Amriyadi Bahar

Tiga Bulan Hidup di Pompong

By Trip Riau  |  09 September 2015 10:17:06 WIB  |  -

20150909102109_profil1.jpg

Pekanbaru, tripriau.com - Hobi memotret membuat Amriyadi Bahar kerap berpetualang ke berbagai tempat. Eksotisme alam, keunikan budaya serta berbagai pola tingkah manusia dia abadikan melalui bidikan lensa.

Sudah terbiasa mandiri sejak kecil, pria satu ini memang dikenal suka berpetualang. Untuk di Riau sendiri, Amri, begitu sapaaanya, mengaku sudah melusuri semua kabupaten yang ada di tanah Melayu ini.

Kesukaannya berpetualang sudahterlihat sejak kanak-kanak. Namun ketertarikanya terhadap dunia fotografi dimulai sejak tahun 1994. Sering mengikuti workshop fotografi dan belajar fotografi secara otodidak, membuat Amri sering memenangkan lomba fotografi ketika masih duduk di perguruan tinggi.

Minatnyayang tinggi terhadap dunia 'jeprat-jepret' ini, membuat dosen luar biasa di UIN Suska Pekanbaru ini akhirnya mendirikan Komunitas Fotografi Pekanbaru (KFP) dan pernah menjabat sebagai ketuaselama tiga tahun berturut-turut.

Amriyadi juga pernah menjadi kontributor untuk majalah National Geographic Traveler. Dia mengaku suka dan tertantang saat memotret tentang kebudayaan, alam dan human interest. Oleh karena itu, mau tidak mau dia juga harus melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk menemukan objek-objek dan momen-momen terbaik.

Kalau di fotografi, saya tidak suka memotret (foto) model.Paling hanya untuk sekedar belajar. Passion saya memang lebih ke (foto) human interest, budaya dan alam. Sayasering melakukan perjalananpun tujuan utamanya sebenarnya juga motret. Kalau untuk di Riau sendiri, saya sudah ke semua kabupaten, dan itu ke tempat-tempat seperti kampung wisata.Saya juga pernah berkunjung ke suku Talang Mamak (Kabupaten Inhu), imbuhnya.

Pekerjaanlah yang menuntut dia harus melakukan travelling. Seperti pengalamannya ketika bekerja di Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.Saat itu dia terlibat dalam kegiatan ‘’Ekspedisi 4 Sungai’’ di Riau. Dia bertugas sebagai juru foto saat melakukan ekspedisi ke Sungai Rokan dan Sungai Siak selama 3 bulan.

Saya pernah melakukan ekspedisi Sungai Rokan dan Sungai Siak. Saya dan beberapa teman yang juga melakukan penelitian, hidup (tinggal) di sebuah pompong selama 3 bulan. Jadi, segala aktivitas seperti mencuci, mandi, makan, memasak, kami lakukan di atas pompong. Itu sebuah pekerjaan yang tugasnya saya emang motret, dan akhirnya pekerjaannyapun saya nikmati,” tuturnya sumringah.

Untuk bisa berpetualang ke berbagai belahan Indonesia, Amri rajin mengikuti lomba-lomba fotografi yang hadiahnya adalah berkunjungke sebuah tempat atau destinasi wisata. Dari sekian banyak lomba yang diikutinya, lomba yang diadakan Kementerian Pariwisata bertajuk “New Seven Wonder” untuk promosi Pulau Komodo-lah yang paling memberinya kesan.

Amri terpilih melaluihasil seleksi yang hanya mengundang 24 fotografer dan 1 orang videografer untuk pergi ke Pulau Komodo.Dia mengirimkan beberapa hasil karya jepretannya tentang kebudayaaan dan alam. Selain kebanggaan bisa ikut serta mempromosikan Indonesia,hal yang membuatnya terkesan ialah impiannya untuk bisa mengunjungi Pink Beach – salah satu dari 7 pantai di dunia yang pasirnya berwarna pink -- yang berada di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat bisa terwujud.

Saya pernah bermimpi bahwa saya ingin ke Pink Beach, dan ternyata dikabulkan Tuhan lewat kegiatan ini. Saya semakin mencintai fotografi.Karena itubagi saya fotografi adalah sejauh mana kita bisa menyampaikan apa yang kita rasakan dan kita sampaikan ke orang-orang yang melihat hasil karya kita. Selagi kita menikmati, apa yang ingin kita sampaikan lewat foto akan tersampaikan.Berkaryalah dengan hati,” tuturnya.(wulan)

 

 

 



Tags:  -