berbeda dari yang lain.

‘’Burger Gaboh sendiri artinya besar. Jadi kita punya, nih, burger ukuran besar yang di tempat lain gak ada. Burgernya besar, dagingnya tebal,’’ imbuh Eva.

Karena baru pertama terjun ke dunia bisnis, tak ayal berbagai kendala pun ditemui. Mulai dari manajemen karyawan, manajemen standar dan administrasi. Dari situ mereka terus belajar memperbaiki usaha yang mereka rintis.

Iwan menuturkan, tantangan dalam membangun usaha kuliner di Pekanbaru cukup besar. Alasannya, cafe dan rumah makan di Pekanbaru makin banyak yang menawarkan variasi-variasi makanan dan venue yang nyaman. Sehingga harus bisa menjaga inovasi dan kreativitas agar bisa tetap bertahan.

‘’Juga harus punya differensiasi dan keunggulan yang unik diproduk makanannya,’’ kata pria kelahiran Medan ini.

Strategi untuk menarik pelanggan juga dibangun. Dimulai dengan menonjolkan ciri khas burger Gaboh sendiri yang berukuran besar, memiliki daging tebal dan kualitas yang baik.

Tak kalah penting adalah proses memasaknya yang baik karena diproses dengan cara dipanggang. Cara memasak dengan dipanggang lebih sehat dibanding cara memasak di pan, karena kalau dipanggang minyak lemaknya jatuh, sementara kalau di pan minyak lemaknya kembali lagi ke daging.

‘’Kita ini kan junk food. Jadi kita ingin buat junk food ini juga sehat. Baik kualitas maupun cara memasak,’’ tutur Eva.

Eva Rosiana Dewi (26), Owner Burger Gaboh Pekanbaru. Foto: A. Ronny/tripriau.com

 

Pertumbuhan usaha yang relatif baik ditambah keinginan menghadirkan Gaboh dengan konsep berbeda, menjadi latar belakang dibukanya second venue Gaboh di Jalan Suka Terus, Sail, Pekanbaru. Second venue ini mengusung suasana yang lebih homey.

Di second venue ini tersedia layanan untuk small meeting dengan kapasitas 5-15 orang.

‘’Jadi lumayan juga banyak yang pakai. Karena fasilitasnya lengkap, ada AC, infocus, printer, microphone dan sound system. Dan itu gak pakai charge. Cuma pemesanan makanan. Dan itupun lebih murah jadinya karena kita ada paketnya,’’ terang Eva yang mengatakan di second venue ini kapasitas pengunjung mencapai 200 orang.(rio)

 



Tags:  -