Merasakan Suasana Pertambangan di Warehouse Coffee Container

By Trip Riau  |  04 September 2015 13:57:20 WIB  |  City Guide

Suasa malam di Warehouse Coffee Container. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com - Hi Tripers, pernah membayangkan berada di sebuah kontainer sambil menyeruput kopi? Atau pernah berpikir berada di sebuah lokasi pertambangan sambil bercengkerama bersama teman-teman?

Tak perlu jauh-jauh untuk merasakan suasana tersebut. Cukup datang ke Warehouse Coffee Container yang berlokasi di Jalan Beringin (Depan Sekolah Al Azhar), Gobah, Pekanbaru. Berbeda dengan coffee shop lainnya, Warehouse ini memang mengusung konsep sedikit berbeda, yakni pertambangan.

Saat ini, Warehouse Coffee Container menjadi salah satu tempat nongkrong favorit pecinta kopi di Kota Bertuah.

Secara tematik, tempat satu ini cukup menarik. Konsep pertambangan diaplikasikan melalui berbagai ornamen yang ada. Mulai dari helm proyek, traffic cone, hingga beragam tulisan-tulisan yang menempel di dinding.

Sementara untuk meja dan kursi menerapkan konsep industrial atau setengah jadi, dengan menggunakan bahan kayu Palet.

Bagi pengunjung yang ingin langsung bersentuhan dengan angin yang datang sepoi-sepoi, bagian outdoor bisa menjadi pilihan. Ada juga bagian indoor dengan fasilitas air conditioner yang bisa memuat 18-20 orang.

 Tak hanya pria, wanita pun turut menikmati kopi di Warehouse Coffee Container yang berada di Jl. Beringin, Gobah, Pekanbaru. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

Untuk minuman, Warehouse mengusung berbagai varian kopi. Favorit di sini Long Black, Latte dan Frappe Green Tea dengan rentang harga Rp 12 - 29 ribu. 

Berbagai cemilan juga tersedia seperti Hot Dog, Sosis Bakar, Pisang Bakar hingga Roti Bakar dengan harga Rp 9 hingga 24 ribu. 

Tempat ngopi satu ini didirikan bersama oleh tiga anak muda, yakni Andre, Bobi dan Indra. Dan mulai resmi menemui pecinta kopi di Pekanbaru pada Februari 2015.

Konsep pertambangan dipilih karena pengalaman salah satu ownernya yang pernah bekerja di perusahaan pertambangan di Indonesia timur.

''Niat awalnya kita pakai ruko (rumah toko). Tapi, sekarang susah cari tempat. Akhirnya, kita pilih gunakan kontainer,'' kata Indra kepada tripriau.com.

Seorang barista sedang meracik kopi latte di Warehouse Coffee Container, meracik kopi memang bukan pekerjaan mudah, butuh ketrampilan dan usaha lebih agar menghasilkan secangkir kopi terbaik. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

Kontainer sepanjang 12 meter yang mereka beli kemudian dimodifikasi semenarik mungkin. ''Kendala modifkasinya, susah memadukan antara kayu kayu dan besi,'' sebut Indra.

Warehouse Coffee ini sendiri memiliki kapasitas 40 hingga 50 orang. Jam operasionalnya mulai pukul 15.00 WIB sampai 23.00 WIB.(rio)



Tags:  -