Merasakan Manisnya Jeruk Kuok

By Trip Riau  |  09 Desember 2015 11:52:50 WIB  |  News

Meski tidak berwarna kuning seperti jeruk manis lainnya, Dari segi rasa Jeruk Kuok  tidak kalah manis dengan jeruk lainnya. Foto: Rio Sunera / tripriau.com

Kampar, tripriau.com – Dibanding jeruk Berastagi atau varian jeruk lainnya, jeruk Kuok memang kalah tenar. Tapi soal rasa, jeruk Kuok ini tidak kalah. Bahkan, dulu pernah merasakan masa keemasan.

Bila Anda melintasi Jalan Lintas Riau – Sumbar, tepatnya di daerah Kuok, sepanjang kiri dan kanan jalan banyak dijumpai penjual jeruk Kuok. Jeruk-jeruk ini berasal dari kebun yang ditanam masyarakat dari berbagai desa di Kuok. 

Jeruk Kuok yang berukuran besar dijual Rp 20 ribu perkilogram. Sementara, yang lebih kecil dijual Rp 15 ribu perkilogramnya. 

Jeruk Kuok ini sekarang juga bisa dijumpai di Pekanbaru. Banyak para pedagang mulai menjual jeruk ini. Mereka jualan dengan membuka lapak-lapak dipinggir jalan. Salah satunya bisa ditemui di Jalan Arifin Ahmad dan Soekarno-Hatta.  

Dari tampilan, jeruk Kuok memang kelihatan kurang menarik. Kulitnya berwarna hijau pekat. Tidak kuning seperti jeruk kebanyakan. Terkadang, permukaannya dipenuhi bercak-bercak hitam. Bentuknya bundar seperti bola. Tapi, jangan salah. Rasanya sangat manis. Khas, dan berbeda dengan varian jeruk lainnya.  

Dulu, jeruk Kuok ini sempat menjadi primadona. Banyak petani dari berbagai daerah di Sumatera datang ke Kuok untuk berburu jeruk ini. Sebagian juga membawa bibit jeruk ini untuk ditanam di daerah asal.

Salah satu petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kutar (55) juga ikut menanam jeruk Kuok di atas lahan 2 hektar kepunyaannya. 

‘’Ini bibit jeruk Kuok, Kampar. Ini jeruk rasanya manis. Makanya saya lebih memilih jenis jeruk ini,’’ kata Kutar kepada tripriau.com.

Tapi, hama yang menyerang ketika itu membuat jeruk yang ditanam petani di Kuok mati. Bahkan, selama bertahun-tahun tidak dapat dipergunakan untuk berkebun jeruk lagi. 

Tapi, beberapa tahun ini masyarakat mulai bertanam jeruk lagi. Meskipun cuma beberapa batang, namun jeruk Kuok sudah mulai menggeliat. Bahkan, rencananya mau dijadikan sebagai tujuan agrowisata

‘’Kita ada berencana untuk menjadikan kebun-kebun jeruk ini sebagai tempat tujuan agrowisata. Tapi, kita masih terkendala akses menuju perkebunan. Jalannya kan rusak, becek,’’ kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Belimbing, Armanzas.  

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -