Ombak Bono, Destinasi Impian Para Peselancar

By Trip Riau  |  22 September 2015 08:49:33 WIB  |  Wisata Riau

20150922085115_Ombak Bono (mobgenic.com).jpg

Pekanbaru, tripriau.com – Keunikan Ombak Bono tidak akan ada habisnya untuk diceritakan. Keunikannya membuat Bono kerap menjadi buruan para peselancar, tak hanya lokal tapi juga mancanegara. Inilah destinasi impian para peselencar dari seluruh dunia.

Ombak Bono yang berada di Sungai Kampar, Riau ini merupakan salah satu fenomena alam yang unik di dunia. Tercatat, hanya ada beberapa negara di dunia yang memiliki fenomena serupa. Diantaranya China dan Brazil.

Tiap tahunnya banyak sekali para peselancar dari seluruh dunia ingin merasakan berselancar di ombak Bono. Bagi mereka, surfing di atas sungai ini sangat menantang dan langka.

Sungai Kampar sendiri merupakan salah satu dari empat buah sungai besar yang membelah Provinsi Riau. Sungai ini turun dari pegunungan Bukit Barisan yang terbentang sepanjang pantai barat Pulau Sumatera. Sungai ini bermuara di Selat Malaka, di pantai timur Sumatera.

Para peselancar internasional mengenal Ombak Bono dengan sebutan The Seven Ghost atau gelombang 7 hantu. Pasalnya Bono memiliki 7 ombak yang berlapis-lapis. Para peselancar biasanya akan bisa menyaksikan langsung 7 gelombang yang berlapis-lapis ini.

Istilah Bono ini juga biasa dikenal dengan Tidal Bore. Secara ilmiah, Bono terjadi akibat adanya pertemuan antara arus sungai dengan arus laut yang menuju ke arah hulu dan hilir.

Pertemuan ini menyebabkan satu gelombang besar yang menyerupai kondisi gelombang besar yang biasa kita lihat di tengah laut. Gelombang Bono bergerak ke hulu sampai ke Tanjung Pungai yang berjarak 60 kilometer.

Ombak Bono merupakan salah satu fenomena alam langka yang berada di sungai, seperti yang ada di China dan Brazil. Foto: (travel.kompas.com)

 

Waktu Terjadinya Bono

Ombak Bono tidak setiap saat terjadi. Ada waktu-waktu tertentu bila kita ingin melihat fenomena ini. Bono biasanya terjadi pada setiap tanggal 10 - 20 bulan Melayu dalam tahun Arab yang biasa disebut penduduk sebagai ‘’Bulan Besar’’ atau ‘’Bulan Purnama’’.

Biasanya gelombang atau Ombak Bono yang besar terjadi pada tanggal 13-16 bulan Melayu tahun Arab tersebut. Gelombang yang terjadi biasanya akan berwarna putih dan coklat mengikut warna air Kuala Kampar.

Penulis: Rio Sunera

Editor: Rio Sunera



Tags:  -