Jajang, Bendera, dan Omset yang Kian Kecil

By Trip Riau  |  11 Agustus 2015 17:58:49 WIB  |  News

20150811181846_Pedagang bendera merah putih.jpg

Pekanbaru, tripriau.com- Tahun ini, sudah untuk ketiga kalinya Jajang (24) mencoba peruntungan dengan melakoni profesi sebagai penjual bendera di Pekanbaru. Tapi, berbeda dengan tahun sebelumnya, dagangannya kali ini kurang laku.

Jajang berasal dari Kota ''Kembang'' Bandung. Dia mulai menjadi pedagang musiman dengan berjualan bendera sejak 2009. Pemuda berkulit gelap ini datang ke Pekanbaru bersama 17 temannya yang berasal dari kota yang sama. Mereka menyebar di berbagai titik strategis di Pekanbaru. Berharap dagangannya bisa terjual habis.

Untuk sekedar berjualan bendera, Jajang mesti menempuh perjalanan panjang via jalur darat selama lebih kurang 3 hari. "Kami naik bus antar provinsi,'' kata dia.

Jajang bercerita, omset penjualan tahun ini tak sebaik sebelumnya. ''Mungkin masyarakat emang lagi susah. Karena semua kebutuhan kan naik. Jadi, bendera kurang laku,'' katanya coba menduga. 

Pemuda berperawakan kurus ini mengaku, tahun lalu dia bisa meraup omset Rp 700-900 ribu perhari. Kini, angkanya turun hingga setengahnya.

''Paling sekarang dapat Rp 200-300 ribu perhari,'' kata Jajang yang menggelar lapak di sekitaran Jalan Arifin Ahmad. 

Apalagi, dia mengaku, tahun ini dia mengeluarkan modal relatif besar. ''Tapi, pembeli gak ada,'' tambah Jajang, yang mulai berjualan pada tanggal 25 Juli yang lalu ini. 

Keuntungan yang tipis menjadi persoalan sendiri bagi Jajang. Bayangkan, untuk menggelar dagangannya hingga melintasi pulau dia mengeluarkan biaya yang tak sedikit.

Dia mesti mengeluarkan banyak biaya selama lebih kurang tiga pekan tinggal di Pekanbaru. Mulai dari biaya transport, makan, dan menginap. Omset harian yang kecil, jelas tak sebanding dengan besarnya pengeluaran.

''Belum lagi nanti mikirin biaya untuk pulang (ongkos bus). Masuk (biaya) makan itu lebih kurang habis Rp 1 juta. Banyak nomboknya kali ini," katanya bercerita. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jajang menjual berbagai pernak-pernik Hari Kemerdekaan. Mulai dari bendera hingga umbul-umbul.

Pernak-pernik yang dijual kali ini tampak lebih kreatif. Pada umbul-umbul misalnya, terpampang gambar Presiden Soekarno bertuliskan ''The First President of Republic Indonesia", lengkap dengan gambar Burung Garuda dan teks Proklamasi.

Untuk harga, Jajang mematok mulai dari bendera kecil seharga Rp 25 ribu hingga yang besar Rp 400 ribu.(rio)



Tags:  -