GM Ska Co Ex Bicara Peluang dan Tantangan Wisata MICE

By Trip Riau  |  14 Desember 2015 21:38:52 WIB  |  Business

 General Manager Ska Convention and Exhibition, Anton Rezie, berbicara tantangan dan peluang mewujudkan MICE Destination. Foto: Sukma Putra / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com – Seiring dengan perkembangan ekonomi Riau yang kian maju, daerah ini kini tengah mengusung konsep sebagai tujuan wisata MICE atau MICE Destinastion.

Potensi Kota Pekanbaru sebagai destinasi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di masa mendatang memang terbuka lebar. Posisi yang strategis ditambah pertumbuhan ekonomi yang baik bisa menjadi alasan.

Sebagai penyedia fasilitas penunjang MICE terbesar di Pekanbaru, General Manager Ska Convention and Exhibition, Anton Rezie, berbicara tantangan dan peluang mewujudkan MICE Destination ini.

Anton berpendapat, melihat kondisi yang ada, wisata MICE di Pekanbaru sangat menjanjikan karena letaknya yang strategis. Yakni berada pada segitiga emas antara Johor, Singapura dan Riau sendiri.

Di sisi lain dia juga melihat, bahwa Pekanbaru memiliki sesuatu yang menjanjikan. Sebab berdasarkan statistik yang ada, orang yang datang ke Pekanbaru didominasi oleh tujuan bisnis dibanding pelesiran.  

‘’Di Pekanbaru ada sesuatu yang sangat promise, menjanjikan. Orang lebih banyak tujuan bisnis dari pada leisure atau pelesiran. Jadi, ini yang paling penting ke depan harus digarap secara maksimal. Ini juga tidak lepas dari peran stake holder, pemerintah juga perhotelan. Supaya market nasional dan internasional bisa kita ambil,’’ katanya kepada tripriau.com di Pekanbaru.

Namun untuk dapat berkembang, Anton mengatakan, Pekanbaru harus punya suatu fasilitas atraksi. Yakni sebuah tempat di mana setelah orang melakukan kegiatan MICE, mereka bisa berkunjung atau berwisata. Nah, ini  menurutnya yang belum dimiliki Pekanbaru.

 General Manager Ska Convention and Exhibition, Anton Rezie. Foto: Sukma Putra / tripriau.com

‘’Setelah orang melakukan MICE, harus ada tempat berkunjung di dalam kota. Kalau kita bicara radius yang dekat itu 1-2 kilometer, sementara paling jauh 10 kilometer. Di dalam kota, itu belum ada destinasi. Nah, itu yang sering menjadi barometer orang melakukan MICE. Karena MICE idealnya minimum 3 hari di Pekanbaru, harus ada tempat-tempat yang menyeimbangkan antara kegiatan mereka dan wisata mereka,’’ terang Anton.

Anton mengemukakan, dari segi fasilitas MICE di Pekanbaru sudah cukup baik. Bandara sebagai pintu gerbang sudah cukup akomodatif. Traffic-nya juga sangat tinggi.  ‘’Yang perlu ke depan sama-sama kita bangun adalah tempat untuk wisata atau point of interest-nya belum maksimal,’’ sebutnya.  

Anton mencontohkan keberadaan Pasar Wisata Pasar Bawah di Pekanbaru. Sebagai pasar tradisonal, ada sesuatu yang harus diangkat dari pasar bawah.

‘’Kembali lagi, pengunjung yang sudah datang tidak cukup hanya belanja. Setelah itu ngapain lagi. Kita punya Siak dengan objek wisata sejarahnya. Kita juga harus pikirkan. Bagaimana dengan jalan menuju ke sana, tempat makannya. Nah, itu kan perlu ada keterlibatan masyarakat,’’ terangnya.

Menurut Anton, membawa misi sebagai daerah tujuan MICE tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas yang ada di gedungnya saja. ‘’Yang perlu diseimbangkan adalah bagaimana fasilitas di tempat pelesirannya. Jadi, setelah dari MICE sorenya bisa jalan-jalan dan wisata kuliner,’’sebutnya.

Kondisi ini disebutnya sangat menantang. Sebab, bila dibandingkan daerah lain, sebelum MICE nya diangkat mereka sudah memililiki atraksinya. 

‘’Jadi, yah memang sangat menantang. Atraksinya belum ada, tetapi MICE-nya sudah ada. Idealnya, menurut hemat saya atraksinya dulu, tempat di mana tamu-tamu bisa peleserian,’’ terangnya.

Terkait sinergisitas antara dunia usaha dan pemerintah, Anton melihat bahwa ada hal yang mesti ditingkatkan, yakni komunikasi dan koordinasi. ‘’Ini hal yang harus kita sinkronkan satu sama lain. Kita di hotel ada wadah PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), kemudian secara independen rekan kita adalah ASITA (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata),’’ tukasnya.

Disamping itu, pemerintah sendiri dinilainya juga sangat berperan untuk mengangkat Pekanbaru sebagai the real destination. ‘’Dan ini tidak cukup dengan kita memberikan selebaran dan memperkenalkan secara konvensional, tapi sekarang ada digital marketing. Nah ini yang sangat menentukan,’’ kata GM Swiss Bel Hotel Pekanbaru dan Ska Co Ex ini.

Anton juga mengakui, Ska Co EX dan Swiss Bel Hotel yang dipimpinnya sudah bersiap diri dan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mendukung Pekanbaru sebagai destinasi wisata MICE.

‘’Kita melakukan langkah-langkah strategis dan optimal. Terutama kita juga mempunyai jaringan website. Kita sudah melakukan itu. Kemudian kita dibantu kantor pusat yang berbasis di Hongkong, dan kantor regional di Jakarta,’’ sebutnya.  

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -