Fotografer Riau "Melawan Asap" Melalui Foto

By Trip Riau  |  27 September 2015 13:56:28 WIB  |  News

Salah satu karya peserta pameran foto bertemakan 'Siksa Asap Riau, Selama 18 Tahun', Ahad (27/9) pagi di area Car Free Day, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Foto: Suci Aulya / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com - Para fotografer yang ada di Provinsi Riau menggelar pameran foto bertemakan 'Siksa Asap Riau, Selama 18 Tahun', Ahad (27/9) pagi di area Car Free Day, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Pameran ini merupakan salah satu bentuk aksi terhadap bencana kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau.

Aksi ini berhasil mendapat tanggapan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

"Kalau masyarakat lain, kan, melakukan aksi melalui demo (unjuk rasa). Nah, kalau kita melalui foto," terang Yahya, salah seorang panitia kepada tripriau.com.

Sekitar 50 foto yang dipamerkan kali ini menggambarkan aktivitas masyarakat di tengah kepungan asap. Juga kondisi Provinsi Riau di berbagai daerah yang diselimuti tebalnya kabut asap.

Pameran yang telah dilakukan sejak tanggal 22 September lalu ini berhasil mendapat perhatian dari Plt Gubernur, Arsyadjuliandi Rachman.

Andi- sapaan akrab Arsyadjuliandi Rachman melihat seluruh foto yang dipamerkan dan sempat melakukan aksi tanda tangan serta memberi satu kalimat yang menyatakan seruan untuk menghilangkan kabut asap di Provinsi Riau.

Salah satu foto yang mendapat tulisan berupa seruan dari Andi ini adalah foto milik Afrianto Silalahi.

Foto ini menggambarkan dua orang ibu dan anak yang tengah menenteng sesuatu. Si ibu menenteng dua buah barang bawaan yang ditenteng menggunakan kain sarung ditangan kanan dan kirinya, sementara anaknya menenteng tas sekolah di tangan kirinya. Keduanya sedang berjalan ditengah kabut asap yang tampak menguning.

Foto yang diberi caption "Apakah negara masih ada untuk kami?" ini dibubuhi tanda tangan serta seruan "Mari bersatu hilangkan asap Riau" oleh Andi, Plt Gubernur Riau.

Tak hanya foto milik Afrianto, beberapa foto lainnya pun sempat diberi tanda tangan oleh Andi, yaitu foto milik Dedi Sutisna, yang berlokasi di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

"Taman Nasional Bukit Tigapuluh ini merupakan tempat bermain anak-anak Suku Talang Mamak. Mereka kehilangan tempat bermainnya karena lahan di taman ini sudah dibakar," kata Dedi ketika Andi memerhatikan foto miliknya.

Pada foto milik Dedi ini terdapat tiga orang anak kecil yang sedang berdiri diatas runtuhan kayu yang telah hangus dibakar dan pastinya anak-anak ini berdiri ditengah tebalnya kabut asap.

Sebelum beranjak pergi, Andi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak untuk tidak membakar lahan.

"Untuk memberi efek jera kepada perusahaan, biarlah aparat penegak hukum yang akan menindaklanjutinya. Mari kita sama-sama berdoa agar bencana ini cepat berakhir," kata Andi.

Julian, salah satu panitia pameran ini mengungkapkan, pameran foto mengenai kabut asap yang berakhir pada hari ini juga akan dikirim ke pihak kementerian yang ada di Jakarta agar foto-foto ini juga bisa dipamerkan disana.

"Hingga saat ini, baru kita di Provinsi Riau yang melakukan aksi melalui foto ini," pungkas Julian.

Penulis: Suci Aulya
Editor: Rio Sunera



Tags:  -