Promosi Wisata Indonesia Masih Lemah

By Trip Riau  |  04 Agustus 2015 05:30:27 WIB  |  News

20150528110951_Candi Muara Takus.jpg

Pekanbaru, tripriau.com- Kekayaan Indonesia dengan beragam destinasi dan atraksi wisata yang membentang dari Sabang sampai Merauke belum diikuti dengan optimalisasi pada sektor promosi.

Padahal, promosi menjadi bagian yang sangat penting dalam mendukung industri pariwisata tanah air.

Bukti lemahnya promosi wisata Indonesia bisa dilihat dari jumlah anggaran promosi pariwisata yang selama ini kecil.

Pada 2014, misalnya, anggarannya hanya Rp 300 miliar.

Sementara, Singapura yang negara kota saja, mengalokasikan anggaran promosi 18 persen dari rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara yang datang ke negara tersebut. Sementara Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia lebih kurang hanya 1 persen.

Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran promosi pariwisata senilai Rp 1,3 triliun pada tahun ini. Pada 2016, pagu indikatif yang diusulkan Kementerian Pariwisata sekitar Rp 4 triliun.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, anggaran tahun ini, antara lain, dialokasikan untuk biaya promosi di sejumlah media, di antaranya Discovery Channel, CNN, CCTV, Google, Youtube, dan TripAdvisor.

Promosi akan efektif mulai Juli 2015. Sementara promosi wisata besar berikutnya adalah dengan menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP 2017.

"Tanpa perbaikan industri pariwisata sekalipun, tetapi dengan promosi yang baik, saya yakin bisa meningkatkan wisatawan mancanegara 50 persen. Dari 9 juta ke 13 juta, mudah. Apalagi, kalau semuanya diperbaiki," kata Arief seperti dikutip dari kompas.com.

Arief menyayangkan promosi tahun ini yang tidak optimal karena pencairan anggaran terlambat.

Dengan demikian, promosi hanya efektif berjalan enam bulan. Ia memperkirakan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia tahun ini sebanyak 10 juta orang.(rio)



Tags:  -