Modal Siak Menjadi Kota Pusaka

By Trip Riau  |  14 Februari 2016 22:27:24 WIB  |  Wisata Riau

Istana Matahari Timur atau Istana Asserayah Hasyimiah yang masih berdiri kokoh di pusat Kota Siak Sri Indrapura. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Siak, tripriau.com – Siak memiliki modal besar untuk menjadi sebuah Kota Pusaka. Banyak sekali peninggalan unik yang tak akan pernah ditemukan wisatawan di daerah bahkan negara lain.

Lihatlah peninggalan sejarah luar biasa bernama Istana Matahari Timur atau Istana Asserayah Hasyimiah yang masih berdiri kokoh di pusat Kota Siak Sri Indrapura.

Masih di kota itu, ada Gudang Mesiu, Balai Kerapatan Tinggi, Makam Para Raja, Klenteng dan Gereja Tua serta Pasar Lama.

Agak ke ke Barat, ada pula makam pendiri kerajaan Siak, Raja Kecik, kolam hijau di dekat suak gelanggang. Di Timur ada pula makam Putri Kaca Mayang.   Di bibir sungai Siak, dari ujung Kampung Dalam hingga ke Pasar Lama sejauh 400 meter, sudah disulap menjadi kawasan pedestrian dan taman yang unik.

Bupati Siak, Syamsuar mengatakan, tahun ini panjang kawasan itu akan ditambah 500 meter hingga ke belakang Masjid Syahabuddin di bagian Timur. Di sini nantinya bakal ada taman, pedestrian dan monumen.

‘’Jika ini sudah rampung, banyak orang bilang bakal mengalahkan kawasan Lyon atau Seine di Prancis,’’ kata Syamsuar.   Lantas di seberang kota, persis di kecamatan Mempura, ada tangsi Belanda lengkap dengan ruang controleur, serta makam raja. 

Lalu ada pula sederet objek wisata alam seperti Danau Ketialau, Danau Air Hitam, Danau Besi, Danau Tembatu Sonsang, Danau Pulau Besar, Danau Zamrud, Danau Pulau Bawah, Danau Pulau Atas dan Tasik Rawa.   Danau Tujuh Tingkat di Sungai Mandau dan Pantai Tanjung Layang di Kecamatan Sungai Apit, melengkapi itu semua. Belum lagi sumur minyak bersejarah dan Pusat Pelatihan Gajah di Kecamatan Minas.   Soal peninggalan sejarah Kerajaan Siak yang masih berserakan di luar Siak, seperti di Pekanbaru, Singapura, Sumatera Utara, Malaysia dan tempat lain, bakal dibikin peta komplitnya.

‘’Jadi, orang yang mau tahu tentang Siak yang sebenarnya, bisa berselancar lewat petunjuk lengkap yang ada di peta itu,’’ tutur Syamsuar.   Lantaran komplitnya peninggalan sejarah yang ada di Kecamatan Siak Sri Indrapura dan Kecamatan Mempura, Pemkab Siak pun mengusulkan dua kawasan ini sebagai Kota Pusaka (Heritage City) ke Balai Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).

 Zonasi dua kawasan ini bakal dibikin. Sebab kelak, ada aturan main yang bakal berlaku di sini.   ‘’Jika sudah menjadi kota pusaka, maka Siak akan sejajar dengan  Kota tua Jakarta, Semarang, Sawah Lunto, Palembang, Bogor, Yogyakarta, Karangasem, Denpasar, Banjarmasin, Bau-bau, Banda Aceh dan Trowulan, yang sudah lebih dulu menjadi National Heritage,’’ tambah Syamsuar.(rls)

Editor: Rio Sunera



Tags:  -