Waroeng Wahid, Seperti Berkunjung ke Rumah Nenek

By Trip Riau  |  10 Oktober 2015 10:25:28 WIB  |  City Guide

Waroeng Wahid yang terletak di Jalan Durian nomor 39 menawarkan makan dan bersantai dalam suasana rumah tradisional. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com- Waroeng Wahid yang terletak di Jalan Durian nomor 39 menawarkan makan dan bersantai dalam suasana rumah tradisional untuk Anda. Ditunjang dengan berbagai properti seperti beberapa sepeda motor tua disudut ruangan, menambah kesan tradisional tempat satu ini.

Berdiri sejak Juni 2015 lalu, Waroeng Wahid mampu menyedot perhatian kawula muda, khususnya karena keunikan dari kafe ini. Dari depan, akan langsung terpancar suasana rumah tradisional zaman dulu.

Mengaku ingin berbeda dengan kafe lainnya, Dimas Wisageni, sang pemilik, mengungkapkan konsep yang diusung dari Waroeng Wahid kepada tripriau.com, Jumat (09/10)."Konsep kita adalah rumah tua. Jadi kita ingin pengunjung seperti merasa datang kerumah neneknya. Seperti mengenang masa dulu dan masa kecil mereka," ungkapnya.

Dibeberapa sudut ruangan dipajang motor tua yang merupakan koleksi pribadi dari Dimas yang makin menambah nuansa zaman dulu di kafe ini.Tak hanya properti, kursi, gelas serta piring yang digunakan pun terbuat dari kaleng dan besi seperti zaman dulu.Dibeberapa sudut ruangan dipajang motor tua yang makin menambah nuansa zaman dulu di kafe ini. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

"Gelas dan piring di sini terbuat dari kaleng. Kursinya juga dari besi-besi zaman dulu. Kursi-kursi ini merupakan kursi lipat yang saya ambil dari Jogja," terang Dimas.

Memiliki luas lahan sebesar 1600 meter, Warung Wahid menyediakan tempat untuk menikmati makanan tak hanya indoor, tapi juga outdoor."Khusus untuk outdoor sekaligus indoor, kita sediakan hanya pada sore sampai malam hari. Kalau pagi sampai sore, cuma indoor saja. Ini demi kenyamanan pengunjung juga," sebut Dimas.

Selain konsep yang berbeda dari kafe lainnya, menu andalan dari kafe ini juga tak kalah unik. Nasi tumpeng mini menjadi menu andalan serta favorit Waroeng Wahid."Biasanya orang makan tumpeng kan dalam ukuran besar. Tapi di sini, nasi tumpeng itu disajikan dalam ukuran satu piring," terang Dimas. Nasi tumpeng mini menjadi menu andalan serta favorit Waroeng Wahid. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Ditanya mengenai pemilihan nama, Dimas ingin segalanya berjalan dengan baik. "Wahid itu artinya satu. Wahid itu baik. Kita ingin segala sesuatunya berjalan baik. Yang datang juga orang-orang baik, keluar dari sini juga harus jadi orang yang lebih baik," kata Dimas sumringah.

Buka dari pukul 11 siang hingga 1 malam pada hari Minggu sampai Jumat dan pukul 11 siang hingga 2 dini hari pada hari Sabtu, Waroeng Wahid juga menyediakan tempat bagi anak-anak muda Pekanbaru yang ingin berwirausaha.

"Kita ingin menciptakan wirausaha-wirausaha muda. Kita mempersilahkan bagi anak-anak muda Pekanbaru untuk berwirausaha di halaman kita. Jadi untuk mereka yang ingin berwirausaha tapi punya keterbatasan uang dan tempat, disini kita bisa berkreasi sama-sama. Jadi mereka bisa membuka stand nya masing-masing,"kata Dimas lagi.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Warung Wahid, dapat melihat Instagram Warung Wahid di @Waroengwahid. Path, Waroeng Wahid Official. Twitter, @warungwahid, serta hotline di 081275558181 / 081367678899.

Penulis: Suci Aulya
Editor  : Rio Sunera 



Tags:  -