Keberadaan Bono Harus Membuat Masyarakat Sadar Ekonomi Wisata

By Trip Riau  |  14 Desember 2015 21:20:47 WIB  |  News

Para peselancar dari teluk meranti sedang berselancar menakhlukkan ombak bono. Foto: Amelia Aidilla / tripriau.com

Teluk Meranti, tripriau.com - Sebagai salah satu tujuan wisata Provinsi Riau, Ombak Bono di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan memiliki potensi ekonomi yang tinggi.

Dengan memanfaatkan fenomena alam yang langka tersebut, masyarakat di Teluk Meranti harus lebih pintar untuk melihat peluang bisnis pada sektor wisata.

Semenjak Bono mulai dikenal turis domestik dan mancanegara beberapa tahun terakhir ini, Teluk Meranti mendapat perhatian dari masyarakat luar. Banyak turis yang berkunjung untuk melihat fenomena alam yang sangat langka dan unik tersebut.

Gelombang tinggi yang terjadi di sungai Kampar akibat pertemuan tiga arus tersebut memungkinkan untuk melakukan olah raga papan selancar atau surfing di sungai.

Teluk Meranti yang sebelumnya bukan daerah tujuan wisata, sekarang menjadi tempat yang terdaftar sebagai wish list para turis.

Penduduk Teluk Meranti setiap tahun kedatangan tamu dari luar daerah, maupun luar negeri.

Tujuan para turis adalah untuk melihat dan atau berselancar di ombak Bono.

Camat Teluk Meranti, Iki Syahputra SSpt mengatakan, penduduk Teluk Meranti harus pandai melihat peluang bisnis melalui fenomena ombak Bono.

Menurutnya, ombak Bono bisa menghasilkan banyak peluang bisnis bagi masyarakat. Hal ini pastinya akan memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Teluk Meranti.

"Penduduk Teluk Meranti harus pandai-pandai melihat peluang bisnis dari kegiatan beselancar di ombak Bono ini," katanya kepada tripriau, Ahad (13/12), di Teluk Meranti.Belajar membatik adalah salah satu kegiatan yang bisa dilakukan anak-anak di rumah krreatif yang ada di Kecamatan Teluk Meranti. Foto: Muhammad Ridho / tripriau.com

Dia mengharapkan masyarakat Teluk Meranti menjadi masyarakat sadar ekonomi wisata, agar dapat meningkatkan ekonomi penduduk melalui Bono.

Iki juga mengharapkan warga Teluk Meranti menjadi masyarakat yang juga sadar akan potensi wisata.

"Masyarakat harus ramah terhadap pendatang dan dapat memenuhi kebutuhan para turis," lanjut Iki.

Iki menyebut, saat ini warga miskin dan kurang mampu di Kecamatan Teluk Meranti berjumlah sekitar 60%. ''Melalui kegiatan berselancar di Ombak Bono ini, semoga dapat merubah ekonomi warga ke arah yg lebih baik.

Jangan sampai ekonomi wisata di sini diambil alih oleh orang luar nantinya," sebut Iki.

Di Teluk Meranti sendiri sebenarnya sudah ada beberapa kegiatan ekonomi wisata. Mulai dari keberadaan penginapan dan hotel, penyewaan papan selancar, dan beberapa pemuda yang menjadi guide wisata ombak Bono.

Untuk usaha hotel dan penginapan, fasilitasnya sudah lumayan bagus. Tempat ini ramai oleh tamu pada waktu ombak Bono datang. Sedangkan pada hari-hari biasa, tidak seramai seperti ketika ada ombak bono.

Sementara itu, Vivien Anjadi Suwito, pemenang runner-up ke 3 Putri Pariwisata Indonesia perwakilan Riau, dalam Bono Jazz Festival 2015 yang diadakan di Teluk Meranti juga menghimbau masyarakat Teluk Meranti untuk turut serta mempromosikan wisata Bono.

"Salah satu cara yang bisa kita lakukan dengan mudah adalah dengan meng-update informasi mengenai Bono di media sosial, seperti melalui aplikasi BBM dan Facebook. Agar semakin banyak informasi terbaru dan mudah di akses orang mengenai wisata ombak bono," ajak Vivien.

Penulis: Amelia Aidilla

Editor: Rio Sunera



Tags:  -