Berkat AKU, KAU dan KUA

By Trip Riau  |  27 Juni 2015 11:10:33 WIB  |  News

20150627111457_Fix.jpg

Pekanbaru, tripriau.com - Buku kumpulan kultwit dari akun @tweetnikah yang ditulis Marah Adil berjudul ‘’Aku, Kau dan KUA’’ berhasil menorehkan pencapaian yang luar biasa dengan menjadi best seller nasional. Karyanya pun kini sudah diadaptasi ke dalam sebuah film dengan judul yang sama.

Sudah 3 judul buku ditulis Marah Adil. Diantaranya berjudul Ternyata Sedekah Nggak Harus Ikhlas,Kau, Aku dan KUA.

Semua diawalinya dengan hobi dan berfikir bagaimana karyanya bisa bermanfaat bagi orang banyak. Buku Aku, Kau dan KUA-nyabahkan telah dicetak sebanyak 8 kali. Dibalik kesuksesan itu, pria dari Pekanbaru ini berharap akan lahir penulis-penulis baru yang sukses di panggung nasional.

Trip Riau berkesempatan berbincang santai dengan sosok pria kalem ini di sebuah coffee shop di kawasan Sukajadi, Pekanbaru. Ditengah kesibukannya, pria yang biasa disapa Adil ini berbagi cerita tentang writerpreneur. Simak wawancara singkat reporter Trip Riau Wulan Fitria berikut ini:

 

Istilah writerpreneur masih asing bagi sebagian orang, apa sih arti istilah ini?

Sesungguhnya istilah itu tidak ada, tapi jika ingin memaknainya, itu gabungan dari kata writer and entrepreneur, yang artinya dari menulis dan mengeluarkan ide, kamu bisa mendapatkan sebuah pendapatan. Berbicara mengenai entrepreneur, sebenarnya bukan profesi, tetapi passion. Menulis merupakan salah satu passion. Ketika kamu melakukan sesuatu berdasarkan passion, kamu akan melakukannya sungguh-sungguh walaupun gagal berkali-kali dan tanpa disadari menjadikan sebuah pendapatan.

Antara profesi sebagai writer dan entrepreneur, mana yang menjadi passion Anda?

Saya akui, passion saya lebih ke entrepreneur dibandingkan menjadi seorang writer. Menjadi seorang penulis hanya sebuah hobi. Kini saya mempunyai usaha di bidang Event Organizer, bisnis online Kangen Water dan menjadi Manajer di Google Bussiness Group. Dimana grup ini mempunyai misi untuk membantu semua UKM yang ada di Indonesia untuk Go Online.

Membayangkan persaingan perdagangan internasional pada tahun 2015 nanti yang akan terjadi di Indonesia, saya merasa prihatin terhadap UKM di Indonesia yang sangat tertinggal jauh. Sifat entrepreneur sejati itu sendiri ialah bagaimana usaha yang dia buat akan bermanfaat untuk orang lain.Jika hanya berdagang memasarkan barang semua orang juga bisa, yang terpenting itu adalah manfaat yang didapat orang lain atas usaha kita.

Pernah terfikir untuk menjadi penulis?

Bagi saya, menjadi seorang penulis merupakan sebuah hobi tiba-tiba yang ternyata bisa menghasilkan uang. Saya hanya suka sekedar mencatat apapun yang ingin saya sampaikan.Namun, lama-kelamaan membentuk sebuah pola penulisan hingga pada akhirnya menjadi sebuah buku.

Buku ‘’Aku, Kau dan KUA’’ sudah diadaptasi menjadi sebuah film, bagaimana ceritanya?

Buku ini akan menjadi sebuah film juga diluar dugaan saya. Dimana sebenarnya buku ini bukan novel, melainkan seperti buku panduan pernikahan, namun saya mengemasnya dalam bahasa yang ringan dan simple. Lalu tiba-tiba waktu itu pihak (Rumah Produksi) StarVision menghubungi saya karena mereka ingin membuat film dengan tema pernikahan dan mereka menyukai buku saya.

Bagaimana perkembangan dunia kepenulisan di Riau, terutama anak muda?

Bersama rekan-rekan sesama penulis saya sudah beberapa kali mengadakan seminar untuk mengangkat potensi menulis anak muda Riau. Di Riau ternyata sudah banyak sekali penulis-penulis yang lahir dan bukunya sudah terbit. Namun, kerap juga ditemukan yang sudah patah semangat karena merasa tidak puas dengan royalti.

Apa sih tantangan terbesar bagi seorang penulis ketika ingin menulis sebuah buku?

Ketika seorang penulis menulis buku berdasarkan hobi, hampir tidak akan ada tantangan. Tantangan terbesarnya mungkin hanya rasa malas. Selain itu, ketika menulis janganlah berorientasi terhadap royalti terlebih dahulu.

Apa pesan untuk penulis pemula di Riau?

Saya kerap menemukan penulis yang mulai putus asa karena bukunya tidak terlalu laris dan menerima royalti yang sedikit. Sebenarnya seorang penulis jangan berorientasi ke royalti dahulu, tetapi bagaimana buku yang dia tulis bisa bermanfaat bagi banyak orang, dan jika sudah bermafaat untuk banyak orang, menurut saya itulah royalti yang sesungguhnya.



Tags:  -