Krema Koffie, Berawal dari Kebiasaan Nongkrong di Kedai Kopi

By Trip Riau  |  17 Februari 2016 11:42:52 WIB  |  City Guide

 Krema Coffe yang terletak di Jalan Rajawali, Sukajadi. Foto: Doc tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com - Krema Coffe yang terletak di Jalan Rajawali, Sukajadi bisa menjadi referensi bagi para pecinta kopi di Kota Pekanbaru. Meski tak terlalu mewah, namun sebagai Coffe Shop tempat ini memiliki atmosfer yang cukup bagus.

Krema Koffie yang mulai launching pada bulan November 2013 yang lalu, dimiliki oleh 5 orang sekawan. Namun, hanya 2 orang yang terjun mengelola secara langsung, yakni Herman (26) dan Tribudi Salim.

Krema Coffe berawal dari kecintaan para owner-nya terhadap kopi dan kebiasaan nongkrong di kedai kopi tradisional.

‘’Yang pasti karena saya pecinta kopi. Bukan cinta lagi, tapi sudah antuasias di sana. Kami lebih suka melakukan apa yang kami sukai. Intinya itu,’’ kata Herman saat berbincang dengan tripriau.com.  

Herman bercerita perihal hobi nongkrong di kedai kopi tradisional. Dari kebiasaan itu mereka berfikir kenapa tidak bikin satu kedai kopi yang berkualitas.

‘’Karena kami lihat kedai kopi tradisional juga jalan. Kenapa harus takut. Peluang masih luas. Antusiasme pecinta kopi di Pekanbaru bagus,’’ terangnya. Maka dipilihlah konsep coffe house.

Herman menjelaskan, dalam berbisnis si owner harus tahu betul dan mendalami apa yang dia jual. Hal itu yang coba mereka pahami saat memutuskan mendirikan Krema Koffie. ‘’Kalau tidak, pelanggan pasti kecewa,’’ katanya.Konsep coffe house yang diusung Krema Koffie hanya menonjolkan kopi, espresso dan segala turunannya. Foto: Doc tripriau.com

Konsep coffe house yang diusung Krema Koffie hanya menonjolkan kopi, espresso dan segala turunannya. Pokoknya segala yang mengandung kopi di sini bahan dasarnya adalah espresso.

‘’Espresso adalah sarinya kopi. Ekstraknya kopi. Kenapa dibilang espresso karena ekspres (cepat) bikinnya. Minumnya cepat. Setelah minum pergi. Itu budaya Itali,’’ kata Herman menjelaskan.  

Usung Konsep Industrial

Bicara konsep, Krema Koffie mengusung konsep interior yang berbeda dengan coffe house yang ada di Pekanbaru. Konsep yang dipakai adalah yang disebut dengan industrial, yakni konsep serba jantan. Seperti pemandangan di pabrik-pabrik.

Konsep industrial ini terlihat jelas pada berbagai ornamen yang dipasang di bagian tembok, lampu-lampu yang saling terhubung dengan pipa-pipa (paralon) besar, serta lantai yang dibiarkan terlihat kusam.

‘’Konsep industrial ini maksudnya serba rangka-rangka. Serba unfinish. Mejanya rangka-rangka, lampunya juga. Semacam di pabriklah. Lantainya juga harus kusam. Soalnya kalau konsep industrial konsepnya gak boleh feminim. Kopi harus jantan. Biar lebih American style,’’ ungkapnya.Krema Koffie mengusung konsep interior Industrial, yakni konsep serba jantan, seperti pemandangan di pabrik-pabrik. Foto: Doc tripriau.com

Pertahankan Kualitas dan Rasa

Soal strategi, Krema Koffie tidak mau dibilang hanya menjual tempat. Mereka lebih memilih mempertahankan kualitas dan rasa.

Apalagi, dibandingkan coffe house lainnya Krema Koffie tak bisa dibilang mewah. Namun, di Krema Koffie komunikasi antara barista, waitres dan customer berjalan bagus. Semua terlihat akrab.

‘’Kalau kami pribadi tidak mau dibilang hanya jual tempat. Tempat kami aku akui dibilang nyaman pun gak. Tapi punya atmosfer yang bagus. Ada komunikasi antara barista, waitres dan costumer,’’ paparnya.

Soal prospek bisnis, dirinya masih yakin pelunag kopi masih terbuka lebar. Ini dikarenakan budaya masyarakat kita yang memang terbiasa meminum kopi.

‘’Yakin bisa karena kopi minuman sepanjang masa. Karena sejak zaman dahulu sampai sekarang orang minum kopi hitam. Tapi kalau kopi yang pakai rasa mungkin itu ada trennya. Dan trennya akan lewat,’’ katanya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -