Sanggar Latah Tuah, Biar Latah Dari Pada Diam Seribu Bahasa

By Trip Riau  |  07 Oktober 2015 09:17:33 WIB  |  Community

Aksi panggung Sanggar Latah Tuah UIN Suksa Riau. Foto: Sanggar Latah Tuah for tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com- Sanggar Latah Tuah merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dibawah naungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Meski merupakan kegiatan mahasiswa, sanggar ini telah menuai prestasi gemilang pada beberapa festival bergengsi.

Sanggar yang berdiri 23 Oktober 25 tahun silam ini berkiprah dalam berbagai bidang seni, salah satunya adalah seni teater. Berbagai penghargaan telah diraih seperti juara umum sebanyak dua kali pada Festival Panggung Penerangan se-Provinsi Riau dan tiga kali berturut-turut pada Festival Terater se-Provinsi Riau.

Selain meraih prestasi yang tak bisa diremehkan, sanggar Latah Tuah turut pula melahirkan tokoh-tokoh teater terkemuka di Provinsi Riau. Salah satunya seorang pembina Sanggar Latah Tuah,  Ade Darmawi.

"Ade Darmawi ini dinobatkan sebagai Sultan Teater Riau oleh media massa. Kalau disematkan gelar, maka namanya menjadi Seniman Pemangku Negeri Gusti Prabu Ade Darmawi," terang Dwiki, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Sanggar Latah Tuah.

Sanggar Latah Tuah ini berakar pada budaya, lanjut Dwiki. Jadi tidak hanya budaya melayu, budaya dari daerah lainpun juga kita tampilkan pada setiap garapan dan penampilan.

Ditanyai mengenai pemilihan nama, Dwiki mengatakan, pendiri Sanggar Latah Tuah yakni Heri dan Aki yang menancapkan nama ini pertama kali.

"Arti nama ini adalah, biar latah dari pada diam seribu bahasa," ujarnya mengenang

Berdomisili di Jalan KH, Ahmad Dahlan nomor 94 Sukajadi Pekanbaru, Dwiki mengungkapkan bahwa hingga kini Sanggar Latah Tuah telah menjadi kelompok seni khususnya teater yang diperhitungkan di Provinsi Riau.

"Hal ini bisa terjadi karena keseriusan dan kesungguhan kami dalam membina dan menempa diri yang memang betul-betul mempunyai keinginan untuk menghidupkan gerai kehidupan teater khususnya di Provinsi Riau," ungkap Dwiki.

Dengan branggotakan 400 orang saat ini, Sanggar Latah Tuah tak hanya berasal dari UIN Suska namun juga diisi oleh mahasiswa dari universitas lain dan masyarakat umum. 

"Untuk jadi anggota Sanggar Latah Tuah tidak ada persyaratan khusus. Yang terpenting hanya memiliki kemauan untuk belajar," tegas Dwiki.

Dwiki berharap, Sanggar Latah Tuah yang sedang dikomandoinya ini tidak hanya eksis di Provinsi Riau, tetapi bisa sampai ke kancah nasional.

Penulis: Suci Aulya

Editor : Rio Sunera



Tags:  -