Aturan Penggunaan "Drone" Harusnya Dikecualikan untuk Kepentingan Pariwisata

By Trip Riau  |  03 Agustus 2015 15:09:42 WIB  |  News

20150803164402_photo Barry Kusuma.jpg

Pekanbaru, tripriau.com- Indonesia memiliki lanskap yang indah untuk didokumentasikan, apalagi melalui udara dengan menggunakan perangkat seperti "drone".

Namun sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan aturan penggunaan pesawat udara tanpa awak (drone) pada Mei lalu.

Aturan tersebut tertera dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak.

Salah satu butir dalam lampiran tertulis, drone digunakan untuk kepentingan pemotretan, film, dan pemetaan harus melampirkan surat izin dari institusi yang berwenang dan pemerintah daerah yang wilayahnya akan dipotret, difilmkan, atau dipetakan.

Seperti dilansir kompas.com, terkait peraturan penggunaan  "drone" untuk kepentingan pemotretan ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai seharusnya mendapatkan pengecualian untuk kepentingan pariwisata

"Saya belum tahu persis (peraturannya). Harusnya sih boleh untuk dokumentasi pariwisata," kata Arief Yahya.

Menurut Arief peraturan penggunaan drone itu seperti penggunaan radio-radio komunikasi. Sehingga, memang diperlukan sertifikasi untuk para pengguna pesawat tanpa awak ini agar dapat tetap aman dalam mendokumentasikan obyek-obyek wisata di Indonesia.

"Untuk para wartawan, selama untuk kepentingan pariwisata, kita (Kementerian Pariwisata) akan kita bantu kalau ingin sertifikasi," ucap Arief. (rio)



Tags:  -