Melihat Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh (2)

By Trip Riau  |  06 Juli 2015 21:49:37 WIB  |  Wisata Riau

20150706220845_Bandar Bakau Dumai. Foto Bertuah TV.jpg

Dumai, tripriau.com - Keberadaan bakau di kawasan ini memiliki arti penting bagi kelestarian legenda Putri Tujuh. Mengingat potensi wisata bahari sangat indah, maka Pencinta Alam Bahari (PAB) juga berinisiatif untuk menyelamatkannya.

Jika tidak ada bakau lagi di kawasan ini, sama saja menghilangkan situs legenda Putri Tujuh, karena situs legenda Putri Tujuh berada ditempat ini adalah cerita yang berkaitan dengan buah bakau. Sehingga, apabila bakau-bakau ini hilang maka cerita ini tidak ada lagi. Oleh karena itu keberadaan bakau perlu dipertahankan.

Wisata kawasan bandar bakau ini, semakin hari semakin diminati. Baik para pelancong lokal maupun mancanegara. Wilayah ini dijadikan sebagai sarana rekreasi keluarga. Lebih kurang 1000 pengunjung setiap bulannya datang ke sini.

Wilayah ini kini juga dijadikan sebagai pusat pembelajaran dari pendidikan dasar sampai ke tingkat mahasiwa perguruan tinggi di Indonesia, yang ingin melakukan penelitian maupun pembelajaran lebih dalam mengenai lingkungan.

Ditempat ini juga didirikan Sekolah Alam Bandar Bakau Kawasan Konservasi, yang diketuai oleh Pak Darwis sendiri. Sekolah Alam Bandar Bakau didirikan pada bulan September 2010, atas inisiatif pengurus Pecinta Alam Bahari sebagai langkah untuk memperkenalkan dunia mangrove kepada anak-anak mulai tingkatan SD hingga SMU sederajat yang berada di Kota Dumai.

Dengan adanya sekolah ini diharapkan kelak merekalah yang akan menjadi penerus kader-kader Konservasi Mangrove serta memiliki jiwa-jiwa kepedulian khususnya terhadap kelestarian alam khususnya wilayah pesisir.

 

Destinasi Wisata

Fasilitas sebagai tempat wisata dikawasan ini sudah tersedia. Tempat ini juga dilengkapi dengan balai-balai yang dapat digunakan bagi pengunjung untuk berkumpul. Adanya perpustakan di dalam kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri sebagai media pembelajaran terhadap kecintaan terhadap alam.

Memasuki kawasan ini kita akan melewati kayu-kayu panjang yang disusun sebagai jalan untuk mengelilingi kawasan konservasi ini. Sebelah kanan dan kiri adalah pohon mangrove yang tumbuh subur dengan berbagai zona yang ada. Di sini kita bisa menikmati indahnya mangrove yang terjaga, suasana yang tenang dengan kicauan burung-burung yang mengiringi sepanjang jalan.

Baru-baru ini, kawasan ini di kunjungi oleh mahasiswa Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau. Wilayah ini dijadikan sarana pembelajaran mangrove untuk praktikum lapangan. Banyak hal yang dilakukan di tempat ini, dengan melihat jenis-jenis tumbuhan yang ada.

Namun sayang, keberadaannya sekarang akan terancam karena adanya perkembangan pembangunan pelabuhan di Kota Dumai. Sehingga pencinta alam, maupun pemerintah harus benar-benar menjaga dan melestarikan kawasan ini agar tetap ada, karena mangrove memberikan manfaat yang sangat besar terutama bagi ekositem pantai sebagai penahan abrasi pantai.

Penulis: Sinta Haryati Silviana

Editor: Rio Sunera



Tags:  -