Manuskrip, Toga, dan Mesin Tik Tua Milik Tennas Effendy

By Trip Riau  |  19 Februari 2016 13:34:30 WIB  |  News

Terlihat seorang pengunjung sedang melihat karya-karya Milik Tennas Effendy. Foto: Rio Sunera / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com – Mengenang setahun wafatnya budayawan Riau DR (HC) H Tennas Effendy diperingati dengan berbagai kegiatan. Salah satunya pameran karya dan benda-benda peninggalannya yang digelar di Pustaka Wilayah Soeman HS, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Di ruang pameran yang berada di lantai 1, pengunjung bisa melihat-lihat beragam karya maupun barang peninggalan beliau.

Di bagian depan terpampang foto-foto beliau tengah terbaring sakit. Salah satunya yang menggambarkan momen beliau saat hendak dinaikkan ke atas pesawat untuk dirawat di Malaka.

Dalam foto itu terlihat, penulis buku Tunjuk Ajar Melayu ini menggenggam erat tangan Ketua DPH LAM Riau Al-Azhar.

Di foto lainnya, ada Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang tampak menjenguk almarhum Tennas Effendy yang tengah terbaring sakit.

Di bagian dalam juga dipajang sebuah mesin tik tua yang dulunya digunakan beliau untuk menulis berbagai naskah.

Antara lain menulis naskah ‘Nyanyi Panjang’ (Cerita Sutan Peminggei) dan Sastra Lisan Orang Petalangan yang berkaitan dengan kesejarahan atau Tombo.

Di sini terpajang juga Toga yang dipakai budayawan kelahiran Kuala Panduk, Pelalawan ini saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia beberapa waktu silam.

Dua buah lukisan karyanya yang dibuat tahun 1960 dan 1962 juga dipamerkan di sini. ‘’Ternyata, beliau dulunya juga seorang pelukis,’’ kata salah satu pemandu di sini.

Di tempat ini juga dipamerkan manuskrip atau tulisan tangan beliau tentang ungkapan tradisional Melayu Riau.

Di bagian rak, pengunjung juga bisa melihat-lihat buku-buku karya beliau yang semasa hidupnya sudah menghasilkan ratusan karya tulis.

Ada juga naskah kumpulan mantra orang Melayu Riau dan naskah Monto-monto (Kumpulan mantra orang Talang).

Di sudut kiri ruang bersekat ini, juga terpampang foto pernikahan Tennas Effendy dan istrinya Tengku Zahara binti T Long Mahmud.

Di salah satu sisi dinding juga terpajang beberapa foto seniman dan sastrawan Riau yang telah wafat. Antara lain Sudarno Mahyudin, Ediruslan Pe Amanriza, Hasan Junus, Soeman HS, Rus S Abrus, Idrus Tinti, BM Syamsudin dan Ibrahim Satta.

Selama bulan Februari, Lembaga Adat Melayu Riau menggelar berbagai acara untuk mengenang setahun wafatnya Tennas Effendy yang tutup usia pada 28 Februari 2015.

Ada 10 kegiatan yang digelar. Mulai dari  pameran karya budaya, kuliah umum budaya, diskusi tentang bahasa, dan pemikiran, pentas seni budaya, mejelis kenduri arwah, dialog budaya, kesaksian OK Nizami Jamil, dan dialog lintas budaya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -