Ini Dia 5 Event Wisata di Riau yang Wajib Dikunjungi

By Trip Riau  |  14 Januari 2016 20:05:27 WIB  |  Wisata Riau

Festival Pacu Jalur tradisional merupakan tradisi asli nenek moyang masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Foto: tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com – Provinsi Riau memiliki cukup banyak event-event pariwisata yang digelar rutin setiap tahun. Beberapa diantaranya bahkan sudah masuk dalam kalender event  pariwisata nasional.

Tahun 2016 ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau akan mendorong promosi event ini lebih kuat lagi.

Kadisparekraf Fahmizal Usman ST MSi  menyebut, salah satu strateginya adalah dengan melakukan promosi ke tingkat nasional melalui launching event pariwisata di Jakarta. 

‘’Event yang kita anggap besar dan pusat sudah menganggap itu event nasional, kita akan promosikan di kementerian. Misalnya, Tour de Siak yang sudah kita anggap besar, sebulan sebelum event digelar kita launching di Gedung Sapta Pesona di kementerian (Pariwisata, di Jakarta),’’ jelas Fahmi.  

Nah, berikut ini 5 event pariwisata di Provinsi Riau yang wajib dikunjungi:

 

  1. Festival Pacu Jalur Tradisional

Pacu Jalur biasanya dibuka dengan kegiatan pawai budaya yang melibatkan seluruh kecamatan di daerah ini. Foto: tripriau.com

Festival Pacu Jalur tradisional merupakan salah satu tradisi budaya nusantara yang sangat unik. Festival ini bahkan disebut sebagai event budaya yang memiliki penonton paling ramai di Indonesia.

Festival Pacu Jalur tradisional merupakan tradisi asli nenek moyang masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau yang sangat mengakar dan telah bertahan selama ratusan tahun.

Festival Pacu Jalur merupakan perlombaan dengan menggunakan perahu atau sampan yang terbuat dari kayu yang oleh masyarakat Kuantan Singingi disebut Jalur.

Jalur yang digunakan biasanya memiliki panjang 25-30 meter dengan lebar 1,5 meter. Dengan ukuran ini, tak salah bila jalur merupakan salah satu perlombaan perahu terpanjang di Indonesia. Jalur biasanya bisa memuat 40-60 orang pengayuh atau biasa disebut ‘’anak pacu’’.

Festival ini biasanya digelar tiap bulan Agustus untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.

 

  1. Bakar Tongkang

Dalam hitungan menit kertas sesembahan berubah menjadi kobaran api besar dan menghanguskan seluruh bagian kapal hingga menjadi abu. Foto: tripriau.com

Inilah ritual budaya terbesar masyarakat Tionghoa kota Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau.  Menjelang event Bakar Tongkang Kota Bagan Siapiapi, Rokan Hilir berubah meriah. Berbagai ornamen khas Tionghoa menghiasi sepanjang jalan, terutama di Jalan Perniagaan yang didiami banyak warga Tionghoa.

Selain masyarakat Tionghoa setempat, ribuan warga Tionghoa yang berada di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, biasanya punya tradisi untuk pulang kampung. Mereka tak ingin melewatkan kesempatan langka menyaksikan ritual Bakar Tongkang.

Bakar Tongkang telah masuk dalam kalender pariwisata Nasional. Bagi etnis Tionghoa Bagansiapiapi, Bakar Tongkang atau yang dikenal dengan Sio Ong Cuon merupakan puncak kemeriahan yang dilakukan secara besar-besaran.

Festival Bakar Tongkang yang dalam bahasa Hokkien dikenal sebagai Go Gek Cap Lak, jatuh pada tanggal 16 bulan kelima penanggalan Lunar setiap tahunnya.

 

  1. Festival Bekudo Bono

Ombak Bono yang berada di Sungai Kampar, Kabupaten Pelelawan Provinsi Riau. Foto: Amelia Aidilla

Festival Bekudo Bono merupakan gelaran tahunan yang bertujuan untuk lebih mempromosikan destinasi Ombak Bono di Sungai Kampar, Pelalawan, Riau. Baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Keunikan dan kedahsyatan gelombang atau ombak Bono di Sungai Kampar, ombak satu-satunya yang terjadi di sungai di Indonesia , menjadi daya tarik para peselancar dalam dan luar negeri.

Bekudo Bono adalah berselancar atau kegiatan mengarungi gelombang Bono dengan menggunakan perahu (sampan) kayu. Kegiatan Bekudo Bono ini telah ada sejak dari jaman dahulu dan masih dilakukan sampai sekarang.

Dikutip dari situs www.bonokampar.com, Bekudo Bono saat ini dijadikan salah satu ajang kompetisi khusus bagi masyarakat lokal.

 

  1. Tour de Siak

Tour de Siak merupakan event olahraga yang rutin di gelar tiap tahun di Siak. Foto: Dok. tripriau.com

Event balap sepeda internasional Tour de Siak adalah event wisata olahraga yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi pariwisata di Kabupaten Siak. Event ini sudah digelar selama 3 tahun berturut-turut. Pertama kali digelar pada 2013.

Melalui event Tour de Siak ini, Kabupaten Siak semakin dikenal. Tidak hanya secara nasional namun hingga mancanegara. Tour de Siak tidak hanya diikuti oleh pembalap nasional. Para pembalap dari berbagai negara juga selalu ambil bagian pada event ini.

 

  1. Mandi Safar

Mandi Safar kegiatan pelestarian budaya dan tradisi masyarakat di Kabupaten Bengkalis. Foto: riaukepri.com

Mandi Safar merupakan salah satu kegiatan pelestarian budaya dan tradisi masyarakat lokal di Kabupaten Bengkalis. Biasanya event ini disaksikan ribuan warga dan dipusatkan di Pantai Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara. Serangkaian acara Mandi Safar ini biasanya diisi dengan beragam permainan rakyat. Mulai dari Sumpit hingga Lomba Jung. Biasanya, waktu pelaksanaan tradisi budaya yang sudah ada sejak puluhan tahun silam itu dilakukan pada hari Rabu, tepatnya di minggu ke-empat bulan Safar.

 Ada beberapa prosesi yang dilakukan saat pelaksanaan tradisi budaya Mandi Safar. Diantaranya zikir bersama, kemudian arak-arakan diiringi kompang menuju sumur tua. Selanjutnya prosesi pengambilan air dari sumur tua oleh tokoh adat.

Air diambil menggunakan timba tradisional, selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah sebanyak tiga buah. Air diambil oleh tiga tokoh adat kampung secara bergantian. Masing-masing orang menimba tiga kali untuk dimasukkan ke dalam tiga tempat yang telah disediakan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan prosesi pemandian. Mandi dilakukan dengan gayung terbuat dari tempurung kelapa dengan tangkai kayu.

 

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -