Begini Cara Kreatif Disparekraf Promosikan Pariwisata Riau

By Trip Riau  |  29 Oktober 2015 19:47:45 WIB  |  News

Event Bakar Tongkang

Pekanbaru, tripriau.com – Potensi besar yang dimiliki Riau dalam sektor pariwisata mesti dipromosikan dengan tepat sasaran. Hal ini mendorong Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau melakukan cara-cara kreatif dalam mempromosikan pariwisata di Bumi Lancang Kuning.

Salah satunya melalui strategi yang disebut dengan POS Media. POS di sini meliputi, Paid Media, Owned Media dan Social Media.

Kadisparekraf Provinsi Riau, Fahmizal Usman menjelaskan, Paid Media merupakan aktivitas promosi dengan memanfaatkan media-media yang sudah ada, seperti televisi, surat kabar, majalah dan media online atau portal berita.

Sementara Owned Media, merupakan media yang dimiliki oleh Disparekraf sendiri, seperti website. Lalu, ada juga Social Media. Misalnya saja, faceebook, instagram, path dan sebagainya.

Fahmizal memberi sedikit contoh terkait strategi ini. Misalnya saja dalam mempromosikan iven pariwisata Bakar Tongkang.

Dia menjelaskan, bila pelaksanaan iven Bakar Tongkang digelar pada bulan Juni, maka sebulan sebelumnya pihaknya sudah mulai menggarap promosi iven ini.

"Tim promosi dinas bekerja dulu membuat rilisnya (untuk media massa), bercerita tentang Bakar Tongkang ini, termasuk visualnya. Setelah kita otorisasi, oke, deal, kita tetapkan tanggal berapa mesti naik (di media massa),’’ kata Fahmizal kepada tripriau.com, di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Instrumen kedua menurutnya adalah dengan menyiapkan konsep Table Top. Table Top ini melibatkan pelaku industri pariwisata seperti asosiasi-asosiasi, hotel dan jasa lainnya.

"Setiap bulan pasti ada iven expo (pameran). Nah, di expo itu saya membawa konsep Table Top. Dengan iven Bakar Tongkang di bulan Juni, pada bulan Mei kita menghadiri salah satu expo dengan melibatkan industri pariwisata untuk menjual Bakar Tongkang. Seperti, mau ikut Bakar Tongkang gak?, dengan biaya per orang sekian juta. Nah, itu instrumen yang kedua,’’ jelas Fahmizal.

Instrumen ketiga yang akan dilakukan adalah dengan menggelar Pre Event. Pre Event ini dengan menggelar launching di Kementerian Pariwisata di Jakarta.

"Kementerian menyediakan ruang untuk kita berpromosi. Kita bikin launching tentang Bakar Tongkang. Khusus tentang Bakar Tongkang ceritanya. Nah, itu kita lakukan,’’ kata Fahmizal.

Fahmizal menambahkan, sebulan sebelum iven strategi ini sudah dilakukan. Media massa, baik cetak, elektronik maupun online digerakkan secara serentak. Saat Pre Event, pihaknya akan mengundang asosiasi-asosiasi nasional dan para buyer (pembeli).

"Dan di situ kita pertemukan antara buyer (pembeli) dan seller (penjual) itu. Ini strategi yang mau kita lakukan. Sebelumnya belum ada yang pakai,’’ katanya penuh semangat.

Selanjutanya, Fahmizal menyebut, dirinya mulai membangun hubungan dengan media massa. ‘’Karena media ini merupakan mitra utama menurut saya, karena bila (sektor) pariwisata tidak bergandengan dengan media, percuma. Karena kita promosi yang paling mudah dan murah itu melalui media,’’ katanya lagi.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -