Mengenal Aikido, Seni Beladiri dari Jepang

By Trip Riau  |  10 Agustus 2015 03:01:14 WIB  |  News

20150810033147_Mengenal Aikido Bersama Takiotoshi Nagare Riau di Pustaka Wilayah Soeman HS.JPG

Pekanbaru, tripriau.com - Selama ini Jepang memang dikenal sebagai negara yang banyak melahirkan berbagai seni beladiri. Salah satunya adalah Aikido.

Di Kota Pekanbaru, Aikido mulai masuk pada tahun 2009 dan terus mengalami perkembangan hingga kini. Hingga saat ini, telah berdiri sebanyak empat buah Dojo atau tempat latihan Aikido di Kota Bertuah. Antara lain, Dojo Elite yang berada di Jalan Riau, Komple RBC, Dojo Lobak di Jalan Graha Lobak Indah, Dojo Maha di Jalan Bakti dan Dojo Kavling di Jalan Kapling 1.

Untuk lebih mengenalkan lagi seni beladiri ini, Aikido Riau melalui Takiotoshi Nagare Aikido (Martial Arts School) mengadakan kegiatan ''Mengenal Aikido Bersama Takiotoshi Nagare Riau'' di Auditorium Wan Ghalib, Pustaka Wilayah Soeman HS, Ahad (9/8) pagi. Kegiatan ini diisi dengan seminar dan demonstrasi gerakan-gerakan yang ada dalam Aikido.

Disela acara, sebanyak 6 orang pengunjung juga diajak untuk merasakan asiknya memperagakan gerakan ataupun teknik yang ada dalam Aikido. Bergantian, mereka melakukan gerakan membanting lawan yang tengah berusaha melakukan penyerangan.

Guru Besar Aikido Riau, Sensei Misnan menjelaskan, Aikido terbagi atas 3 suku kata, yakni ''ai'' berarti harmonis, ''ki'' berarti tenaga dan ''do'' yang berarti jalan. ''Jadi Aikido sama dengan ''Jalan Menuju Keselarasan'', " katanya.

Dia mengatakan, merunut pada sejarah, Aikido diciptakan seorang Jepang bernama Morihei Ueshiba. Morihei merupakan seorang tentara yang ikut pada Perang Dunia 2, yang juga merupakan seorang ahli beladiri.

''Pada Perang Dunia 2 Jepang kalah telak dan dia sebenarnya tidak suka perang.  Dia ingin ilmu beladiri yang dikuasainya  bisa menjadi pengasih dan bermanfaat buat orang lain. Jadi beliau punya tujuan mulia,'' katanya bercerita. 

Sementara di Indonesia, Aikido diperkenalkan oleh mahasiswa Indonesia yang pernah menuntut ilmu di negeri Sakura ini.

''Masuk ke Indonesia tahun 70an oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang. Karena kecintaannya terhadap Aikido mereka membuka yayasan,'' bebernya. 

Sensei Misnan menjelaskan, awal Aikido masuk Pekanbaru jumlah instruktur cuma 2 orang. Jumlah tenaga pengajar yang terbatas ini menjadi kendala pengembangan beladiri ini di Pekanbaru.

Namun, pada 2015 dirinya berhasil membawa 5 muridnya mengikuti ujian Aikido internasional. Mereka-mereka inilah yang diharapkan bisa ikut berperan mengembangkan Aikido di Kota Bertuah.

''Dan selanjutnya mereka akan membantu mengembangkan. Dan pengenalan (kegiatan) ini yang pertama. Dan selanjutnya saya yakin Aikido akan lebih berkembang karena dibantu 5 orang murid saya,'' katanya lagi.

Berbeda dengan seni beladiri lain yang pada umumnya lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina,  Aikido mendasarkan latihannya lebih pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. (rio)



Tags:  -