Pondok Belantara, Hargai Hasil Hutan Melalui Buku

By Trip Riau  |  30 Desember 2015 16:59:37 WIB  |  Community

Kegiatan anak-anak di taman baca pondok belantara. Foto: Pondok Belantara for tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com - Buku adalah gudang ilmu yang takkan pernah hilang meskipun telah usang. Di tengah canggihnya teknologi saat ini, komunitas Pondok Belantara masih peduli terhadap keberadaan buku.

Melihat kondisi hutan di Provinsi Riau yang makin memprihatinkan, anggota Komunitas Pondok Belantara Adventure Riau memiliki misi sederhana yang dianggap sebagai aksi ketika mereka tidak bisa ikut dalam kegiatan menanam pohon atau memadamkan api.

“Ada satu hal kecil yang bisa kita lakukan ketika kita tidak bisa ikut menanam pohon atau  memadamkan api, yaitu peduli terhadap tulisan-tulisan yang berbentuk buku yang bisa kita manfaatkan,” kata Koordinator Komunitas Pondok Belantara, Eko Handiko Purnomo.

Eko menambahkan, sedikit hasil hutan yang bisa kita rasakan adalah melalui buku.

Selain karena keprihatiannya terhadap kondisi hutan di Provinsi Riau, Eko dan teman-temannya di Komunitas Pondok Belantara juga melihat bahwa saat ini keberadaan buku mulai dikesampingkan.Taman baca Komunitas Pondok Belantara Berada di daerah Pasir Putih, Jalan Purwosari, Siak Hulu, Kampar. Foto: Suci Aulya / tripriau.com

“Sekarang buku mulai dikesampingkan dengan adanya teknologi seperti gadget. Kita mau buku ini tetap dibaca dan tidak hanya disimpan saja, karena ketika kita membaca buku dan menjadikan buku sebagai referensi, ilmunya akan lebih cepat tertancap dibandingkan jika kita hanya copy-paste materi dari gadget saja,” terangnya.

Ngamen Untuk Kumpulkan Buku

Belantara memiliki kepanjangan ‘’pembelajaran tanpa rasis’’. Artinya, komunitas ini mengajak siapapun untuk bisa membaca dan belajar bersama tanpa memandang usia, suku, ras dan latar belakang lainnya.

Anggota Komunitas Pondok Belantara biasanya melakukan kegiatan ngamen di area Car Free Day (CFD) yang hasilnya digunakan untuk menambah koleksi buku. Selain itu komunitas ini juga menerima donor buku bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan bukunya.Komunitas belantara kumpulkan buku dari hasil ngamen. Foto: Suci Aulya / tripriau.com

Berdiri sejak setahun lalu, awalnya komunitas ini hanya aktif setiap weekend, tepatnya di area Car Free Day di Pekanbaru. Tak hanya di Pekanbaru, Komunitas Pondok Belantara juga membuat taman baca keliling di berbagai daerah di Provinsi Riau seperti di desa-desa.

“Yang menjadi lokasi kita adalah tempat-tempat keramaian untuk mengajak orang membaca,” ungkap Eko.

Baru-baru ini, Komunitas Pondok Belantara mengadakan taman baca keliling di Kabupaten Kampar. Selain taman baca keliling, saat ini komunitas tersebut telah memiliki taman baca tetap yang bisa dimanfaatkan masyarakat jika hanya ingin sekadar membaca atau meminjam buku.

Taman baca Komunitas Pondok Belantara Berada di daerah Pasir Putih, Jalan Purwosari, Siak Hulu, Kampar. Disini Anda bisa membaca dan belajar bersama tanpa rasis seperti kepanjangan dari Belantara, sepenggal nama dari komunitas ini. Selamat membaca!

Penulis: Suci Aulya

Editor: Rio Sunera

 



Tags:  -