Menyemai Warisan Budaya Melalui Dokumentasi Kebudayaan

By Trip Riau  |  02 September 2015 16:07:29 WIB  |  News

20150501213042_Permainan Rakyat Riau Heritage.jpg

Pekanbaru, tripriau.com - Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Tanjung Pinang mengadakan Workshop Sejarah dan Budaya Lokal: Dokumentasi Kebudayaan bertema ''Menyemai Benih Kepedulian pada Warisan Budaya'', Rabu-Kamis (2-3/9) di Gedung LAM Riau, Jalan Diponegoro.

Kegiatan dengan fokus Dokumentasi Kebudayaan ini bertujuan untuk memperkenalkan aspek dokumentasi kebudayaan, berbagai konsep akademis terkait dengan istilah kebudayaan, tradisi, dan kesejarahan, manfaat dokumentasi dalam pelestarian kebudayaan, serta teknik dokumentasi.

Secara umum, workshop ini merupakan upaya untuk menyuntikkan ide mengenai dokumentasi kebudayaan sebagai sebuah kesadaran untuk merekam masa dan peristiwa, serta merangsang kepedulian pada lingkungan fisik dan nonfisik.

''Dengan adanya workshop ini diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan mengenai dokumentasi kebudayaan dan menularkan pengetahuannya kepada komunitas mereka untuk turut aktif di dalamnya,” kata Ketua Panitia Workshop, Sita Rohana, dalam sambutannya.

Workshop ini diisi dengan berbagai materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber. Antara lain, oleh Ketua Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Drs Al Azhar dengan pemaparan ''Kepentingan Dokumentasi Kebudayaan dalam Merumuskan Kebijakan Kebudayaan''.

Sementara pemaparan berjudul ''Inventarisasi Warisan Budaya Tak Benda'' disampaikan oleh Febby Febriyandi YS SSos dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjung Pinang. Di sesi selanjutnya, Drs Elmustian Rahman MA menyajikan tema ''Dokumentasi Kebudayaan: Persoalan Teks dan Konteks.

Sementara Dedi Ariandi ST menyampaikan paparan tentang ''Arsitektur dan Tataruang Kota: Dokumentasi Kebudayaan Bendawi. Di sesi berikutnya, SPN Zuarman Ahmad SPd menyampaikan tema tentang ''Dokumentasi Musik Tradisi" dan Junaidi Syam SSn MA menyampaikan pemaparan ''Teknik Perekaman Audio Visual di Lapangan''.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta dengan berbagai latar belakang, seperti guru kesenian, mahasiswa, aktivis LSM Kebudayaan, wartawan, dinas terkait dan perorangan.(rio)



Tags:  -