Ketika Netizen dan Komunitas di Riau #Melawan Asap

By Trip Riau  |  15 September 2015 12:13:13 WIB  |  Community

20150915121622_riauheadline_Video-Ungkapan-Hati-Masyarakat-Riau-Jadi-Korban-Kabut-Asap.jpg

Pekanbaru, tripriau.com - Musibah kabut asap pekat yang melanda Riau dalam dua pekan terakhir mengundang para netizen dan komunitas di Riau untuk melakukan gerakan massif via media sosial. Melalui berbagai lini massa ini, mereka bersuara dan mendesak agar pemerintah pusat secepatnya melakukan tindakan.

Selama beberapa hari hastag #MelawanAsap menjadi trending topic di media sosial twitter. Gerakan ini lantas mendapat perhatian luas dari para netizen. Tidak hanya dari Riau, tapi juga dari daerah-daerah lainnya.

Pada Senin (15/9), sekitar pukul empat sore, gerakan ini dimulai. Diawali dengan pesan berantai yang dikirim melalui blackberry Messenger. Isinya, ajakan untuk secara serentak mencuit di akun media sosial twitter atau istilahnya ‘’twitmob’’. Tujuannya langsung kepada Presiden Jokowi yang kebetulan tengah berada di luar negeri dalam rangka kunjungan kerja.

Isinya antara lain berbunyi, ‘’Teman-teman, izin buat bantu nanti jam 17.00 WIB. Kita secara serentak ngetwit begini: Pak @Jokowi mohon luangkan waktu 3 menit saja untuk melihat apa yang kami rasakan satu bulan ini’’.

Pada cuitan ini kemudian disertakan link yang berisi video tentang kabut asap hasil kreasi komunitas di Pekanbaru. Video ini berdurasi sekitar 3 menit.

Setelah aksi ‘’twitmob’’ ini, hastag #MelawanAsap ini langsung menjadi trending topik Indonesia di twitter.

Berbagai cara kreatif juga dilakukan para netizen sebagai ekspresi kekecewaan pada penguasa. Mulai dari memposting video, kartun, hingga meme.

Penggiat Social Media yang ada di Pekanbaru, Dani Hardinas mengatakan tujuan gerakan ini supaya permasalahan asap di Riau didengar oleh Presiden Jokowi. ‘’Dan bisa ditindaklanjuti secara cepat,’’ katanya.

Gerakan-gerakan yang dimotori penggiat-penggiat social media ini belum selesai. Selanjutnya, mereka akan berkomunikasi dengan akun-akun (social media) besar luar kota untuk menjadikan isu ini menjadi trending topik dunia.

‘’Tapi sebenarnya target utama kita bukan itu. Inti dari gerakan ini adalah supaya suara dan teriakan kami didengar oleh dunia dan presiden Indonesia khususnya,’’ tambah Dani.

Akber Inisiasi Gerakan Berbagi Masker

Berbagai komunitas yang ada di Riau juga ikut peduli dengan musibah asap yang sudah 18 tahun terus terjadi di Bumi Lancang Kuning.

Salah satunya komunitas Akademi Berbagi (Akber). Komunitas ini ikut menginisiasi Gerakan Berbagi Masker. Gerakan ini menerima donasi masker untuk dibagikan kepada masyarakat Riau, terutama yang berada di Kota Pekanbaru.

Dikutip dari laman digitalnya, sejauh ini Akademi Berbagi sudah berhasil mengumpulkan 4000 masker medis (warna hijau) berkolaborasi dengan Komunitas Lari Pekanbaru (LIBURUN). Untuk sementara, 2000 masker sudah dibagikan ke masyarakat.

‘’Kami ingin memfokuskan donasi ini pada pengumpulan dan pembelian masker yang akan kita bagikan yakni tipe N95, karena menurut referensi ini adalah masker yang cocok digunakan saat kabut asap,’’ kata Kepala Sekolah Akademi Berbagi, Lianda Marta.

Penulis: Rio Sunera

Editor: Rio Sunera



Tags:  -