Lopek Bugi, Oleh-oleh Khas Kampar yang Sangat Terkenal

By Trip Riau  |  08 Desember 2015 20:03:00 WIB  |  Culinary

Selain sebagai oleh-oleh, Lopek Bugi juga nikmat disantap di tempat dalam kondisi hangat. Foto: Muhammad Ridho / tripriau.com

Kampar, tripriau.com - Bila anda melintasi Jalan Raya Pekanbaru - Bangkinang Km 34, tepatnya di desa Danau Bingkuang, Kabupaten Kampar sempatkanlah untuk membeli oleh-oleh Lopek Bugi khas Kampar, Riau. Rasanya terkenal enak. 

Lopek Bugi ini merupakan salah satu kudapan khas Kampar yang sangat terkenal. Di daerah lain makan ini juga disebut Lepat.

Makanan satu ini dibungkus dengan daun pisang. Bahan dasarnya berupa tepung beras ketan, campuran parutan kelapa plus gula. Rasanya legit, gurih dan enak. 

Di pusat oleh-oleh ini ada lebih kurang 30 gerai yang menjual Lopek Bugi khas Kampar. Mereka berjejer rapi di sisi kiri dan kanan jalan lintas ini. 

Tidak hanya warga sekitar, pembeli Lopek Bugi ini juga banyak dari pengendara antar kota yang kebetulan melintasi jalan ini. Mereka kerap singgah dan membeli Lopek Bugi sebagai oleh-oleh.

Gerai-gerai yang terbuat dari kayu ini sebenarnya tak hanya menjual Lopek Bugi. Beberapa kuliner khas Kampar bisa kita temui di sini. Seperti, Oluo, Wajik Tapai, Keripik Nangka, Keripik Nenas hingga Dodol Pulut. 

Rata-rata makanan di sini dijual antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Untuk Lopek Bugi, per kemasan berjumlah 10 buah dijual seharga Rp 10 ribu. 

Selain dibawa pulang, ada satu lagi cara untuk menikmati lezatnya kuliner satu ini. Yakni dengan makan di tempat. 

Selain bisa menyantap dalam kondisi hangat, kita juga bisa menikmati pemandangan hamparan persawahan sambil menikmati gigitan demi gigitan kuliner satu ini. Pastinya, memberikan sensasi sendiri.  

Pusat oleh-oleh Lopek Bugi yang berada di Jalan Lintas Pekanbaru - Bangkinang, Km 34, tepatnya di Desa Danau Bingkuang, Kabupaten Kampar. Foto: Muhammad Ridho / tripriau.comPusat oleh-oleh ini mulai ramai 5 tahun terakhir. Awalnya, dimulai oleh seorang pedagang yang berjualan Lopek Bugi di tepi jalan. 

"Lima tahun ke belakang mulai ramai tempat ini. Dulu awalnya hanya 2 tempat di ujung sana. Lama-lama jadi ramai sampai 30 (gerai) lebih," kata salah satu pedagang, Almaizir (49) kepada tripriau.com, akhir pekan lalu.

Almaizir mengatakan, Lopek Bugi yang dijualnya rata-rata laku terjual sebanyak 40 kotak perhari. "Alhamdulillah, kita tiap harinya bisa menjual rata-rata 40 kotak Lopek Bugi setiap hari," katanya. 

Pusat oleh-oleh Lopek Bugi ini sendiri bisa ditempuh selama 30 menit perjalanan dari kota Pekanbaru. Jaraknya cuma beberapa ratus meter saja dari pasar Danau Bingkuang.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -