Berburu Durian ke Kampung Tinggal

By Trip Riau  |  11 Desember 2015 10:19:02 WIB  |  News

Selain mendapatkan harga yang lebih murah, menyantap durian langsung di kebunnya juga memiliki kenikmatan tersendiri. Foto: Amelia Aidilla / tripriau.com

Kampar, tripriau.com -Bagi para pecinta durian, tidak ada kata tidak mungkin. Termasuk berburu durian ke kebunnya. Menikmati durian langsung di kebunnya memiliki kenikmatan sendiri. Berburu durian hingga ke kampung-kampung terpencil pun sering kali menjadi agenda wajib kala musim durian tiba.

Bulan Desember ini, durian membanjiri Pekanbaru dan sekitarnya. Para penikmat durian bisa membeli durian sepuasnya dengan harga yang jauh miring dibanding dengan sebelumnya. Cita rasa yang enak dan khas membuat buah ini dijuluki raja buah. Siapa yang bisa menolak si raja buah ini?

Durian yang dijual di sepanjang jalan di Pekanbaru ini merupakan hasil panen dari perkebunan di Medan.

Meskipun durian yang terdapat di Pekanbaru berasal dari Medan, bukan berarti pohon durian di Riau tidak berbuah. Di Koto Kampar Hulu misalnya. durian berbuah lebat disini. Durian dengan sangat mudah ditemukan.

Menikmati durian langsung di kebunnya menjadi impian setiap pecinta buah satu ini. Buah yang masak dengan sempurna di pohonnya membuat rasa durian disini tidak diragukan lagi. Dinikmati dengan nasi pulut atau lemang, menambah nikmatnya makan durian.Kebun durian Kampung tinggal berada diantara perkebunan karet, untuk pergi ke kebun durian kita akan melewati perkebunan karet dengan berjalan kaki. Foto: Amelia Aidilla / tripriau.com

Salah satu tempat yang menjadi daerah tujuan berburu durian adalah Desa Tanjung, Koto Kampar Hulu. Disini kita bisa mendapati pohon durian dengan mudah. Di Desa Tanjung, durian paling banyak ditemukan di Kampung Tinggal.

Kampung Tinggal adalah sebutan untuk kampung lama di tepi sungai yang sudah di tinggalkan oleh penduduk yang bermigrasi ke daerah yang lebih tinggi. Disini, pohon-pohon durian terdapat di sepanjang kampung, diantara kebun karet warga.

Akses menuju Desa Tanjung cukup jauh dan jalanan berlubang. Sedangkan untuk menuju ke Kampung Tinggal, anda harus menempuh jalan tanah dan becek karena hujan. Namun, hal ini sesuai dengan apa yang dicari.

‘’Selama perjalanan rasa-rasa pengen pulang, tapi pas udah dapat duriannya, semua capek diperjalanan terasa terbayarkan,’ ujar Sari, salah satu anggota rombongan pemburu durian.

Karena terletak diantara kebun karet warga, anda harus berjalan kaki beberapa meter menuju gubuk-gubuk penjual di tengah tengah kebun karet. Bukan suatu hal yang berat demi mendapatkan durian yang lezat.

Berbeda dengan durian hasil perkebunan Medan, durian di Kampung Tinggal ini memiliki rasa yang enak dan aroma yang lebih tajam, serta rasa yang manis dijamin membuat ketagihan.Untuk menunggu duriannya jatuh kita bisa  bersantai di gubuk yang ada di kebun durian. Foto: Amelia Aidilla / tripriau.com

Rasa durian di Kampung Tinggal ini sangat berbeda jauh dengan durian biasa. Pohon-pohon durian yang besar terdapat di antara perkebunan karet milik warga. Setiap musim durian, warga bermalam di kebun mereka. Menurut warga setempat, durian lebih banyak jatuh dari batangnya saat malam hari. Oleh karna itu, agar tidak diambil oleh orang lain, mereka  bermalam di kebun mereka untuk menunggu durian yang jatuh pada saat malam hari.

Harga yang ditawarkan pun sangat menggiurkan. Berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 20.000 saja, tergantung ukuran buahnya. Harga yang terbilang murah untuk buah durian yang lezat. Sistem tawar menawarpun menjadi adu keberuntungan anda disini. Jika anda beruntung, anda akan mendapat diskon dan bonus dari penjual.

Sebuah perburuan buah durian yang sayang untuk dilewatkan bukan? Menurut para warga disana kepada tripriau.com, para pemburu buah durian ini rata-rata berasal dari kota Pekanbaru dan Bangkinang. Mereka biasanya berburu buah durian ke Kampung Tinggal pada saat weekend atau tanggal merah.

‘’Biasanya kalau tanggal merah dan hari libur, banyak orang-orang dari Bangkinang dan Pekanbaru yang datang mencari durian. Biasanya mereka berombongan makan durian di sini, terus bawa juga buat pulangnya,’’ jelas Abris, salah satu penjual durian di Kampung Tinggal.

Satu tips unik dari warga Kampung Tinggal. Jika anda selesai makan durian, minumlah air dari cekukan kulit durian tadi. Hal ini dipercaya sapat mengurangi aroma durian dari mulut kita dan mencegah sendawa durian. Penasaran? Silahkan saja uji sendiri.

Penulis : Amelia Aidilla

Editor   : Rio Sunera



Tags:  -