Posisi Toyota Tidak Tergoyahkan, TAM Catatkan Penjualan 321.818 Sepanjang 2015

By Trip Riau  |  16 Januari 2016 05:58:51 WIB  |  Business

All New Toyota Innova. Foto: Toyota Astra Motor for tripriau.com

Jakarta, tripriau.com- PT Toyota-Astra Motor (TAM) berhasil mempertahankan posisinya sebagai market leader di tengah lesunya pasar otomotif nasional dan persaingan yang semakin ketat sepanjang 2015. TAM mencatatkan total penjualan whole sales sebanyak 321.818 unit dengan market share 31,8%.

"Kami berterimakasih kepada pelanggan, meski sama-sama menghadapi situasi perekonomian yang kurang mengembirakan, kepercayaan mereka terhadap Toyota masih sangat kuat sehingga kami bisa mempertahankan posisi sebagai market leader dengan pangsa pasar sesuai target dan masih sangat mengembirakan,” kata Vice President Director TAM, Henry Tanoto.

Menurut Henry, tahun 2015 merupakan periode yang berat bagi industri otomotif nasional. Hal itu terlihat dari pencapaian market secara total di mana penjualan mobil sepanjang 2015 merupakan yang terendah dalam 4 tahun terakhir atau sejak 2012.

Berdasarkan data Gaikindo, pada 2012 untuk pertama kalinya pasar otomotif nasional berhasil menembus angka 1 juta yaitu mencapai 1,116 juta unit kemudian naik menjadi 1,229 juta unit pada 2013 dan 1,208 juta unit pada 2014.

Dinamika perekonomian global seperti penurunan berbagai harga komoditas termasuk minyak bumi serta fluktuasi di pasar finansial berdampak kurang menguntungkan terhadap Indonesia, sehingga pertumbuhan perekonomian nasional terganggu. Kondisi ini mempengaruhi hampir semua sektor industri, tak terkecuali otomotif.

Namun demikian, kepercayaan sebagian besar masyarakat yang masih cukup kuat, berhasil menahan penurunan pasar otomotif tidak terlalu dalam. Ini terlihat dari data penjualan otomotif nasional yang sempat menyentuh angka terendah pada Juli ke level 55 ribu dan secara meyakinkan kembali naik sampai 73 ribu pada Desember lalu.

Dari data pasar ritel penjualan TAM di segmen kendaraan penumpang mencapai 310.314 unit, sehingga menempatkan pangsa pasar Toyota di posisi 41,2% dari total penjualan segmen kendaraan penumpang secara nasional. 

Sementara ritel penjualan Agung Toyota pada bulan Desember 2015 lalu menunjukan tren positif khususnya secara total penjualan 5 provinsi wilayah Agung Toyota seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Bali dan Kepulauan Riau berhasil mencapai 3039 unit.

Pada penjualan ritel, kontribusi terbesar dari segmen kendaraan Multy Purpose Vehicle (MPV) dengan total penjualan mencapai 181.730 unit dengan pangsa pasar 48,7%.  Di segmen ini, Toyota Avanza berhasil mempertahankan posisinya sebagai mobil terlaris dengan angka penjualan 133.153 unit.

Dengan angka penjualan tersebut, Toyota Avanza berhasil menguasai 45,7% penjualan di segmen low MPV. Khusus di Desember 2015, Toyota Avanza bahkan mencatatkan angka penjualan ritel hampir 16.000 unit, yang merupakan penjualan tertinggi MPV tersebut sepanjang 2015.

Sementara itu, Toyota Innova juga menjadi backbone lainnya di segmen MPV dengan total penjualan ritel 45.411 unit dan menguasai pangsa pasar 87,1% dari total penjualan di segmen medium MPV. Sejak diluncurkan pada 23 November hingga akhir Desember 2015, All New Kijang Innova mampu membukukan SPK hampir 13.000 unit.

Masih dari penjualan ritel, di segmen luxury MPV, angka penjulan Toyota Alphard tercatat mengalami pertumbuhan sangat signifikan menjadi 2.673 unit dengan pangsa pasar 83,5% dan di segmen high MPV Toyota NAV1 membukukan penjualan 493 unit dengan pangsa pasar 10,9%.

