Jalan-jalan Sambil Mengajar di Pedalaman Talang Mamak

By Trip Riau  |  19 Agustus 2015 10:32:23 WIB  |  News

20150819145112_1000 Guru Riau 2.jpg

Pekanbaru, tripriau.com- Sebanyak 15 relawan (volunteer) dari Riau mesti menempuh perjalanan panjang menuju Desa Rantau Langsat, nun jauh di tepi kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Indragiri Hulu. 

Di kawasan terpencil yang didominasi suku Talang Mamak ini mereka akan terlibat pada kegiatan ''1000 Guru Riau'' yang akan dilaksanakan pada 21 hingga 23 Agustus 2015.

1000 Guru ini adalah sebuah kegiatan sosial yang mengedepankan kepedulian terhadap pendidikan.

Menurut Mentor 1000 Guru Riau, Reno Fitria Sari, salah satu kegiatan dalam 1000 Guru ini adalah traveling and teaching yakni jalan-jalan sambil berbagi.

"Beberapa kegiatan lainnya yang kita laksanakan adalah beasiswa guru pedalaman dan moral campaign "Hormati Gurumu",'' kata Reno.

Reno mengisahkan, Beasiswa Guru Pedalaman ini seperti kisah Asnat Bell, seorang guru di pedalaman Nusa Tenggara Timur, yang pernah mendapatkan gaji dalam 4 tahun sejumlah 25 ribu. ''Bahkan, pernah 1 tahun cuma digaji 7000," ceritanya.

Gerakan 1000 Guru ini diawali oleh Jemi Ngadiono (founder 1000 Guru) yang mengawali kegiatannya jalan-jalan ke pedalaman.

''Singkat cerita beliau dulu sampai harus bersekolah menggunakan sepatu bola dan masuk panti asuhan demi bisa sekolah. Lalu, dia bertekad tidak ingin adik-adiknya di pedalaman merasakan hal yang sama dengan dirinya. Lalu, beliau memulai dengan tweet-tweet perjalanannya. Ternyata banyak yang memantau dan ingin ikut berkegiatan seperti Kak Jemi tersebut,'' katanya.

Tahun 2014, mulai muncul beberapa regional antara lain Jogja, Semarang, Lampung dan Jakarta. Hingga saat ini sudah hampir 24 regional tersebar di seluruh Indonesia. 

''Jadi, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan melakukan aksi peduli dengan pendidikan, khususnya di pedalaman," sebut Reno. 

Selama berada di lokasi pedalaman, ada beberapa agenda yang akan dilakukan gerakan 1000 Guru.

''Pertama-tama, kita akan teaching. Mengajar di sini bukan pelajaran seperti sekolah formalitas, tetapi fun teaching. Bahan-bahan ajarnya yang menyenangkan dan disampaikan juga dengan cara yang menyenangkan,'' terang Reno.

Ada juga pemberian donasi berupa alat tulis dan tas. ''Ataupun bisa yang lain sambil kakak-kakak volunteernya memberikan motivasi pentingnya sekolah dan mencapai cita-cita. Esok harinya  (minggu), kakak-kakak (relawan)meninggalkan lokasi teaching menuju lokasi traveling," jelasnya.

Dari kegiatan ini Reno berharap bisa muncul bibit-bibit bangsa yang peduli dengan pendidikan.

''Kita juga bisa mengajak elemen yang ada dalam pemerintah maupun non pemerintah untuk mau melihat dan peduli dengan pendidikan khususnya pedalaman dengan niat sosial," tutupnya.(rio)



Tags:  -