Menata Pusaka Negeri Istana

By Trip Riau  |  13 Februari 2016 21:41:19 WIB  |  Wisata Riau

Istana Siak yang menjadi ikon Kota Siak. Foto: Muhammad Ridho / tripriau.com

Siak, tripriau.com - Selepas menemani Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, Nurmatias, Kamis (11/2) kemarin, Bupati Siak Syamsuar langsung menggelar rapat bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Siak.

Rapat digelar di Zamrud Room, komplek kediaman Bupati Siak di kawasan jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura.

Mulai dari Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekda Siak Tengku Said Hamzah, Kadis Cipta Karya Irving Kahar, Ketua Bappeda Yan Prana, Kadis Pariwisata Hendrisan, serta sejumlah pejabat lain ikut duduk di ruangan itu. Hasil obrolan Syamsuar dan Nurmatias sambil melihat sederet peninggalan sejarah di Siak yang kemudian dibuka lelaki 62 tahun ini di sana.

Intinya, bahwa 14 situs bersejarah yang ada di Siak mesti didaftar ulang. Meski sebenarnya situs itu sudah pernah terdaftar. Amanah undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang membikin Syamsuar harus ekstra kerja keras.

“Untuk mendaftarkan ulang situs tadi kita mesti membentuk tim cagar budaya daerah. Tim ini berjumlah 5 sampai 7 orang. Kalau 7 orang, 3 orang dari unsur pemerintah, sisanya tokoh dan para ahli,” kata Syamsuar. Tim ini mesti lolos assessment dulu. Assessor untuk tim ini adalah tim khusus bentukan kementerian.

“Makanya saya minta Sekda mencari orang-orang yang layak untuk mengikuti assessment ini,” pinta Syamsuar. “Siapkan saja 10 orang,” tambahnya. Ada dua penyebab utama yang membuat Syamsuar bergerak cepat.

Pertama, dia sudah membuat Grand Design (GD) Pengembangan Kebudayaan Melayu di Siak. Lewat GD ini, dia ingin menunjukkan kalau Siak adalah melayu sebenarnya; ‘’Siak The Truly Malay’’. Siak menjadi pusat kebudayaan melayu di Nusantara. Banyak yang mesti dikerjakan Syamsuar untuk mewujudkan misi ini. Mulai dari mengumpulkan semua fakta dan peninggalan sejarah Kerajaan Siak yang pernah masyur di pesisir Timur Sumatera, hingga menata kembali tradisi budaya yang pernah ada, mesti dia jalani. Nanti, hasil dari semua ini akan disandingkan Syamsuar dengan kekayaan peninggalan sejarah dan eksotika alam yang masih sangat terjaga. 

Sebab, Syamsuar dan semua pemangku kepentingan di Siak sudah sepaham bahwa ‘Negeri Istana’ mesti bisa menjadi destinasi wisata alam dan budaya di Indonesia.(rls)

Editor: Rio Sunera 



Tags:  -