Sementara itu, di segmen Hatchback, total penjualan Toyota tercatat 80.700 unit yang berasal dari penjualan Agya, Etios, dan Yaris yang berhasil menjadi andalan Toyota di segmen masing-masing.

Toyota Agya berhasil mempertahankan posisinya sebagai mobil terlaris di segmen entry Hatchback dengan angka penjualan 56.583 unit sehingga memberikan kontribusi sekitar 38,8% terhadap pasar mobil Low Cost Green Car(LCGC) yang menjadi program pengembangan industri otomotif nasional oleh pemerintah.

Adapun Toyota Yaris menjadi mobil dengan penjualan mobil tertinggi di segmen medium Hatchback dengan angka 18.372 unit dengan pangsa pasar 39,1%. Sementara penjualan Toyota Etios tercatat 5.745 unit dengan pangsa pasar 16,5%.

Untuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV) total penjualan mencapai 38.178 unit dengan pangsa pasar 29,4%. Angka ini berasal dari penjualan Rush dan Fortuner masing-masing sebanyak 26.422 unit dan 11.756 unit.

Di segmen Sedan, TAM membukukan total penjualan ritel 8.802 unit dengan pangsa pasar  51,1%. Di segmen entry Sedan, angka penjualan Toyota Vios sebesar 1.510 unit dan Limo 4.569 unit berhasil menguasai pasar sedan private dan public dengan pangsa pasar masing-masing 44,5% dan 96,7%.

Di lain pihak, di segmen low Sedan penjualan Toyota Corolla Altis tercatat sebanyak 1.239 unit dengan market shares 58,7% dan sedan medium Toyota Camry 1.419 unit dengan market shares 58,4%.

Henry mengakui, hasil yang diraih selama 2015 tersebut juga tidak lepas dari upaya Toyota mengimplementasikan semangat Let’s Go Beyond baik dari segi teknologi, produk, maupun layanan. Semangat ini mendasari komitmen TAM untuk senantiasa memberikan produk dan layanan  yang mampu melebihi ekspektasi konsumen.

Selain Beyond Technology dan Beyond Product untuk produk-produk baru yang diluncurkan, TAM juga menegaskan komitmennya untuk memberikan kualitas layanan yang lebih baik melalui semangat Beyond Service.

"Dengan semangat Let’s Go Beyond, TAM ingin memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada pelanggan atas produk-produk Toyota, melalui teknologi terbaru dan model terbaru, serta memperluas jaringan after sales kami dengan kualitas yang lebih baik melalui layanan Toyota Mobile Service dan Express Maintenance,” tutur Henry.

Proyeksi Pasar Otomotif Tahun 2016

Mengenai proyeksi pasar otomotif 2016 ini, menurut Henry meski tidak terlalu optimis kondisinya diharapkan dapat lebih baik dibandingkan dengan 2015 lalu. Dampak positif sejumlah paket kebijakan deregulasi yang dilakukan pemerintah sepanjang 2015 lalu diharapkan akan lebih terasa pada 2016 sehingga perekonomian nasional akan lebih dinamis.

Kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM dan langkah mempercepat lelang proyek untuk mempercepat realisasi belanja pemerintah (APBN) diharapkan juga akan memberi dampak positif terhadap upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Memang kita tidak dapat terlalu optimis, namun proyeksi berbagai pihak menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi 2016 bisa sedikit lebih baik dibandingkan dengan 2015,” tuturnya.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 ini dapat mencapai 5,5% yang antara lain didukung oleh membaiknya emerging market di pasar global dan reformasi ekonomi di dalam negeri.

Tidak berbeda jauh dengan APINDO, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 bisa mencapai 5%.

Lembaga ini melihat, sektor konsumsi akan mengalami peningkatan dan akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional beserta sejumlah realiasi proyek investasi swasta dan belanja pemerintah.

Untuk perekonomian global, Bank Dunia memperkirakan, angka pertumbuhan dapat mencapai 2,4% dengan penurunan pertumbuhan ekonomi China sebagai salah satu faktor penentu.

“Berdasarkan berbagai perkiraan yang ada, termasuk dari Gaikindo, kami berharap penjualan otomotif 2016 bisa sedikit lebih baik dan kami berharap dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif,” tuturnya. (rls)



Tags:  -