Strategi Waroeng Wahid di 2016: ‘’Jadi Tempat Ngumpulnya Komunitas’’

By Trip Riau  |  04 Januari 2016 13:31:50 WIB  |  City Guide

Waroeng Wahid yang terletak di Jalan Durian nomor 39 menawarkan makan dan bersantai dalam suasana rumah tradisional. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com – Memasuki tahun 2016, banyak pelaku bisnis pasti akan menemukan berbagai tantangan serta peluang dalam pengembangan bisnisnya. Begitu pula bagi Waroeng Wahid, tempat nongkrong yang berlokasi di Jalan Durian nomor 39.  Di tahun ini, Waroeng Wahid memiliki tagline sebagai “Tempat Ngumpulnya Para komunitas”.

Baru berdiri pada Juni 2015 silam, Waroeng Wahid sudah mampu menyedot perhatian kawula muda dan menjadi salah satu tempat nongkrong paling hits di Pekanbaru.

Owner Waroeng Wahid, Dimas Wisageni, sudah memiliki ‘mesin baru’ untuk menjalani bisnis kafenya ditahun 201,6 yang menurutnya pasti memiliki tantangan yang lebih berat dibanding tahun sebelumnya.

Tempat Berkumpul Komunitas Pekanbaru

Dalam menghadapi persaingan dunia bisnis yang dijalaninya, Dimas telah menyiapkan strategi jitu untuk tetap mempertahankan eksistensi Waroeng Wahid di mata masyarakat khususnya anak muda.

Jika sebelumnya Waroeng Wahid hanya menjadi tempat nongkrong bagi anak muda, maka di tahun 2016 ini Dimas memiliki tagline tersendiri untuk menarik dan meramaikan pengunjung di Waroeng Wahid.

“2016 ini kita punya tagline jadi tempat ngumpulnya para komunitas. Jadi kita pengen semua komunitas yang ada di Pekanbaru bisa ngumpul di Waroeng Wahid,” kata Dimas kepada tripriau.com

Dimas memberikan wadah bagi komunitas-komunitas yang ada di Pekanbaru untuk bisa ‘unjuk gigi’ dan showing mengenai komunitas mereka di Waroeng Wahid.

“Kita sediakan wadah untuk komunitas Pekanbaru agar bisa eksis dan lebih dikenal masyarakat. Kita mau bikin sesuatu untuk diri mereka, untuk Waroeng Wahid, Pekanbaru dan bahkan Indonesia,” katanya.

“Kita bisa berikan masukan-masukan atau mengonsepkan apa yang mereka inginkan dan apa yang ingin mereka tunjukkan. Jadi kita akan explor mereka, apapun komunitasnya,” tegas Dimas lagi.Dibeberapa sudut ruangan dipajang motor tua yang makin menambah nuansa zaman dulu di kafe ini. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Dimas mengatakan, saat ini tercatat sudah sekitar tiga puluh komunitas yang mendaftar untuk bisa tampil dan menggelar event di Waroeng Wahid. Dimas selaku owner pun tak mengharapkan timbal balik apapun dari komunitas yang digandengnya.

“Ketika mereka bisa eksis di masyarakat dan bisa memajukan Pekanbaru, ya kita maju sama-sama. Bagi komunitas yang ingin tampil dan menggelar event akan kita sediakan wadahnya di Waroeng Wahid,” tutur Dimas.

Kenyamanan Pengunjung Tetap Nomor Satu

Di tahun 2016, untuk bisnis kuliner menurut Dimas tidak memiliki tantangan yang signifikan. Sebab menurutnya kenyamanan pengunjung terhadap suasana tempat, pelayanan dan menu merupakan hal yang paling utama.

“Bisnis ini bukan cuma mikirin gimana orang enak makan terus nongkrong, tapi lebih dari itu, kita mau buat bagaimana orang bisa nyaman nongkrong di tempat kita yaitu Waroeng Wahid. Fokus kita ketika pengunjung datang ke sini itu adalah kenyamanan dan ketika kemari mereka mendapat inspirasi,” jelas Dimas.

Dimas menuturkan, secepatnya di tahun 2016 dirinya akan melakukan renovasi untuk Waroeng Wahid dengan tidak meninggalkan kesan ‘rumah nenek’ dan tetap merupakan rumah orang tua yang nyaman dikunjungi kapanpun.

“Tampilan Waroeng Wahid di 2016 ini akan berubah sekitar 50 persen. Jadi lebih fresh dan enjoy. Kalau dari makanan juga akan ada beberapa item yang akan kita ubah biar fresh terus tapi tidak meninggalkan menu lama yang sudah ada,” tuturnya

Untuk mempertahan eksistensinya, media sosial dan menggandeng peran media massa masih menjadi pilihan terbaik bagi Dimas. Menurutnya media sosial dan media massa menjadi sesuatu yang memiliki dampak paling besar untuk kemajuan Waroeng Wahid.

Bagi Anda yang ingin mulai berbisnis atau mengembangkan usaha yang telah dijalani, Dimas memberi tiga tips yang menurutnya menjadi kunci dalam menjalani usaha, yaitu niat dan dimuai dengan doa, tekun serta berkelanjutan.

Penulis: Suci Aulya

Editor: Rio Sunera



Tags:  -