Ketika Bupati Syamsuar Menumpahkan Kerisauan di Raker LAM

By Trip Riau  |  11 Februari 2016 15:18:24 WIB  |  News

Bupati Siak Syamsuar di rapat kerja LAM Siak, Kamis 11 Februari 2016. Foto: Humas Pemkab Siak for tripriau.com

Siak, tripriau.com – Kelihatannya, Bupati Siak Syamsuar sudah lama memendam kerisauan tentang keseharian masyarakat melayu Siak. Tentang kecintaan pada agama, kebudayaan hingga siapnya mental masyarakat melayu Siak menghadapi perkembangan jaman.

Kerisauan ini pun tumpah saat Datuk Setia Amanah ini didaulat memberikan arahan pada acara Rapat Kerja Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak di lantai dua gedung LAMR di kawasan jalan Hang Tuah, Siak Sri Indrapura, Kamis (11/1) siang tadi.

"Kita sudah berada pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sekarang sudah banyak warga di beberapa negara yang sengaja kursus di negaranya biar bisa bekerja di Indonesia. Ada warga Vietnam, Thailand, Philipina dan Myanmar. Mereka bahkan belajar budaya Indonesia. Mereka bekerja di Indonesia bukan di sektor skill. Tapi malah ada yang cuma jadi supir taksi. Sepintas, ini kelihatan sepele. Tapi, sebenarnya serius," katanya.

Masyarakat Siak, kata Syamsuar mesti siap dengan skillnya kalau mau menghadapi situasi semacam ini.

"Di sini, peran LAM sangat dibutuhkan. Yuk, dorong anak kemanakan kita untuk menjadi pekerja keras. Jangan lagi larut dengan kejayaan masa lalu. Sebab itu sudah berlalu," Syamsuar mengingatkan.

Pemkab Siak sendiri, kata Syamsuar sudah membikin beragam cara untuk menghadapi MEA tadi. 

Paling sederhana adalah menggandeng salah satu perusahaan industri besar di Riau untuk membuat pelatihan bagi guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Kerjasama ini bukan bertujuan supaya anak-anak SMK atau guru-guru itu bisa bekerja di sana. Tapi justru biar mereka tahu apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh perusahaan industri sekarang ini. Kalau kita sudah tahu, tentu kita bisa melakukan persiapan," ujarnya.

Dan yang paling penting kata Syamsuar, biar guru-guru bisa lebih kreatif saat mengajar. Tidak hanya sekadar menghabiskan jam kurikulum.

"Kalau cuma menghabiskan jam kurikulum, alamat kiamatlah kita," katanya.

Syamsuar juga mengingatkan generasi muda Siak soal pentingnya menjaga budaya melayu. "Orang luar saja mau belajar budaya melayu. Kalau sempat pula orang melayu ndak mau berbudaya melayu, alamat akan karamlah kita," Syamsuar mengingatkan.

Masih banyak kerisauan yang dilontarkan Syamsuar di acara itu. Termasuk mengajak LAM untuk sama-sama mengingatkan anak kemanakan saat maghrib untuk tidak lagi berleha di luar.

"Jadi, saya sangat berharap peran LAM untuk bersama pemerintah membikin terobosan demi mempertahankan dan menjaga kemelayuan tadi," pintanya.

Ketua Umum LAMR Kabupaten Siak, Wan Anwar, mengamini apa yang menjadi kerisauan Syamsuar tadi. Dia pun langsung menegaskan kalau LAM Kabupaten Siak akan lebih getol lagi menjalankan program-program yang ada di LAM.

Selain membikin sederet pelatihan tentang adat istiadat melayu, LAM kata Wan juga akan masuk ke sekolah-sekolah. Mereka akan menebar apa itu adat istiadat melayu.

"Tahun ini bakal kami jalankan. Termasuk juga menyusun hukum adat untuk hal-hal tertentu. Ini sedang kami himpun bersama semua LAM yang ada di kecamatan," katanya.(rls)

1



Tags:  -