Rahasia Tetap Nyaman Berwisata Saat Ramadhan

By Trip Riau  |  21 Juni 2015 00:13:52 WIB  |  News

20150410170204_

Ilustrasi: Rumah Tuan Qadhi yang berada di Jl. Perdagangan, Pekanbaru. Salah satu tempat untuk menikmati wisata sejarah di Kota Pekanbaru.

Pekanbaru, tripriau.com - Bulan Ramadhan merupakan saat-saat yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia. Umat Muslim akan berpuasa dari mulai subuh hingga maghrib selama satu bulan. Namun, walaupun berpuasa bukan berarti tidak menjalani aktivitas biasa yang dilakukan.

Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan pada akhir pekan adalah berwisata. Berbagai obyek wisata dapat dikunjungi pada akhir pekan walaupun sedang berpuasa. Untuk menyiasati berwisata ketika di bulan Ramadhan agar tetap nyaman, ini lima rahasia yang patut Anda ketahui.

Pilih wisata sejarah

Ketika akan berwisata, berbagai obyek wisata dapat dikunjungi untuk melepas penat pada akhir pekan. Jenis-jenis wisata meliputi wisata alam, budaya, sejarah, dan kuliner. Untuk mencegah terpapar panas matahari dan juga kelelahan, sebaiknya wisatawan memilih jenis wisata yang santai seperti wisata sejarah.

Jenis wisata sejarah yang dapat dilakukan adalah mengunjungi museum. Berwisata di museum melindung wisatawan terpapar panas matahari. Selain itu, museum juga memiliki koleksi-koleksi yang dapat dilihat dengan letak yang tidak berjauhan.

Berwisata pada saat sore hari

Saat berpuasa, waktu yang terbaik untuk berwisata di luar ruangan adalah pada sore hari. Pada sore hari, matahari cenderung bersinar lebih hangat. Ketika berwisata pada sore hari, wisatawan dapat terhindar dari paparan sinar matahari yang panas menyengat.

Selain itu, berwisata pada sore hari juga sekaligus dapat mengisi waktu untuk menunggu berbuka puasa. Menjelang berbuka puasa, wisatawan dapat mendapatkan pemandangan matahari terbenam. Langit-langit awan akan berwarna jingga kemerahan dan ditutup dengan ritual buka puasa.

Rencanakan jadwal berwisata

Jika ingin liburan satu hari penuh atau menginap pada akhir pekan saat berpuasa, rencanakan jadwal berwisata terlebih dahulu. Tentukan waktu untuk memulai mengunjungi obyek wisata pada pagi hari dan juga tentukan kapan waktu untuk beristirahat maupun waktu beribadah. Kemudian tentukan dengan rinci waktu kunjungan perjalanan menuju destinasi wisata yang dituju.

Maksimalkan sahur

Liburan adalah salah satu cara mengisi waktu akhir pekan. Namun saat berpuasa, kondisi akan berbeda pada hari-hari selain bulan Ramadhan. Gizi yang dibutuhkan selama berwisata saat berpuasa dapat dipenuhi saat menu santap sahur. Jika ingin berwisata, utamakan menu makan dengan prinsip gizi seimbang.

Pilih menu makan dengan karbohidrat kompleks karena sifat yang membuat gula darah lebih stabil. Makanan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Selain itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang berserat seperti sayur atau buah. Untuk minuman, pilih yang mengandung elektrolit seperti air kelapa maupun oralit. Air putih juga jangan lupa untuk dikonsumsi.

Jaga kondisi tubuh

Berwisata adalah salah satu kegiatan yang dapat menguras tenaga. Khususnya jika melakukan jenis wisata petualangan atau minat khusus seperti mendaki gunung, arung jeram, bermain di taman hiburan. Untuk menjaga kondisi tubuh sebelum berlibur, lakukan olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga.

Olahraga yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh adalah lari dan bersepeda. Untuk menyiasati olahraga saat berpuasa adalah ketika sore hari dan juga mengurangi gerakan-gerakan olahraga menjadi lebih ringan. Misalnya, saat bersepeda kurangi gerakan mengayuh atau memperlambat langkah saat berlari. (Sumber: Kompas.com)



Tags:  -