Monumen Kereta Api dan Tugu Pahlawan Kerja, Saksi Bisu Adanya Kereta Api di Bumi Lancang Kuning

By Trip Riau  |  16 November 2015 07:06:37 WIB  |  City Guide

Monumen Kereta Api dan Tugu Pahlawan Kerja

Pekanbaru, tripriau.com- Cagar budaya monumen kereta api dan tugu pahlawan kerja di Pekanbaru ini menjadi saksi bisu bahwa di Bumi Lancang Kuning pernah dibangun rel kereta api. Lokasi cagar budaya ini jika Anda melintas dari pusat kota, Jenderal Sudirman, terletak di sisi kiri Jalan Kaharuddin Nasuiton, sebelum kampus Universitas Islam Riau atau setelah Rumah Makan Pondok HM Yunus.

Tempat ini cukup terawat dan terlihat bersih. Rumput-rumput yang tumbuh di kawasan ini juga memiliki panjang yang sewajarnya.

Kereta api tua berwarna hitam bernomor C 3322 yang tidak memiliki gerbong tersebut terpajang di atas beton dan memiliki rel sepanjang kurang lebih enam meter. Pada dinding monumen kereta api terdapat ukiran yang menggambarkan kekerasan kekerasan tentara Jepang terhadap romusha.

Di dalam area taman cagar budaya ini juga terdapat beberapa kuburan para romusha pada masa masa penjajahan Jepang yang dipaksa membangun rel kereta api dari Pekanbaru menuju Muara Sijunjung di Sumatera Barat yang berjarak 220 Kilometer.

Menurut sejarahnya, pada masa pembangunan rel kereta api yang dimulai dari tahun 1943 hingga 1945 dan dipimpin oleh Jepang (Nippon), romusha mengalami penyiksaan dan derita yang amat pedih.

Akhirnya pada tanggal 1 agustus 1945 Kaisar Hiro Hito dengan resmi menyatakan Jepang menyerah tanpa syarat setelah tragedi Hiroshima dan Nagasaki. Maka tercatatlah sejarah pembangunan rel kereta api terpendek tapi menelan ratusan ribu korban jiwa di cagar budaya ini.

Pada 10 November tahun 1978, tugu yang disebut pahlawan kerja ini ditanda tangani oleh Gubernur Riau, HR. Soebrantas Siswanto sebagai bentuk penghormatan kepada korban pembangunan rel kereta api.

Taman cagar budaya ini dapat Anda jadikan sebagai salah satu tujuan perjalanan sejarah Anda. Pada sore hari, tempat ini dijadikan sebagai tempat bersantai maupun sekadar berfoto-foto bagi masyarakat Pekanbaru.

Penulis: Suci Aulya



Tags:  -