Kadisparekraf Riau: Kekuatan Pariwisata Ada di Desa

By Trip Riau  |  11 November 2015 16:55:51 WIB  |  News

Danau Zamrud yang berada di Kabupaten Siak

Pekanbaru, tripriau.com – Keberadaan Desa Wisata diharapkan menjadi potensi besar dalam perkembangan sektor pariwisata di Bumi Lancang Kuning. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau mulai bergerak untuk mewujudkan ini dengan melakukan kajian akademik.

Kadisparekraf Riau, Fahmizal Usman menekankan, bahwa kekuatan pariwisata terletak di desa. Hal ini juga sesuai dengan semangat Nawacita, yakni membangun dari pinggir (dari pedesaan).

"Makanya, wisata desa kita lihat. Kita lakukan kajian ilmiah. Jangan nanti kita paksakan dia jadi desa wisata padahal dia tidak punya potensi wisata yang bisa dikembangkan. Itu juga gak bagus,’’ kata Fahmi.

Saat ini Disparekraf Riau terus mematangkan kajian akademik terhadap pengembangan desa wisata ini. ‘’Kita melakukan kajian akademis dan mereka (tim akademisi) terus matangkan. Tapi paling tidak kita punya basis data dulu untuk mengembangkan ini,’’ kata Fahmi pada tripriau.com beberapa waktu lalu.

Menurut Fahmi, pihaknya tengah menyiapkan data pendukung untuk ke arah sana. Mulai dari mengkaji faktor budaya, masyarakat, transportasi, hingga faktor pendukung lainnya.

"Ini kan mesti tahu. Artinya ketika kita berbicara dengan media, ke mana-mana, terkait apa yang bakal kita kembangkan ke depan jadi lebih mudah,’’ ucap Fahmi.

Sektor ekonomi kreatif juga akan dikembangkan guna mendukung upaya ini. Akan dilihat sejauh mana sektor ini bisa mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Dari mana orang akan datang. Yang kita buat ternyata siapa yang beli. Siapa yang datang, ternyata gak ada. Itu kita kaji,’’ sebut Fahmi.

Dia menambahkan, desa wisata yang tengah dikaji berada di tiap-tiap kabupaten yang ada di Riau. Diantaranya, Desa Rumbio, Desa Tanjung, dan Desa Buluh Cina di Kabupaten Kampar, hingga Senapelan di Pekanbaru.

Wisata Berbasis Budaya, Ekowisata dan Wisata Buatan

Berbicara sektor pariwisata, tentu masing-masing daerah memiliki plus-minus. Artinya, potensi dan wisata unggulan di tiap daerah berbeda-beda. Ada yang memiliki daya tarik berupa pantai, gunung, candi-candi, namun ada juga yang memiliki keunggulan dari segi kearifan lokal masyarakat tempatan.

Terkait hal ini, Fahmizal mengklasifikasi basis pariwisata Riau dalam tiga aspek. Meliputi Wisata Budaya, Ekowisata dan Wisata Buatan/alam.

"Kita tak bisa bikin wisata bahari. Kita tidak bisa kayak Kepri yang dijuluki Maldives-nya Indonesia Barat. Kita gak punya itu (pulau-pulau). Tapi kita punya Ombak Bono, air terjun dan lainnya. Arah pengembangannya ekowisata,’’ tutur mantan Kabiro Humas Pemprov Riau ini.

Fahmi menjelaskan, pihaknya terus menggali potensi ekowisata di berbagai daerah di Riau. ‘’Ekowisata itu ada unsur petualangan, jelajah. Ini wisata minat khusus namanya. Ini kita gali terus. Ternyata potensinya besar di semua kabupaten,’’ kata Fahmi menjelaskan.

"Banyak desa-desa adat (di Riau). Dia masih hidup dengan tradisi. Ini kan menarik untuk dijual dengan orang. Seperti di Desa Tanjung (Kampar), mereka mandi, walaupun di dalam kamar mandi, tetap dikasih kain basahan. Ini kan kearifan lokal mereka. Itu kan yang kita perlu kembangkan,’’ tutupnya.

Penulis: Rio Sunera

 



Tags:  -