Sulam Lukis, Melihat Kebutuhan akan Inovasi Industri Sulaman

By Trip Riau  |  07 Juni 2015 21:14:01 WIB  |  News

20150607211642_Sulam Lukis.jpg

Pekanbaru, tripriau.com – Kebutuhan akan inovasi pada industri sulaman yang beberapa tahun belakangan terasa stagnan, menjadi alasan hadirnya brand Sulkis atau Sulam Lukis. Mengusung produk berupa baju dan jilbab, hadirnya konsep sulam lukis diharapkan membuat para pengguna sulaman semakin trendi.

Sang Owner, Winda Kayo, yang lulusan Pendidikan Seni Rupa di Universitas Negeri Surabaya, memang berusaha melahirkan produk yang inovatif dan marketable, sesuai dengan passion-nya di bidang seni rupa.

‘’ Setelah saya pelajari dan melakukan riset pasar beberapa bulan, maka lahirlah ide sulam lukis, yakni menggabungkan teknik sulam dan teknik lukis menjadi satu untuk diterapkan pada jilbab,’’ terangnya.

Kekuatan produk Sulam Lukis ini sendiri terletak pada inovasi sulam lukisnya. ‘’Maksudnya, ke depannya kami selalu memberikan model desain sulam lukis yang selalu berbeda dengan produk lainnya,’’ terangnya.

Para muslimah (pengguna jilbab) di Indonesia dengan rentang usia 20 hingga 50 tahun menjadi target pasar dari Sulam Lukis. Winda Kayo beralasan, dengan populasi muslim terbesar di dunia, maka otomatis kebutuhan akan jilbab sangat besar. ‘’Saya pikir saya harus menjual sulam lukis melalui jilbab,’’ katanya.

Ceruk pasar di negeri jiran Malaysia juga menjadi sasaran produk Sulam Lukis. Untuk membidik peluang pasar di negara tetangga ini, Winda mengacu pada hasil survei yang menyebut nilai ekspor sulaman Bukittinggi/Sumbar ke Malaysia mencapai puluhan milyar perbulan. ‘’Menurut saya ini nilai yang fantastis untuk di masuki,’’ katanya kepada tripriau.com.

Maraknya perkembangan bisnis dalam jaringan atau ‘’daring’’, semaksimal mungkin dimanfaatkan Sulam Lukis untuk memperluas penetrasi pasarnya. ‘’Manfaat online terhadap promosi produk tentu sangat membantu sekali, apalagi bagi produk dengan konsep baru seperti sulam lukis,’’ paparnya.

Winda mengaku, berkat mempromosikan produk secara online, di luar dugaan, dirinya mendapat order dari berbagai kota seperti Surabaya, Jambi, Padang, Medan, Palembang bahkan hingga Malaysia.

‘’Sebenarnya kami belum maksimal dalam pemanfaatan media online. Kami hanya buat website, akun Facebook dan Blackberry Messenger. Belum sampai ke penggunaan jasa iklan di online. Dan kedepannya untuk memaksimalkan promosi di online, sepertinya kami butuh dan harus memanfaatkan iklan berbayar,’’ tuturnya.

Meski tergolong produk baru dan masih asing bagi sebagian orang, namun Winda tak terlalu memusingkan bagaimana caranya mengedukasi pasar. Menurutnya, zaman sekarang, orang kalau butuh informasi tinggal mengakses internet.

‘’Ya, saya tinggal nyediakan informasi tentang sulam lukis untuk terkoneksi ke internet aja. Mudahnya, ketika ada orang mengetik sulam lukis di google, google dapat memberikan informasi yang akurat,’’ cetusnya.

Beberapa waktu lalu, produk Sulam Lukis ini juga diikutkan pada lomba Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diadakan Markplus.inc berkerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Dalam lomba ini Sulam Lukis berhasil mendapatkan penghargaan produk kreatif dan masuk short list Galeri Indonesia WOW di Jakarta.

Berbagai produk unik dari Sulam Lukis bisa dilihat dengan mengunjungi laman digitalnya di www.sulamlukis.com.(rio)



Tags:  -